<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telurusi Korupsi Kemnaker, KPK Panggil Dua Eks Dirjen Binapenta</title><description> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua eks Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/23/337/3141327/telurusi-korupsi-kemnaker-kpk-panggil-dua-eks-dirjen-binapenta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/23/337/3141327/telurusi-korupsi-kemnaker-kpk-panggil-dua-eks-dirjen-binapenta"/><item><title>Telurusi Korupsi Kemnaker, KPK Panggil Dua Eks Dirjen Binapenta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/23/337/3141327/telurusi-korupsi-kemnaker-kpk-panggil-dua-eks-dirjen-binapenta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/23/337/3141327/telurusi-korupsi-kemnaker-kpk-panggil-dua-eks-dirjen-binapenta</guid><pubDate>Jum'at 23 Mei 2025 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/23/337/3141327/kpk-TnAS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/23/337/3141327/kpk-TnAS_large.jpg</image><title>KPK (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua eks Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).&amp;nbsp;Keduanya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kemnaker.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPK terkait pengurusan rencana penggunanan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kemnaker,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (23/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dua orang yang dimaksud adalah Suhartono Dirjen Binapenta Kemnaker 2020-2023 dan Haryanto Dirjen Binapenta Kemnaker 2024-2025.&#13;
&#13;
Selain itu, tim penyidik Lembaga Antirasuah juga memanggil dua saksi lain, yakni Wisnu Pramono selaku Direktur PPTKA Kemnaker 2017-2019 dan Devi Angraeni selaku Direktur Pengendalian Penggunaan TKA (PPTKA) Kemnaker 2024-2025.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belum diketahui, materi apa yang akan digali penyidik dari keterangan mereka. Budi hanya menyebutkan mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyatakan, pegawai Kemnaker pada Direktorat Jenderal Binapenta diduga melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dari calon TKA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana, oknum Kemnaker pada Dirjen Binapenta memungut/memaksa seseorang memberikan sesuatu Pasal 12e dan atau menerima gratifikasi Pasal 12 B terhadap para calon kerja asing yang akan bekerja di Indonesia,&amp;quot; kata Asep, Selasa 20 Mei 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, praktik tersebut terjadi pada 2020-2023. Dalam perkara yang dimaksud, delapan orang ditetapkan tersangka. &amp;quot;Dengan tersangka delapan orang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua eks Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).&amp;nbsp;Keduanya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kemnaker.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPK terkait pengurusan rencana penggunanan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kemnaker,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (23/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dua orang yang dimaksud adalah Suhartono Dirjen Binapenta Kemnaker 2020-2023 dan Haryanto Dirjen Binapenta Kemnaker 2024-2025.&#13;
&#13;
Selain itu, tim penyidik Lembaga Antirasuah juga memanggil dua saksi lain, yakni Wisnu Pramono selaku Direktur PPTKA Kemnaker 2017-2019 dan Devi Angraeni selaku Direktur Pengendalian Penggunaan TKA (PPTKA) Kemnaker 2024-2025.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belum diketahui, materi apa yang akan digali penyidik dari keterangan mereka. Budi hanya menyebutkan mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyatakan, pegawai Kemnaker pada Direktorat Jenderal Binapenta diduga melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dari calon TKA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana, oknum Kemnaker pada Dirjen Binapenta memungut/memaksa seseorang memberikan sesuatu Pasal 12e dan atau menerima gratifikasi Pasal 12 B terhadap para calon kerja asing yang akan bekerja di Indonesia,&amp;quot; kata Asep, Selasa 20 Mei 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, praktik tersebut terjadi pada 2020-2023. Dalam perkara yang dimaksud, delapan orang ditetapkan tersangka. &amp;quot;Dengan tersangka delapan orang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
