<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Enam Warga Jabar Terpapar Covid-19, Dedi Mulyadi: Jangan Panik</title><description>- Dinas Kesahatan (Dinkes) Jabar mencatat sebanyak enam warga Jawa Barat mengidap Covid-19.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/04/525/3144651/enam-warga-jabar-terpapar-covid-19-dedi-mulyadi-jangan-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/04/525/3144651/enam-warga-jabar-terpapar-covid-19-dedi-mulyadi-jangan-panik"/><item><title>Enam Warga Jabar Terpapar Covid-19, Dedi Mulyadi: Jangan Panik</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/04/525/3144651/enam-warga-jabar-terpapar-covid-19-dedi-mulyadi-jangan-panik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/04/525/3144651/enam-warga-jabar-terpapar-covid-19-dedi-mulyadi-jangan-panik</guid><pubDate>Rabu 04 Juni 2025 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/04/525/3144651/enam_warga_jabar_terpapar_covid_dedi_mulyadi_jangan_panik-0YZP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Enam Warga Jabar Terpapar Covid-19, Dedi Mulyadi: Jangan Panik (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/04/525/3144651/enam_warga_jabar_terpapar_covid_dedi_mulyadi_jangan_panik-0YZP_large.jpg</image><title>Enam Warga Jabar Terpapar Covid-19, Dedi Mulyadi: Jangan Panik (Foto : Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Dinas Kesahatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak enam warga Jabar terpapar Covid-19. Keenam pasien Covid-19 itu dipastikan telah mendapatkan penanganan medis intensif.&#13;
&#13;
Dinkes Jabar juga memastikan, sampai saat ini tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jabar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada lonjakan kasus Covid di Jabar. Sampai saat ini enam kasus terkonfirmasi yang dilaporkan dan pasien sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik,&amp;quot; kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar Rochadi melalui pesan singkat, Rabu (4/6/2025).&#13;
&#13;
Rochadi menyatakan, Dinkes Jabar belum dapat memastikan, enam pasien Covid-19 di Jabar, apakah terpapar virus varian baru atau bukan. Yang pasti, keenam pasir terpapar karena daya tahan tubuh menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk varian baru atau bukan belum bisa dipastikan. Yang bisa dipastikan, mereka yang terpapar karena daya tahan tubuh sedang turun. Virus ini (Covid-19) tentu masih ada namun karena (masyarakat) sudah banyak yang tervaksin dan kekebalan kelompok sudah terbentuk sehingga penularan relatif rendah,&amp;quot; ujar Rochadi.&#13;
&#13;
Rochadi menuturkan, sampai saat ini, di Jabar tidak ditemukan klaster penyebaran Covid-19, seperti sekolah, perkantoran, atau tempat ibadah. &amp;quot;Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Dinkes Jabar menyiapkan fasilitas medis dan tenaga kesehatan memadai,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Disinggung soal vaksinasi ulang, Rochadi mengatakan, mungkin akan kembali dilaksnakan jika penularan Covid-19 meluas. Namun untuk itudikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).&#13;
&#13;
&amp;quot;Vaksinasi booster di Jawa Barat pada saat pandemi Covid-19 cukup tinggi. Tetapi jika terjadi penyebaran Covid-19 lebih luas dan dipandang perlu dilaksanakan vaksinasi ulang atau tambahan, kami akan konsultasi ke Kemenkes RI,&amp;quot; ucap Rochadi.&#13;
&#13;
Dedi Mulyadi Bilang Jangan Panik&#13;
&#13;
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, meminta masyarakat untuk tidak panik terkait kasus Covid-19. Meski begitu, Dedi mengimbau masyarakat waspada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kita harus mulai waspadalah hari ini. Jangan terlalu panik,&amp;quot; kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan, masyarakat pernah menghadapi masa pandemi Covid-19. Masyarakat sudah terlatih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita kan sudah terlatih menghadapi Covid-19 yang berat dulu. Intinya hari ini kita waspada, tetapi tidak boleh panik,&amp;quot; ujar KDM.&#13;
&#13;
Disinggung wajib pengguna masker, KDM menuturkan, menunggu rekomendasi Kemenkes. &amp;quot;Nanti kita lihat. Itu kan berdasarkan rekomendasi. Nanti rekomendasi Kemenkes seperti apa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Dinas Kesahatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak enam warga Jabar terpapar Covid-19. Keenam pasien Covid-19 itu dipastikan telah mendapatkan penanganan medis intensif.&#13;
&#13;
Dinkes Jabar juga memastikan, sampai saat ini tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jabar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada lonjakan kasus Covid di Jabar. Sampai saat ini enam kasus terkonfirmasi yang dilaporkan dan pasien sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik,&amp;quot; kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar Rochadi melalui pesan singkat, Rabu (4/6/2025).&#13;
&#13;
Rochadi menyatakan, Dinkes Jabar belum dapat memastikan, enam pasien Covid-19 di Jabar, apakah terpapar virus varian baru atau bukan. Yang pasti, keenam pasir terpapar karena daya tahan tubuh menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk varian baru atau bukan belum bisa dipastikan. Yang bisa dipastikan, mereka yang terpapar karena daya tahan tubuh sedang turun. Virus ini (Covid-19) tentu masih ada namun karena (masyarakat) sudah banyak yang tervaksin dan kekebalan kelompok sudah terbentuk sehingga penularan relatif rendah,&amp;quot; ujar Rochadi.&#13;
&#13;
Rochadi menuturkan, sampai saat ini, di Jabar tidak ditemukan klaster penyebaran Covid-19, seperti sekolah, perkantoran, atau tempat ibadah. &amp;quot;Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Dinkes Jabar menyiapkan fasilitas medis dan tenaga kesehatan memadai,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Disinggung soal vaksinasi ulang, Rochadi mengatakan, mungkin akan kembali dilaksnakan jika penularan Covid-19 meluas. Namun untuk itudikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).&#13;
&#13;
&amp;quot;Vaksinasi booster di Jawa Barat pada saat pandemi Covid-19 cukup tinggi. Tetapi jika terjadi penyebaran Covid-19 lebih luas dan dipandang perlu dilaksanakan vaksinasi ulang atau tambahan, kami akan konsultasi ke Kemenkes RI,&amp;quot; ucap Rochadi.&#13;
&#13;
Dedi Mulyadi Bilang Jangan Panik&#13;
&#13;
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, meminta masyarakat untuk tidak panik terkait kasus Covid-19. Meski begitu, Dedi mengimbau masyarakat waspada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kita harus mulai waspadalah hari ini. Jangan terlalu panik,&amp;quot; kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan, masyarakat pernah menghadapi masa pandemi Covid-19. Masyarakat sudah terlatih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita kan sudah terlatih menghadapi Covid-19 yang berat dulu. Intinya hari ini kita waspada, tetapi tidak boleh panik,&amp;quot; ujar KDM.&#13;
&#13;
Disinggung wajib pengguna masker, KDM menuturkan, menunggu rekomendasi Kemenkes. &amp;quot;Nanti kita lihat. Itu kan berdasarkan rekomendasi. Nanti rekomendasi Kemenkes seperti apa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
