<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ibu Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter</title><description>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143771/gunung-ibu-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143771/gunung-ibu-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter"/><item><title>Gunung Ibu Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143771/gunung-ibu-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143771/gunung-ibu-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</guid><pubDate>Minggu 01 Juni 2025 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143771/gunung_ibu-Xt4n_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Ibu (Foto: PVMBG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143771/gunung_ibu-Xt4n_large.jpg</image><title>Erupsi Gunung Ibu (Foto: PVMBG) </title></images><description>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (1/6/2025). Abu vulkanik menyembur setinggi 500 meter di atas puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi Gunung Ibu pada Minggu, 1 Juni 2025, pukul 00:51 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 1.825 m di atas permukaan laut),&amp;quot; tulis keterangan petugas pos pantau gunung Ibu, Axl Roeroe dalan keterangan, Minggu.&#13;
&#13;
Saat erupsi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 32 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan Dimin diimbau tidak beraktivitas dalam radius Km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif gunung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Seluruh pihak juga diminta agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, dengan menyebarkan narasi bohong dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Ia menyarankan masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (1/6/2025). Abu vulkanik menyembur setinggi 500 meter di atas puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi Gunung Ibu pada Minggu, 1 Juni 2025, pukul 00:51 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 1.825 m di atas permukaan laut),&amp;quot; tulis keterangan petugas pos pantau gunung Ibu, Axl Roeroe dalan keterangan, Minggu.&#13;
&#13;
Saat erupsi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 32 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan Dimin diimbau tidak beraktivitas dalam radius Km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif gunung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Seluruh pihak juga diminta agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, dengan menyebarkan narasi bohong dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Ia menyarankan masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
