<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Bermuatan Sembako Karam Usai Dihantam Ombak di Perairan Dungkek Sumenep</title><description>Sebuah kapal niaga bermuatan sembako, KLM. Putra Bahari GT.06, karam di perairan dangkal kolam Pelabuhan Rakyat Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/07/519/3145466/kapal-bermuatan-sembako-karam-usai-dihantam-ombak-di-perairan-dungkek-sumenep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/07/519/3145466/kapal-bermuatan-sembako-karam-usai-dihantam-ombak-di-perairan-dungkek-sumenep"/><item><title>Kapal Bermuatan Sembako Karam Usai Dihantam Ombak di Perairan Dungkek Sumenep</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/07/519/3145466/kapal-bermuatan-sembako-karam-usai-dihantam-ombak-di-perairan-dungkek-sumenep</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/07/519/3145466/kapal-bermuatan-sembako-karam-usai-dihantam-ombak-di-perairan-dungkek-sumenep</guid><pubDate>Sabtu 07 Juni 2025 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/07/519/3145466/kapal_bermuatan_sembako_karam-WZ0u_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Bermuatan Sembako Karam (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/07/519/3145466/kapal_bermuatan_sembako_karam-WZ0u_large.jpg</image><title>Kapal Bermuatan Sembako Karam (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
SUMENEP &amp;ndash; Sebuah kapal niaga bermuatan sembako, KLM. Putra Bahari GT.06, karam di perairan dangkal kolam Pelabuhan Rakyat Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setelah mengalami gangguan mesin dan dihantam ombak.&#13;
&#13;
Kejadian nahas ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB, ketika kapal yang baru saja berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dungkek, menuju Pulau Ra&amp;rsquo;as mengalami mesin mati di jarak sekitar 200 meter dari pelabuhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awak kapal sempat melego jangkar untuk menahan posisi kapal, namun gelombang cukup kuat. Jangkar tidak mampu menahan, sehingga kapal terhanyut ke perairan dangkal dan membentur karang,&amp;rdquo; jelas Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Sabtu (7/6/2025).&#13;
&#13;
Benturan dengan karang menyebabkan kebocoran pada lambung kapal. Dalam waktu kurang dari dua jam, kapal akhirnya kandas dan karam pada titik koordinat -6.9809511, 114.10203885.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih menurut AKP Widiarti, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh awak kapal berhasil selamat dan segera menyelamatkan diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Empat orang awak kapal seluruhnya selamat. Mereka adalah Sulaiman (45) selaku nahkoda, serta tiga ABK yakni Sahamo (50), Sa&amp;rsquo;id (50), dan Juhni (46). Semuanya warga Dusun Gersetan, Desa Ketupat, Kecamatan Ra&amp;rsquo;as,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapal bermuatan sembako seperti air mineral gelas, mie instan, dan karung beras. Sebagian barang muatan berhasil diamankan oleh pemilik masing-masing, namun sisanya rusak dan mengambang hingga ke pantai.&#13;
&#13;
Evakuasi kapal dilakukan mulai siang hari pukul 13.00 WIB dengan bantuan penyelam lokal dari Kecamatan Ra&amp;rsquo;as, tiga unit Alkon, dan satu kapal pendukung. Sekitar pukul 17.30 WIB, bangkai kapal berhasil ditarik ke Pelabuhan Rakyat Dungkek untuk proses perbaikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta. Kami juga telah melaksanakan olah TKP, dan mengaktifkan Tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Sumenep, BASARNAS, BPBD, dan komunitas nelayan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
SUMENEP &amp;ndash; Sebuah kapal niaga bermuatan sembako, KLM. Putra Bahari GT.06, karam di perairan dangkal kolam Pelabuhan Rakyat Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setelah mengalami gangguan mesin dan dihantam ombak.&#13;
&#13;
Kejadian nahas ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB, ketika kapal yang baru saja berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dungkek, menuju Pulau Ra&amp;rsquo;as mengalami mesin mati di jarak sekitar 200 meter dari pelabuhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awak kapal sempat melego jangkar untuk menahan posisi kapal, namun gelombang cukup kuat. Jangkar tidak mampu menahan, sehingga kapal terhanyut ke perairan dangkal dan membentur karang,&amp;rdquo; jelas Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Sabtu (7/6/2025).&#13;
&#13;
Benturan dengan karang menyebabkan kebocoran pada lambung kapal. Dalam waktu kurang dari dua jam, kapal akhirnya kandas dan karam pada titik koordinat -6.9809511, 114.10203885.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih menurut AKP Widiarti, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh awak kapal berhasil selamat dan segera menyelamatkan diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Empat orang awak kapal seluruhnya selamat. Mereka adalah Sulaiman (45) selaku nahkoda, serta tiga ABK yakni Sahamo (50), Sa&amp;rsquo;id (50), dan Juhni (46). Semuanya warga Dusun Gersetan, Desa Ketupat, Kecamatan Ra&amp;rsquo;as,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapal bermuatan sembako seperti air mineral gelas, mie instan, dan karung beras. Sebagian barang muatan berhasil diamankan oleh pemilik masing-masing, namun sisanya rusak dan mengambang hingga ke pantai.&#13;
&#13;
Evakuasi kapal dilakukan mulai siang hari pukul 13.00 WIB dengan bantuan penyelam lokal dari Kecamatan Ra&amp;rsquo;as, tiga unit Alkon, dan satu kapal pendukung. Sekitar pukul 17.30 WIB, bangkai kapal berhasil ditarik ke Pelabuhan Rakyat Dungkek untuk proses perbaikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta. Kami juga telah melaksanakan olah TKP, dan mengaktifkan Tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Sumenep, BASARNAS, BPBD, dan komunitas nelayan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
