<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Bakal Ubah SOP Pemusnahan Amunisi Buntut Ledakan di Garut</title><description>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi kedaluwarsa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/337/3142134/panglima-tni-bakal-ubah-sop-pemusnahan-amunisi-buntut-ledakan-di-garut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/26/337/3142134/panglima-tni-bakal-ubah-sop-pemusnahan-amunisi-buntut-ledakan-di-garut"/><item><title>Panglima TNI Bakal Ubah SOP Pemusnahan Amunisi Buntut Ledakan di Garut</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/337/3142134/panglima-tni-bakal-ubah-sop-pemusnahan-amunisi-buntut-ledakan-di-garut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/26/337/3142134/panglima-tni-bakal-ubah-sop-pemusnahan-amunisi-buntut-ledakan-di-garut</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/337/3142134/tni-4dRq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Foto: Felldy Utama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/337/3142134/tni-4dRq_large.jpg</image><title>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Foto: Felldy Utama/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Langkah itu diambil sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Panglima menyampaikan, evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;SOP-nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi,&amp;quot; kata Panglima TNI usai rapat tertutup.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu menyebut jika amunisi atau detonator yang sudah kedaluwarsa biasanya jauh lebih sensitif terhadap sebuah gerakan, gesekan, bahkan cahaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga memang sangat mudah untuk menimbulkan ledakan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, 13 orang tewas dalam peristiwa ledakan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut pada Senin 12 Mei 2025. Korban terdiri dari 9 warga sipil, dan 4 TNI.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Langkah itu diambil sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Panglima menyampaikan, evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;SOP-nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi,&amp;quot; kata Panglima TNI usai rapat tertutup.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu menyebut jika amunisi atau detonator yang sudah kedaluwarsa biasanya jauh lebih sensitif terhadap sebuah gerakan, gesekan, bahkan cahaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga memang sangat mudah untuk menimbulkan ledakan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, 13 orang tewas dalam peristiwa ledakan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut pada Senin 12 Mei 2025. Korban terdiri dari 9 warga sipil, dan 4 TNI.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
