<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilu Dokter Palestina di Gaza, 9 Anaknya Tewas Dibom Israel</title><description>Seorang dokter Palestina di Gaza kehilangan 9 anaknya setelah rumah mereka dibom Israel.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/25/18/3141820/pilu-dokter-palestina-di-gaza-9-anaknya-tewas-dibom-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/25/18/3141820/pilu-dokter-palestina-di-gaza-9-anaknya-tewas-dibom-israel"/><item><title>Pilu Dokter Palestina di Gaza, 9 Anaknya Tewas Dibom Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/25/18/3141820/pilu-dokter-palestina-di-gaza-9-anaknya-tewas-dibom-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/25/18/3141820/pilu-dokter-palestina-di-gaza-9-anaknya-tewas-dibom-israel</guid><pubDate>Minggu 25 Mei 2025 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/25/18/3141820/petugas_mengevakuasi_korban_dari_rumah_dokter_yang_dibom_israel-24pZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilu Dokter Palestina di Gaza, 9 Anaknya Tewas Dibom Israel (Dok Pertahanan Sipil Gaza)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/25/18/3141820/petugas_mengevakuasi_korban_dari_rumah_dokter_yang_dibom_israel-24pZ_large.jpg</image><title>Pilu Dokter Palestina di Gaza, 9 Anaknya Tewas Dibom Israel (Dok Pertahanan Sipil Gaza)</title></images><description>GAZA - Seorang dokter Palestina di Gaza kehilangan 9 anaknya setelah rumah mereka dibom Israel. Sementara satu anak lainnya terluka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 9 Anak Tewas&#13;
&#13;
Dokter anak Palestina, Alaa al-Najjar, menerima jenazah tujuh anaknya yang hangus saat bertugas setelah serangan Israel menghantam rumahnya di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan.&#13;
&#13;
Ia merupakan dokter di rumah sakit al-Tahrir di Kompleks Medis Nasser. Saat itu, ia sedang merawat korban serangan Israel pada Jumat (23/5/2025). Ia terkejut mendapati anak-anaknya dan suaminya dibawa ke rumah sakit.&#13;
&#13;
Anak-anak tersebut paling tua berusia 13 tahun. Anak termuda berusia 6 bulan. Para korban mengalami luka bakar parah dalam pengeboman tersebut.&#13;
&#13;
Sesaat sebelum serangan tersebut, Najjar telah berangkat kerja bersama suaminya, Dr Hamdi al-Najjar, yang kemudian kembali ke rumah.&#13;
&#13;
Tidak lama setelah itu, sebuah bom Israel menghantam rumah mereka di daerah Qizan al-Najjar di Khan Younis selatan. Pengeboman itu menewaskan sembilan dari 10 anak mereka dan melukai yang ke-10.&#13;
&#13;
Suami Najjar, yang mengalami luka serius, masih dalam perawatan intensif.&#13;
&#13;
Rekaman yang dirilis oleh Pertahanan Sipil Palestina menunjukkan kru penyelamat menarik jenazah anak-anak dari reruntuhan. Sementara api masih membakar rumah keluarga tersebut.&#13;
&#13;
Terhambat oleh kurangnya peralatan yang memadai dan skala kerusakan yang sangat besar, pekerja pertahanan sipil terdengar berteriak-teriak di antara reruntuhan. Mereka mencari tanda-tanda kehidupan dengan putus asa.&#13;
&#13;
Tim pertahanan sipil melaporkan, tujuh jenazah telah ditemukan dan dipindahkan ke rumah sakit Nasser, tempat ibu mereka bekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dua lainnya, termasuk bayi berusia enam bulan, masih terperangkap di bawah reruntuhan.&#13;
&#13;
Anak-anak tersebut diidentifikasi sebagai Yahya, Rakan, Ruslan, Jubran, Eve, Revan, Sayden, Luqman, dan Sidra.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak itu hangus terbakar&amp;quot; Ali al-Najjar bergegas ke lokasi kejadian segera setelah mendengar rumah saudaranya terkena bom.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seseorang menelepon kami dan mengatakan bahwa rumah itu telah dibom. Saya bergegas ke sana bahkan sebelum pertahanan sipil tiba,&amp;rdquo; katanya kepada Middle East Eye.&#13;
&#13;
Ketika tiba di lokasi kejadian, ia mendapati saudaranya, Dr Hamdi al-Najjar, tergeletak tak bergerak di tanah, dengan putranya di sampingnya. Rumah itu dilalap api.&#13;
&#13;
Beberapa saat kemudian, ia kembali ke rumah yang terbakar hanya untuk melihat saudara iparnya, ibu dari anak-anak itu, tiba dengan ketakutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ia berlari dengan berjalan kaki dari rumah sakit ke rumah,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Empat anaknya ditarik keluar, hangus, tepat di depan matanya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ali menggambarkan penderitaan yang terus-menerus karena tidak mengetahui nasib dua anak yang hilang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuh anak ditarik dari bawah reruntuhan, dan dua&amp;mdash;Yahya, 13 tahun, dan Sidra, baru berusia enam bulan&amp;mdash;masih hilang. Kami tidak dapat menemukan mereka,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, tim pertahanan sipil melanjutkan pencarian keesokan paginya, tetapi tidak menemukan apa pun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ibu mereka bahkan tidak dapat mengenali mayat-mayat itu, anak-anak itu terbakar sangat parah sehingga ia tidak dapat membedakan siapa yang mana.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ali mempertanyakan alasan di balik serangan itu.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak tahu mengapa mereka menjadi sasaran. Mengapa mereka menargetkan saudara laki-laki saya? Tidak ada alasan, kecuali jika istrinya adalah seorang dokter.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
2. Realita Pekerja Kesehatan&#13;
&#13;
Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 1.400 profesional kesehatan telah tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah realitas yang dialami staf medis kami di Gaza. Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan rasa sakitnya,&amp;rdquo; kata Dr Munir al-Bursh, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Palestina, dalam sebuah unggahan di X, mengomentari serangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di Gaza, bukan hanya pekerja kesehatan yang menjadi sasaran. Agresi Israel lebih jauh lagi, memusnahkan seluruh keluarga.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Selain itu, sedikitnya 111 pekerja pertahanan sipil juga tewas.&#13;
&#13;
Pada Kamis, Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya 53.822 warga Palestina, termasuk 16.503 anak-anak tewas akibat serangan Israel.&#13;
&#13;
Di antara anak-anak yang tewas, 916 di antaranya berusia di bawah satu tahun; 4.365 berusia satu hingga lima tahun; 6.101 berusia antara enam dan 12 tahun; serta 5.124 berusia 13 hingga 17 tahun.&#13;
&#13;
Menurut kementerian kesehatan dan pertahanan sipil, ribuan lainnya masih hilang dan diduga tewas di bawah reruntuhan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>GAZA - Seorang dokter Palestina di Gaza kehilangan 9 anaknya setelah rumah mereka dibom Israel. Sementara satu anak lainnya terluka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 9 Anak Tewas&#13;
&#13;
Dokter anak Palestina, Alaa al-Najjar, menerima jenazah tujuh anaknya yang hangus saat bertugas setelah serangan Israel menghantam rumahnya di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan.&#13;
&#13;
Ia merupakan dokter di rumah sakit al-Tahrir di Kompleks Medis Nasser. Saat itu, ia sedang merawat korban serangan Israel pada Jumat (23/5/2025). Ia terkejut mendapati anak-anaknya dan suaminya dibawa ke rumah sakit.&#13;
&#13;
Anak-anak tersebut paling tua berusia 13 tahun. Anak termuda berusia 6 bulan. Para korban mengalami luka bakar parah dalam pengeboman tersebut.&#13;
&#13;
Sesaat sebelum serangan tersebut, Najjar telah berangkat kerja bersama suaminya, Dr Hamdi al-Najjar, yang kemudian kembali ke rumah.&#13;
&#13;
Tidak lama setelah itu, sebuah bom Israel menghantam rumah mereka di daerah Qizan al-Najjar di Khan Younis selatan. Pengeboman itu menewaskan sembilan dari 10 anak mereka dan melukai yang ke-10.&#13;
&#13;
Suami Najjar, yang mengalami luka serius, masih dalam perawatan intensif.&#13;
&#13;
Rekaman yang dirilis oleh Pertahanan Sipil Palestina menunjukkan kru penyelamat menarik jenazah anak-anak dari reruntuhan. Sementara api masih membakar rumah keluarga tersebut.&#13;
&#13;
Terhambat oleh kurangnya peralatan yang memadai dan skala kerusakan yang sangat besar, pekerja pertahanan sipil terdengar berteriak-teriak di antara reruntuhan. Mereka mencari tanda-tanda kehidupan dengan putus asa.&#13;
&#13;
Tim pertahanan sipil melaporkan, tujuh jenazah telah ditemukan dan dipindahkan ke rumah sakit Nasser, tempat ibu mereka bekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dua lainnya, termasuk bayi berusia enam bulan, masih terperangkap di bawah reruntuhan.&#13;
&#13;
Anak-anak tersebut diidentifikasi sebagai Yahya, Rakan, Ruslan, Jubran, Eve, Revan, Sayden, Luqman, dan Sidra.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak itu hangus terbakar&amp;quot; Ali al-Najjar bergegas ke lokasi kejadian segera setelah mendengar rumah saudaranya terkena bom.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seseorang menelepon kami dan mengatakan bahwa rumah itu telah dibom. Saya bergegas ke sana bahkan sebelum pertahanan sipil tiba,&amp;rdquo; katanya kepada Middle East Eye.&#13;
&#13;
Ketika tiba di lokasi kejadian, ia mendapati saudaranya, Dr Hamdi al-Najjar, tergeletak tak bergerak di tanah, dengan putranya di sampingnya. Rumah itu dilalap api.&#13;
&#13;
Beberapa saat kemudian, ia kembali ke rumah yang terbakar hanya untuk melihat saudara iparnya, ibu dari anak-anak itu, tiba dengan ketakutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ia berlari dengan berjalan kaki dari rumah sakit ke rumah,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Empat anaknya ditarik keluar, hangus, tepat di depan matanya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ali menggambarkan penderitaan yang terus-menerus karena tidak mengetahui nasib dua anak yang hilang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuh anak ditarik dari bawah reruntuhan, dan dua&amp;mdash;Yahya, 13 tahun, dan Sidra, baru berusia enam bulan&amp;mdash;masih hilang. Kami tidak dapat menemukan mereka,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, tim pertahanan sipil melanjutkan pencarian keesokan paginya, tetapi tidak menemukan apa pun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ibu mereka bahkan tidak dapat mengenali mayat-mayat itu, anak-anak itu terbakar sangat parah sehingga ia tidak dapat membedakan siapa yang mana.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ali mempertanyakan alasan di balik serangan itu.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak tahu mengapa mereka menjadi sasaran. Mengapa mereka menargetkan saudara laki-laki saya? Tidak ada alasan, kecuali jika istrinya adalah seorang dokter.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
2. Realita Pekerja Kesehatan&#13;
&#13;
Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 1.400 profesional kesehatan telah tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah realitas yang dialami staf medis kami di Gaza. Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan rasa sakitnya,&amp;rdquo; kata Dr Munir al-Bursh, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Palestina, dalam sebuah unggahan di X, mengomentari serangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di Gaza, bukan hanya pekerja kesehatan yang menjadi sasaran. Agresi Israel lebih jauh lagi, memusnahkan seluruh keluarga.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Selain itu, sedikitnya 111 pekerja pertahanan sipil juga tewas.&#13;
&#13;
Pada Kamis, Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya 53.822 warga Palestina, termasuk 16.503 anak-anak tewas akibat serangan Israel.&#13;
&#13;
Di antara anak-anak yang tewas, 916 di antaranya berusia di bawah satu tahun; 4.365 berusia satu hingga lima tahun; 6.101 berusia antara enam dan 12 tahun; serta 5.124 berusia 13 hingga 17 tahun.&#13;
&#13;
Menurut kementerian kesehatan dan pertahanan sipil, ribuan lainnya masih hilang dan diduga tewas di bawah reruntuhan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
