<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Diminta Ambil Langkah Strategis Tangani Polemik Tambang Raja Ampat</title><description>Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya tengah menjadi sorotan. Sebab, lokasi tambang dianggap mengancam kelestarian lingkungan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/09/337/3145924/pemerintah-diminta-ambil-langkah-strategis-tangani-polemik-tambang-raja-ampat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/09/337/3145924/pemerintah-diminta-ambil-langkah-strategis-tangani-polemik-tambang-raja-ampat"/><item><title>Pemerintah Diminta Ambil Langkah Strategis Tangani Polemik Tambang Raja Ampat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/09/337/3145924/pemerintah-diminta-ambil-langkah-strategis-tangani-polemik-tambang-raja-ampat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/09/337/3145924/pemerintah-diminta-ambil-langkah-strategis-tangani-polemik-tambang-raja-ampat</guid><pubDate>Senin 09 Juni 2025 23:24 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/09/337/3145924/henry-sUxi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Henry Indraguna (Foto: Ist/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/09/337/3145924/henry-sUxi_large.jpg</image><title>Henry Indraguna (Foto: Ist/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya tengah menjadi sorotan. Sebab, lokasi tambang dianggap mengancam kelestarian lingkungan. Pemerintah pun diminta untuk mengambil langkah strategis dalam menyikapi persoalan tersebut.&#13;
&#13;
Ketua DPP MKGR Henry Indraguna mengatakan, izin tambang diterbitkan sebelum Bahlil Lahadalia menjabat Menteri ESDM. Ia pun mendukung kebijakan Bahlil dalam upaya menyelesaikan polemik tersebut, terutama demi kepentingan masyarakat setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tudingan terhadap Bahlil tidak berdasar dan perlu diluruskan demi menjaga objektivitas informasi publik. Saya mendorong agar pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara, termasuk dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Henry, &amp;nbsp;Senin (9/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Guru Besar Unissula Semarang itu memaklumi jika ada kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat. Di sisi lain, ia mengapresiasi Bahlil yang bergerak cepat dalam mengambil tindakan &amp;nbsp;terhadap persoalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil dalam mengelola sumber daya nasional demi sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penambangan nikel oleh PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya dihentikan sementara oleh Bahlil. Ia juga sebelumnya sempat menyambangi &amp;nbsp;PT Gag Nikel di Pulau Gag pada Sabtu 7 Juni 2025.&#13;
&#13;
Ia mengecek situasi operasi tambang. Selain itu, menindaklanjuti keresahan publik atas dampak pertambangan terhadap kawasan wisata Raja Ampat. Dikatakannya, pertambangan tidak berada dalam wilayah konservasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua elemen perlu mendukung langkah cepat yang sudah diambil pemerintah dan mengawal proses selanjutnya, agar semuanya berjalan transparan dan akuntabel untuk kebaikan masyarakat lokal, bangsa, dan negara,&amp;quot; ujar Henry.&#13;
&#13;
Henry pun kembali menegaskan, kritik yang dilontarkan salah sasaran karena pemberian izin dikeluarkan sebelum Bahlil menjabat Menteri ESDM. &amp;quot;Ada dugaan kritik terhadap Bahlil dalam persoalan ini adalah serangan balik terhadap kebijakan pemerintah, yang justru memperketat izin pertambangan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya tengah menjadi sorotan. Sebab, lokasi tambang dianggap mengancam kelestarian lingkungan. Pemerintah pun diminta untuk mengambil langkah strategis dalam menyikapi persoalan tersebut.&#13;
&#13;
Ketua DPP MKGR Henry Indraguna mengatakan, izin tambang diterbitkan sebelum Bahlil Lahadalia menjabat Menteri ESDM. Ia pun mendukung kebijakan Bahlil dalam upaya menyelesaikan polemik tersebut, terutama demi kepentingan masyarakat setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tudingan terhadap Bahlil tidak berdasar dan perlu diluruskan demi menjaga objektivitas informasi publik. Saya mendorong agar pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara, termasuk dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Henry, &amp;nbsp;Senin (9/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Guru Besar Unissula Semarang itu memaklumi jika ada kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat. Di sisi lain, ia mengapresiasi Bahlil yang bergerak cepat dalam mengambil tindakan &amp;nbsp;terhadap persoalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil dalam mengelola sumber daya nasional demi sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penambangan nikel oleh PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya dihentikan sementara oleh Bahlil. Ia juga sebelumnya sempat menyambangi &amp;nbsp;PT Gag Nikel di Pulau Gag pada Sabtu 7 Juni 2025.&#13;
&#13;
Ia mengecek situasi operasi tambang. Selain itu, menindaklanjuti keresahan publik atas dampak pertambangan terhadap kawasan wisata Raja Ampat. Dikatakannya, pertambangan tidak berada dalam wilayah konservasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua elemen perlu mendukung langkah cepat yang sudah diambil pemerintah dan mengawal proses selanjutnya, agar semuanya berjalan transparan dan akuntabel untuk kebaikan masyarakat lokal, bangsa, dan negara,&amp;quot; ujar Henry.&#13;
&#13;
Henry pun kembali menegaskan, kritik yang dilontarkan salah sasaran karena pemberian izin dikeluarkan sebelum Bahlil menjabat Menteri ESDM. &amp;quot;Ada dugaan kritik terhadap Bahlil dalam persoalan ini adalah serangan balik terhadap kebijakan pemerintah, yang justru memperketat izin pertambangan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
