<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes: Varian Relatif Tidak Mematikan</title><description>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/03/337/3144364/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-menkes-varian-relatif-tidak-mematikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/03/337/3144364/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-menkes-varian-relatif-tidak-mematikan"/><item><title>Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes: Varian Relatif Tidak Mematikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/03/337/3144364/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-menkes-varian-relatif-tidak-mematikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/03/337/3144364/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-menkes-varian-relatif-tidak-mematikan</guid><pubDate>Selasa 03 Juni 2025 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/03/337/3144364/kasus_covid_19_di_indonesia_naik_menkes_varian_relatif_tidak_mematikan-ySlf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes: Varian Relatif Tidak Mematikan (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/03/337/3144364/kasus_covid_19_di_indonesia_naik_menkes_varian_relatif_tidak_mematikan-ySlf_large.jpg</image><title>Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes: Varian Relatif Tidak Mematikan (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Namun, varian Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia tidak mematikan.&#13;
&#13;
Hal tersebut diungkapkan Menkes kepada awak media usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Dia pun mengatakan telah melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu mengenai Covid, datanya seperti apa. Saya sampaikan bahwa Covid itu memang terjadi kenaikan, tapi kenaikan ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan,&amp;rdquo; tegasnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Menkes pun meminta masyarakat agar tidak khawatir dengan adanya peningkatan kasus Covid-19. &amp;ldquo;Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum bertemu Presiden Prabowo, Menkes pun telah mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih kecil. &amp;ldquo;Kita amati kalau ada di Indonesia, kenaikannya itu masih kecil sekali. Masih di puluhan, itu sudah terlihat di pusat-pusat surveilance lah ada beberapa kita kasih,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
Menkes juga mengungkapkan kasus Covid-19 di luar negeri paling banyak sub varian Omicron. Dia pun meminta agar masyarakat tidak usah khawatir dengan kenaikan kasus Covid-19.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang di luar negeri naik tapi itu varianya subvarian omicron yang big, yang biasa. Jadi harusnya nggak usah khawatir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes Widyawati pun telah mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi 72 kasus Covid-19 varian baru yang menjangkit masyarakat Indonesia sejak Januari 2025. Sebanyak 72 kasus tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan 2.160 spesimen.&#13;
&#13;
Namun, Kemenkes memastikan case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid varian baru yang terdeteksi di Indonesia rendah. Atau bisa dikatakan, Covid varian baru di Indonesia tidak menyebabkan kematian yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;72 (kasus) selama tahun 2025. (Kasus) varian baru yang tidak membuat keparahan dan kematian,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Namun, varian Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia tidak mematikan.&#13;
&#13;
Hal tersebut diungkapkan Menkes kepada awak media usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Dia pun mengatakan telah melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu mengenai Covid, datanya seperti apa. Saya sampaikan bahwa Covid itu memang terjadi kenaikan, tapi kenaikan ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan,&amp;rdquo; tegasnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Menkes pun meminta masyarakat agar tidak khawatir dengan adanya peningkatan kasus Covid-19. &amp;ldquo;Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum bertemu Presiden Prabowo, Menkes pun telah mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih kecil. &amp;ldquo;Kita amati kalau ada di Indonesia, kenaikannya itu masih kecil sekali. Masih di puluhan, itu sudah terlihat di pusat-pusat surveilance lah ada beberapa kita kasih,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
Menkes juga mengungkapkan kasus Covid-19 di luar negeri paling banyak sub varian Omicron. Dia pun meminta agar masyarakat tidak usah khawatir dengan kenaikan kasus Covid-19.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang di luar negeri naik tapi itu varianya subvarian omicron yang big, yang biasa. Jadi harusnya nggak usah khawatir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes Widyawati pun telah mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi 72 kasus Covid-19 varian baru yang menjangkit masyarakat Indonesia sejak Januari 2025. Sebanyak 72 kasus tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan 2.160 spesimen.&#13;
&#13;
Namun, Kemenkes memastikan case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid varian baru yang terdeteksi di Indonesia rendah. Atau bisa dikatakan, Covid varian baru di Indonesia tidak menyebabkan kematian yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;72 (kasus) selama tahun 2025. (Kasus) varian baru yang tidak membuat keparahan dan kematian,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
