<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadis, Tante di Riau Pukuli Keponakan dengan Rotan hingga Babak Belur</title><description>Nasib malang menimpa seorang gadis di Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Korban berinisial V (18) babak belur dianiaya tantenya CH (48) hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3141921/sadis-tante-di-riau-pukuli-keponakan-dengan-rotan-hingga-babak-belur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3141921/sadis-tante-di-riau-pukuli-keponakan-dengan-rotan-hingga-babak-belur"/><item><title>Sadis, Tante di Riau Pukuli Keponakan dengan Rotan hingga Babak Belur</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3141921/sadis-tante-di-riau-pukuli-keponakan-dengan-rotan-hingga-babak-belur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3141921/sadis-tante-di-riau-pukuli-keponakan-dengan-rotan-hingga-babak-belur</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/25/340/3141921/penganiayaan-mTYQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tante aniaya keponakan di Riau (Foto: Dok Polisi/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/25/340/3141921/penganiayaan-mTYQ_large.jpg</image><title>Tante aniaya keponakan di Riau (Foto: Dok Polisi/Okezone) </title></images><description>PEKANBARU - Nasib malang menimpa seorang gadis di Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Korban berinisial V (18) babak belur dianiaya tantenya CH (48) hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. Korban dianiaya menggunakan rotan, sapu dan diinjak-injak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelaku CH mengaku menganiaya korban karena tak bersih mencuci pakaian. &amp;quot;Saat ini, pelaku sudah kita tahan,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala kepada Okezone, Minggu (25/5/2025).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, penganiayan itu terjadi di rumah tantenya di Perum Teratai Jaya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Korban terpaksa harus tinggal di rumah tantenya sejak kepergian orangtuanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban tinggal di gudang rumah tantenya. Saat itu, pelaku datang sambal marah marah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelaku datang membawa sapu lalu marah marah karena menganggap korban tak bersih mencuci pakaian. Korban pun langsung dipukuli tubuh, kepala dan kaki korban dengan sapu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak puas, CH mengambil rotan yang selama ini digunakan untuk membersihkan Kasur. Ia kembali menghantam tubuh korban dengan rotan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban juga diinjak kepalanya,&amp;quot; tutur Kasat Reskrim.&#13;
&#13;
Perbuatan pelaku akhirnya diketahui warga sekitar. Saat warga sampai di lokasi, terlihat pelaku masih menyiksa korban. Warga pun menyelamatkan korban dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sesuai UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pasal 44,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>PEKANBARU - Nasib malang menimpa seorang gadis di Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Korban berinisial V (18) babak belur dianiaya tantenya CH (48) hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. Korban dianiaya menggunakan rotan, sapu dan diinjak-injak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelaku CH mengaku menganiaya korban karena tak bersih mencuci pakaian. &amp;quot;Saat ini, pelaku sudah kita tahan,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala kepada Okezone, Minggu (25/5/2025).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, penganiayan itu terjadi di rumah tantenya di Perum Teratai Jaya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Korban terpaksa harus tinggal di rumah tantenya sejak kepergian orangtuanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban tinggal di gudang rumah tantenya. Saat itu, pelaku datang sambal marah marah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelaku datang membawa sapu lalu marah marah karena menganggap korban tak bersih mencuci pakaian. Korban pun langsung dipukuli tubuh, kepala dan kaki korban dengan sapu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak puas, CH mengambil rotan yang selama ini digunakan untuk membersihkan Kasur. Ia kembali menghantam tubuh korban dengan rotan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban juga diinjak kepalanya,&amp;quot; tutur Kasat Reskrim.&#13;
&#13;
Perbuatan pelaku akhirnya diketahui warga sekitar. Saat warga sampai di lokasi, terlihat pelaku masih menyiksa korban. Warga pun menyelamatkan korban dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sesuai UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pasal 44,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
