<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Lahir Pancasila Pernah Dilarang Orde Baru, PDIP: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!</title><description>Hari Lahir Pancasila 1 Juni pernah tidak diakui.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143718/hari-lahir-pancasila-pernah-dilarang-orde-baru-pdip-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143718/hari-lahir-pancasila-pernah-dilarang-orde-baru-pdip-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah"/><item><title>Hari Lahir Pancasila Pernah Dilarang Orde Baru, PDIP: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143718/hari-lahir-pancasila-pernah-dilarang-orde-baru-pdip-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143718/hari-lahir-pancasila-pernah-dilarang-orde-baru-pdip-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah</guid><pubDate>Minggu 01 Juni 2025 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143718/pdip-Krmt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hari Lahir Pancasila Pernah Dilarang Orde Baru, PDIP: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143718/pdip-Krmt_large.jpg</image><title>Hari Lahir Pancasila Pernah Dilarang Orde Baru, PDIP: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Hari Lahir Pancasila 1 Juni pernah tidak diakui, dan bahkan tidak dibolehkan untuk diperingati pada masa pemerintahan rezim Orde Baru.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat,&amp;nbsp;saat menyampaikan amanat upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar di halaman masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara juga harus tahu, bahwa pada hari ini kita memperingati hari lahir Pancasila yang ke-80 secara resmi yang diakui oleh negara dan pemerintah,&amp;quot;kata Djarot yang bertindak sebagai inspektur upacara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena apa, karena sejak tahun 1970 hari lahir Pancasila tidak boleh diperingati, dan tidak diakui oleh pemerintah Orde Baru,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
Djarot menyampaikan, bahwa baru setelah 56 tahun, atau tepatnya pada tahun 2016 kemudian, Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini bisa diakui oleh negara dan Pemerintah. Sehingga, saat ini seluruh kader bisa juga turut memperingatinya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Terbukti bahwa sejarah yang dibelokkan oleh rezim orde baru telah menemukan jalannya sendiri meskipun kita harus selalu berjuang agar sejarah ini benar-benar bisa diluruskan, agar sejarah ini benar-benar bisa diketahui oleh generasi mendatang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukankah Bung Karno pernah berpesan bahwa kita jangan sekali-kali melupakan sejarah,&amp;quot; tuturnya menegaskan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah kader yang hadir dalam upacara ini diantaranya; Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDIP Rano Karno, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Adian Napitupulu, Ronny Talapesy, Wiryanti Sukamdani, Sri Rahayu, Yoseph Aryo Adhi Dharmo hingga Yuke Yurike.&#13;
&#13;
Sementara, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tampak mengikuti upacara pagi ini melalui daring.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Hari Lahir Pancasila 1 Juni pernah tidak diakui, dan bahkan tidak dibolehkan untuk diperingati pada masa pemerintahan rezim Orde Baru.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat,&amp;nbsp;saat menyampaikan amanat upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar di halaman masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara juga harus tahu, bahwa pada hari ini kita memperingati hari lahir Pancasila yang ke-80 secara resmi yang diakui oleh negara dan pemerintah,&amp;quot;kata Djarot yang bertindak sebagai inspektur upacara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena apa, karena sejak tahun 1970 hari lahir Pancasila tidak boleh diperingati, dan tidak diakui oleh pemerintah Orde Baru,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
Djarot menyampaikan, bahwa baru setelah 56 tahun, atau tepatnya pada tahun 2016 kemudian, Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini bisa diakui oleh negara dan Pemerintah. Sehingga, saat ini seluruh kader bisa juga turut memperingatinya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Terbukti bahwa sejarah yang dibelokkan oleh rezim orde baru telah menemukan jalannya sendiri meskipun kita harus selalu berjuang agar sejarah ini benar-benar bisa diluruskan, agar sejarah ini benar-benar bisa diketahui oleh generasi mendatang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukankah Bung Karno pernah berpesan bahwa kita jangan sekali-kali melupakan sejarah,&amp;quot; tuturnya menegaskan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah kader yang hadir dalam upacara ini diantaranya; Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDIP Rano Karno, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Adian Napitupulu, Ronny Talapesy, Wiryanti Sukamdani, Sri Rahayu, Yoseph Aryo Adhi Dharmo hingga Yuke Yurike.&#13;
&#13;
Sementara, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tampak mengikuti upacara pagi ini melalui daring.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
