<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Marapi Meletus, Warga Diimbau Jaga Jarak Radius 3 Km dari Kawah Verbeek</title><description>Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat meletus pada Senin (26/5/2025) pukul 14.57 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3142140/gunung-marapi-meletus-warga-diimbau-jaga-jarak-radius-3-km-dari-kawah-verbeek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3142140/gunung-marapi-meletus-warga-diimbau-jaga-jarak-radius-3-km-dari-kawah-verbeek"/><item><title>Gunung Marapi Meletus, Warga Diimbau Jaga Jarak Radius 3 Km dari Kawah Verbeek</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3142140/gunung-marapi-meletus-warga-diimbau-jaga-jarak-radius-3-km-dari-kawah-verbeek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/26/340/3142140/gunung-marapi-meletus-warga-diimbau-jaga-jarak-radius-3-km-dari-kawah-verbeek</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/340/3142140/gunung_marapi-m2CG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Marapi (Foto: Rus Akbar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/340/3142140/gunung_marapi-m2CG_large.jpg</image><title>Erupsi Gunung Marapi (Foto: Rus Akbar/Okezone)</title></images><description>AGAM - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat meletus pada Senin (26/5/2025) pukul 14.57 WIB. Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan, aktivitas erupsi tercatat jelas dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 28 detik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi 28 detik,&amp;rdquo; demikian keterangan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi. Petugas pos, Ahmad Rifandi.&#13;
&#13;
Namun, laporan dari masyarakat di beberapa lokasi mengaku melihat letusan cukup besar. Salah satunya, Rino Wanto, warga Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar, mengatakan letusan tampak jelas meskipun sebagian tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari Nagari Pariangan ada terlihat letusannya, meski tidak terlihat penuh karena sebagian tertutup awan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah atau bantaran sungai berhulu di puncak Marapi untuk mewaspadai potensi banjir lahar, terutama di tengah musim hujan yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).&#13;
&#13;
PVMBG dan pihak berwenang juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau narasi bohong (hoaks), serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Semua informasi terkait aktivitas Marapi sebaiknya diakses melalui sumber resmi pemerintah.&#13;
</description><content:encoded>AGAM - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat meletus pada Senin (26/5/2025) pukul 14.57 WIB. Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan, aktivitas erupsi tercatat jelas dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 28 detik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi 28 detik,&amp;rdquo; demikian keterangan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi. Petugas pos, Ahmad Rifandi.&#13;
&#13;
Namun, laporan dari masyarakat di beberapa lokasi mengaku melihat letusan cukup besar. Salah satunya, Rino Wanto, warga Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar, mengatakan letusan tampak jelas meskipun sebagian tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari Nagari Pariangan ada terlihat letusannya, meski tidak terlihat penuh karena sebagian tertutup awan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah atau bantaran sungai berhulu di puncak Marapi untuk mewaspadai potensi banjir lahar, terutama di tengah musim hujan yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).&#13;
&#13;
PVMBG dan pihak berwenang juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau narasi bohong (hoaks), serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Semua informasi terkait aktivitas Marapi sebaiknya diakses melalui sumber resmi pemerintah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
