<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Lebak Terjangkit TBC, 1 Orang Meninggal</title><description>Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 2.036 warga Bumi Multatuli, Lebak, Banten, terjangkit Tuberculosis alias TBC, hingga Mei tahun 2025.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/24/340/3141587/ribuan-warga-lebak-terjangkit-tbc-1-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/24/340/3141587/ribuan-warga-lebak-terjangkit-tbc-1-orang-meninggal"/><item><title>Ribuan Warga Lebak Terjangkit TBC, 1 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/24/340/3141587/ribuan-warga-lebak-terjangkit-tbc-1-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/24/340/3141587/ribuan-warga-lebak-terjangkit-tbc-1-orang-meninggal</guid><pubDate>Sabtu 24 Mei 2025 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/24/340/3141587/warga_lebak_terjangkit_tbc-gJXx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Lebak terjangkit TBC (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/24/340/3141587/warga_lebak_terjangkit_tbc-gJXx_large.jpg</image><title>Warga Lebak terjangkit TBC (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 2.036 warga Bumi Multatuli, Lebak, Banten, terjangkit Tuberculosis alias TBC, hingga Mei tahun 2025. Bahkan satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia.&#13;
&#13;
Angka ini terjadi karena beberapa faktor baik dari lingkungan hingga sosial ekonomi. Para penderita tersebar di 28 kecamatan, dengan sebaran paling dominan berada di wilayah Cibeber.&#13;
&#13;
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin mengatakan, dari ribuan penderita tersebut telah tertangani karena minum obat secara rutin, sedangkan sisanya karena putus berobat karena berbagai faktor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengobatan TBC harus dilakukan selama enam bulan secara rutin, namun angka kegagalan (drop out) pengobatan penyakit paru-paru itu masih bisa terjadi, karena pasien putus minum obat,&amp;quot; kata Endang, Sabtu (24/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak ini juga mengimbau kepada keluarga penderita TBC untuk mendampingi pasien TBC patuh berobat, sehingga bisa sembuh total.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dinkes juga melakukan program pendampingan minum obat (PMO) kepada penderita TBC untuk menekan angka putus berobat, sehingga ada pendamping yang bisa mengingatkan pasien untuk mengonsumsi obat selama enam bulan,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, kata dia, di Lebak juga terbentuk Tim Public Privetemix Tuberculosis (PPM-TB). &amp;quot;Dengan adanya PPM-TB diharapkan kasus TBC yang kebal obat dapat ditekan, sehingga beberapa tahun ke depan Lebak diharapkan bebas TBC,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 2.036 warga Bumi Multatuli, Lebak, Banten, terjangkit Tuberculosis alias TBC, hingga Mei tahun 2025. Bahkan satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia.&#13;
&#13;
Angka ini terjadi karena beberapa faktor baik dari lingkungan hingga sosial ekonomi. Para penderita tersebar di 28 kecamatan, dengan sebaran paling dominan berada di wilayah Cibeber.&#13;
&#13;
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin mengatakan, dari ribuan penderita tersebut telah tertangani karena minum obat secara rutin, sedangkan sisanya karena putus berobat karena berbagai faktor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengobatan TBC harus dilakukan selama enam bulan secara rutin, namun angka kegagalan (drop out) pengobatan penyakit paru-paru itu masih bisa terjadi, karena pasien putus minum obat,&amp;quot; kata Endang, Sabtu (24/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak ini juga mengimbau kepada keluarga penderita TBC untuk mendampingi pasien TBC patuh berobat, sehingga bisa sembuh total.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dinkes juga melakukan program pendampingan minum obat (PMO) kepada penderita TBC untuk menekan angka putus berobat, sehingga ada pendamping yang bisa mengingatkan pasien untuk mengonsumsi obat selama enam bulan,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, kata dia, di Lebak juga terbentuk Tim Public Privetemix Tuberculosis (PPM-TB). &amp;quot;Dengan adanya PPM-TB diharapkan kasus TBC yang kebal obat dapat ditekan, sehingga beberapa tahun ke depan Lebak diharapkan bebas TBC,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
