<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPAI Minta Dedi Mulyadi Hentikan Program Pengiriman Siswa ke Barak Militer</title><description>Gubernur Jabar Dedi Mulyadi diminta menghentikan sementara program pengiriman siswa ke barak militer.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/525/3142121/kpai-minta-dedi-mulyadi-hentikan-program-pengiriman-siswa-ke-barak-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/26/525/3142121/kpai-minta-dedi-mulyadi-hentikan-program-pengiriman-siswa-ke-barak-militer"/><item><title>KPAI Minta Dedi Mulyadi Hentikan Program Pengiriman Siswa ke Barak Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/26/525/3142121/kpai-minta-dedi-mulyadi-hentikan-program-pengiriman-siswa-ke-barak-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/26/525/3142121/kpai-minta-dedi-mulyadi-hentikan-program-pengiriman-siswa-ke-barak-militer</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/525/3142121/jasra_putra-owxA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua KPAI Jasra Putra/Foto: Felldy Utama-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/525/3142121/jasra_putra-owxA_large.jpg</image><title>Wakil Ketua KPAI Jasra Putra/Foto: Felldy Utama-Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menghentikan sementara program pengiriman siswa ke barak militer. Pelru evaluasi dan regulasi sebelum dilanjutkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pengawasan kami, pertama agar program ini untuk sementara dihentikan sampai dilakukan evaluasi, terutama terkait regulasi,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
Jasra menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program, terutama dalam perubahan perilaku anak dan kepatuhan terhadap prinsip perlindungan anak. Sehingga bisa dinilai program tersebut efektif atau tidak.&#13;
&#13;
Selain itu, KPAI menilai program pelatihan kedisiplinan dengan tentara berpotensi melanggar hak anak. Hak dimaksud terkait sisi labeling dan prinsip non-diskriminasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena penyebutan anak-anak nakal dan seterusnya itu tidak kita kenal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Yang ada adalah anak-anak dalam perlindungan khusus,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Jasra juga menyoroti pelatihan yang tidak sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Ia menekankan bahwa melatih anak-anak berbeda dengan melatih calon tentara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana etika berhadapan dengan anak, bagaimana berkomunikasi dengan anak, bagaimana memahami anak adalah anak. Nah itu yang perlu perspektif ini yang perlu kita dorong,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menghentikan sementara program pengiriman siswa ke barak militer. Pelru evaluasi dan regulasi sebelum dilanjutkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pengawasan kami, pertama agar program ini untuk sementara dihentikan sampai dilakukan evaluasi, terutama terkait regulasi,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
Jasra menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program, terutama dalam perubahan perilaku anak dan kepatuhan terhadap prinsip perlindungan anak. Sehingga bisa dinilai program tersebut efektif atau tidak.&#13;
&#13;
Selain itu, KPAI menilai program pelatihan kedisiplinan dengan tentara berpotensi melanggar hak anak. Hak dimaksud terkait sisi labeling dan prinsip non-diskriminasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena penyebutan anak-anak nakal dan seterusnya itu tidak kita kenal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Yang ada adalah anak-anak dalam perlindungan khusus,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Jasra juga menyoroti pelatihan yang tidak sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Ia menekankan bahwa melatih anak-anak berbeda dengan melatih calon tentara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana etika berhadapan dengan anak, bagaimana berkomunikasi dengan anak, bagaimana memahami anak adalah anak. Nah itu yang perlu perspektif ini yang perlu kita dorong,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
