<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badan Geologi: Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono Berstatus Waspada</title><description>Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Dukono berada pada status level II (Waspada).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143808/badan-geologi-aktivitas-vulkanik-gunung-dukono-berstatus-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143808/badan-geologi-aktivitas-vulkanik-gunung-dukono-berstatus-waspada"/><item><title>Badan Geologi: Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono Berstatus Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143808/badan-geologi-aktivitas-vulkanik-gunung-dukono-berstatus-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/01/337/3143808/badan-geologi-aktivitas-vulkanik-gunung-dukono-berstatus-waspada</guid><pubDate>Minggu 01 Juni 2025 22:36 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143808/gunung_dukono-G5AM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/01/337/3143808/gunung_dukono-G5AM_large.jpg</image><title>Gunung Dukono (Foto: PVMBG)</title></images><description>JAKARTA - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Dukono berada pada status level II (Waspada).&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status level II,&amp;quot; kata Kepala Badan Geologi M Wafid, Minggu (1/6/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang diperoleh, Gunung Dukono tercatat mengalami erupsi magmatik eksplosif yang cukup intensif sejak awal 2025. Frekuensi letusan harian berkisar antara 60 hingga 394 kali, dan rata-rata mencapai 227 kali per hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketinggian kolom letusan tercatat mencapai antara 200 hingga 2.500 meter di atas puncak gunung,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erupsi terbaru berlangsung dari 31 Mei hingga 1 Juni 2025. Kolom letusan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ketinggian antara 1.500 hingga 1.900 meter di atas puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Arah sebaran abu condong ke arah barat hingga barat laut, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.&amp;nbsp;Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Dukono berada pada status level II (Waspada).&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status level II,&amp;quot; kata Kepala Badan Geologi M Wafid, Minggu (1/6/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang diperoleh, Gunung Dukono tercatat mengalami erupsi magmatik eksplosif yang cukup intensif sejak awal 2025. Frekuensi letusan harian berkisar antara 60 hingga 394 kali, dan rata-rata mencapai 227 kali per hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketinggian kolom letusan tercatat mencapai antara 200 hingga 2.500 meter di atas puncak gunung,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erupsi terbaru berlangsung dari 31 Mei hingga 1 Juni 2025. Kolom letusan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ketinggian antara 1.500 hingga 1.900 meter di atas puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Arah sebaran abu condong ke arah barat hingga barat laut, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.&amp;nbsp;Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
