<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambang Batu Gunung Kuda Longsor, Dedi Mulyadi: Saya Pernah ke Sana, Berbahaya!</title><description>Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pernah menyambangi tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukuh Puntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/30/525/3143299/tambang-batu-gunung-kuda-longsor-dedi-mulyadi-saya-pernah-ke-sana-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/30/525/3143299/tambang-batu-gunung-kuda-longsor-dedi-mulyadi-saya-pernah-ke-sana-berbahaya"/><item><title>Tambang Batu Gunung Kuda Longsor, Dedi Mulyadi: Saya Pernah ke Sana, Berbahaya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/30/525/3143299/tambang-batu-gunung-kuda-longsor-dedi-mulyadi-saya-pernah-ke-sana-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/30/525/3143299/tambang-batu-gunung-kuda-longsor-dedi-mulyadi-saya-pernah-ke-sana-berbahaya</guid><pubDate>Jum'at 30 Mei 2025 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/30/525/3143299/longsor-TAo8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor tambang batu alam galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Foto: Dok/Agus Warsudi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/30/525/3143299/longsor-TAo8_large.jpg</image><title>Longsor tambang batu alam galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Foto: Dok/Agus Warsudi)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pernah menyambangi tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukuh Puntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang longsor. Ia melihat, proses penambangan berbahaya karena tak memenuhi standar keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya melihat penambangan Galian C itu sangat berbahaya, tidak memenuhi unsur standar keamanan bagi para pekerjanya,&amp;quot; ujar Dedi melalui Instagramnya @dedimulyadi71, Jumat (30/5/2025).&#13;
&#13;
Namun, karena mengantongi izin operasi sejak 2020 sampai Oktober 2025. Dedi yang kala itu masih menjadi anggota DPR RI tidak punya kapasitas apa pun untuk menghentikan, maka penambangan tersebut terus berlangsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini, lokasi tambang itu longsor hingga memakan korban jiwa. Laporan sementara, 12 korban ditemukan dan sembilan orang tewas mengenaskan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendapat kabar duka, lebih dari 10 orang dimungkinkan tertimbun dalam musibah longsornya tambang tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara pria karib disapa KDM itu pun memutuskan menutup permanen usaha tambang galian C tersebut. &amp;quot;Dari sisi aspek kebijakan, saya sudah memerintahkan Kepala ESDM, dan seluruh jajaran yang hari ini sudah berada di lokasi, untuk mengambil tindakan tegas. Perusahaan itu ditutup untuk selamanya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KDM menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tersebut. Mengingat, warga yang menjadi korban sedang bekerja memenuhi kebutuhan keluarga walaupun pekerjaannya diancam bahaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sebenarnya menjadi tanggung jawab bagi pengelola tambang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
KDM mendoakan keluarga korban diberikan ketabahan dan yang meninggal diterima iman Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang mulia, di sisi Allah subhanahu wa ta&amp;#39;ala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, bahwa berusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja, karena itu merupakan tanggung jawab dari pengusaha, dan kalian harus memperhatikan aspek-aspek dampak yang akan timbulkan bagi lingkungannya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pernah menyambangi tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukuh Puntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang longsor. Ia melihat, proses penambangan berbahaya karena tak memenuhi standar keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya melihat penambangan Galian C itu sangat berbahaya, tidak memenuhi unsur standar keamanan bagi para pekerjanya,&amp;quot; ujar Dedi melalui Instagramnya @dedimulyadi71, Jumat (30/5/2025).&#13;
&#13;
Namun, karena mengantongi izin operasi sejak 2020 sampai Oktober 2025. Dedi yang kala itu masih menjadi anggota DPR RI tidak punya kapasitas apa pun untuk menghentikan, maka penambangan tersebut terus berlangsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini, lokasi tambang itu longsor hingga memakan korban jiwa. Laporan sementara, 12 korban ditemukan dan sembilan orang tewas mengenaskan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendapat kabar duka, lebih dari 10 orang dimungkinkan tertimbun dalam musibah longsornya tambang tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara pria karib disapa KDM itu pun memutuskan menutup permanen usaha tambang galian C tersebut. &amp;quot;Dari sisi aspek kebijakan, saya sudah memerintahkan Kepala ESDM, dan seluruh jajaran yang hari ini sudah berada di lokasi, untuk mengambil tindakan tegas. Perusahaan itu ditutup untuk selamanya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KDM menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tersebut. Mengingat, warga yang menjadi korban sedang bekerja memenuhi kebutuhan keluarga walaupun pekerjaannya diancam bahaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sebenarnya menjadi tanggung jawab bagi pengelola tambang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
KDM mendoakan keluarga korban diberikan ketabahan dan yang meninggal diterima iman Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang mulia, di sisi Allah subhanahu wa ta&amp;#39;ala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, bahwa berusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja, karena itu merupakan tanggung jawab dari pengusaha, dan kalian harus memperhatikan aspek-aspek dampak yang akan timbulkan bagi lingkungannya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
