<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Konflik, Pakistan dan India Hampir Sepakat Kurangi Pasukan di Perbatasan</title><description>Pakistan dan India hampir mencapai kesepakatan untuk mengurangi pasukan di sepanjang perbatasan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/30/18/3143391/usai-konflik-pakistan-dan-india-hampir-sepakat-kurangi-pasukan-di-perbatasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/30/18/3143391/usai-konflik-pakistan-dan-india-hampir-sepakat-kurangi-pasukan-di-perbatasan"/><item><title>Usai Konflik, Pakistan dan India Hampir Sepakat Kurangi Pasukan di Perbatasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/30/18/3143391/usai-konflik-pakistan-dan-india-hampir-sepakat-kurangi-pasukan-di-perbatasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/30/18/3143391/usai-konflik-pakistan-dan-india-hampir-sepakat-kurangi-pasukan-di-perbatasan</guid><pubDate>Jum'at 30 Mei 2025 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/30/18/3143391/perbatasan_india_dan_pakistan-0Ard_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Usai Konflik, Pakistan dan India Hampir Sepakat Kurangi Pasukan di Perbatasan (Dok Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/30/18/3143391/perbatasan_india_dan_pakistan-0Ard_large.jpg</image><title>Usai Konflik, Pakistan dan India Hampir Sepakat Kurangi Pasukan di Perbatasan (Dok Reuters)</title></images><description>SINGAPURA - Pakistan dan India hampir mencapai kesepakatan untuk mengurangi pasukan di sepanjang perbatasan. Kesepakatan tersebut hampir tercapai setelah pertempuran kedua negara tetangga tersebut pada awal Mei 2025.&#13;
&#13;
1. India dan Pakistan&#13;
&#13;
Pada pertempuran itu, kedua belah pihak menggunakan jet tempur, rudal, pesawat tanpa awak, dan artileri dalam empat hari bentrokan. Ini merupakan pertempuran terburuk dalam beberapa dekade, sebelum gencatan senjata diumumkan.&#13;
&#13;
Percikan pertempuran terbaru antara musuh lama tersebut adalah serangan pada 22 April di Kashmir India yang menewaskan 26 orang. Sebagian besar korban adalah wisatawan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
New Delhi menyalahkan insiden tersebut pada &amp;quot;teroris&amp;quot; yang didukung oleh Pakistan. Namun, Islamabad membantah tuduhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 7 Mei, India meluncurkan rudal ke tempat yang disebutnya sebagai &amp;quot;infrastruktur teroris&amp;quot; di seberang perbatasan. Pakistan pun menanggapi serangan itu. Kedua negara kemudian membangun pasukan tambahan di sepanjang perbatasan.&#13;
&#13;
2. Kurangi Pasukan&#13;
&#13;
Kepala Staf Gabungan Pakistan, Jenderal Sahir Shamshad Mirza mengatakan, kedua militer telah memulai proses pengurangan jumlah pasukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita hampir kembali ke situasi sebelum 22 April. Kita sedang mendekati itu atau kita pasti sudah mendekati itu sekarang,&amp;quot; kata Mirza, melansir Reuters, Jumat (30/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kementerian Pertahanan India dan kantor kepala staf pertahanan India tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari pernyataan Mirza.&#13;
&#13;
Mirza, yang berada di Singapura untuk menghadiri forum Dialog Shangri-La, mengatakan meskipun tidak ada langkah menuju senjata nuklir selama konflik, itu adalah situasi berbahaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada yang terjadi kali ini. Tetapi, Anda tidak dapat mengesampingkan kesalahan perhitungan strategis kapan pun, karena ketika krisis terjadi, responsnya berbeda,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan, risiko eskalasi di masa mendatang meningkat karena pertempuran kali ini tidak terbatas pada wilayah Kashmir yang disengketakan. Wilayah indah di Himalaya itu dikuasai sebagian oleh kedua negara, tetapi diklaim sepenuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua pihak menyerang instalasi militer di wilayah daratan mereka, tetapi tidak ada yang mengakui adanya kerusakan serius.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perdana Menteri India, Narendra Modi memperingatkan Pakistan bulan ini bahwa New Delhi akan menargetkan tempat persembunyian teroris di seberang perbatasan. Hal ini jika ada serangan baru terhadap India.&#13;
&#13;
3. Tren Berbahaya&#13;
&#13;
Kedua negara telah berperang dalam tiga perang besar, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Selain itu, banyak pertempuran bersenjata sejak keduanya lahir dari India kolonial Inggris pada 1947.&#13;
&#13;
India menyalahkan Pakistan atas pemberontakan di wilayah Kashmir yang dimulai pada 1989. Pemberontakan itu telah menewaskan puluhan ribu orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pakistan mengatakan, mereka hanya memberikan dukungan moral, politik, dan diplomatik kepada warga Kashmir yang ingin menentukan nasib sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;(Konflik) ini menurunkan ambang batas antara dua negara yang merupakan negara-negara pemilik senjata nuklir. Di masa mendatang, hal itu tidak akan terbatas pada wilayah yang disengketakan. Hal itu akan terjadi di seluruh India dan seluruh Pakistan,&amp;quot; kata Mirza.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah tren yang sangat berbahaya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SINGAPURA - Pakistan dan India hampir mencapai kesepakatan untuk mengurangi pasukan di sepanjang perbatasan. Kesepakatan tersebut hampir tercapai setelah pertempuran kedua negara tetangga tersebut pada awal Mei 2025.&#13;
&#13;
1. India dan Pakistan&#13;
&#13;
Pada pertempuran itu, kedua belah pihak menggunakan jet tempur, rudal, pesawat tanpa awak, dan artileri dalam empat hari bentrokan. Ini merupakan pertempuran terburuk dalam beberapa dekade, sebelum gencatan senjata diumumkan.&#13;
&#13;
Percikan pertempuran terbaru antara musuh lama tersebut adalah serangan pada 22 April di Kashmir India yang menewaskan 26 orang. Sebagian besar korban adalah wisatawan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
New Delhi menyalahkan insiden tersebut pada &amp;quot;teroris&amp;quot; yang didukung oleh Pakistan. Namun, Islamabad membantah tuduhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 7 Mei, India meluncurkan rudal ke tempat yang disebutnya sebagai &amp;quot;infrastruktur teroris&amp;quot; di seberang perbatasan. Pakistan pun menanggapi serangan itu. Kedua negara kemudian membangun pasukan tambahan di sepanjang perbatasan.&#13;
&#13;
2. Kurangi Pasukan&#13;
&#13;
Kepala Staf Gabungan Pakistan, Jenderal Sahir Shamshad Mirza mengatakan, kedua militer telah memulai proses pengurangan jumlah pasukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita hampir kembali ke situasi sebelum 22 April. Kita sedang mendekati itu atau kita pasti sudah mendekati itu sekarang,&amp;quot; kata Mirza, melansir Reuters, Jumat (30/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kementerian Pertahanan India dan kantor kepala staf pertahanan India tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari pernyataan Mirza.&#13;
&#13;
Mirza, yang berada di Singapura untuk menghadiri forum Dialog Shangri-La, mengatakan meskipun tidak ada langkah menuju senjata nuklir selama konflik, itu adalah situasi berbahaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada yang terjadi kali ini. Tetapi, Anda tidak dapat mengesampingkan kesalahan perhitungan strategis kapan pun, karena ketika krisis terjadi, responsnya berbeda,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan, risiko eskalasi di masa mendatang meningkat karena pertempuran kali ini tidak terbatas pada wilayah Kashmir yang disengketakan. Wilayah indah di Himalaya itu dikuasai sebagian oleh kedua negara, tetapi diklaim sepenuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua pihak menyerang instalasi militer di wilayah daratan mereka, tetapi tidak ada yang mengakui adanya kerusakan serius.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perdana Menteri India, Narendra Modi memperingatkan Pakistan bulan ini bahwa New Delhi akan menargetkan tempat persembunyian teroris di seberang perbatasan. Hal ini jika ada serangan baru terhadap India.&#13;
&#13;
3. Tren Berbahaya&#13;
&#13;
Kedua negara telah berperang dalam tiga perang besar, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Selain itu, banyak pertempuran bersenjata sejak keduanya lahir dari India kolonial Inggris pada 1947.&#13;
&#13;
India menyalahkan Pakistan atas pemberontakan di wilayah Kashmir yang dimulai pada 1989. Pemberontakan itu telah menewaskan puluhan ribu orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pakistan mengatakan, mereka hanya memberikan dukungan moral, politik, dan diplomatik kepada warga Kashmir yang ingin menentukan nasib sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;(Konflik) ini menurunkan ambang batas antara dua negara yang merupakan negara-negara pemilik senjata nuklir. Di masa mendatang, hal itu tidak akan terbatas pada wilayah yang disengketakan. Hal itu akan terjadi di seluruh India dan seluruh Pakistan,&amp;quot; kata Mirza.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah tren yang sangat berbahaya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
