<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengungsi Kebakaran Penjaringan Kekurangan Bantuan Perlengkapan Bayi</title><description>Kebakaran hebat yang melanda Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat ribuan jiwa terpaksa mengungsi. Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah membuat warganya tak sempat menyelamatkan&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/09/338/3145861/pengungsi-kebakaran-penjaringan-kekurangan-bantuan-perlengkapan-bayi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/09/338/3145861/pengungsi-kebakaran-penjaringan-kekurangan-bantuan-perlengkapan-bayi"/><item><title>Pengungsi Kebakaran Penjaringan Kekurangan Bantuan Perlengkapan Bayi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/09/338/3145861/pengungsi-kebakaran-penjaringan-kekurangan-bantuan-perlengkapan-bayi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/09/338/3145861/pengungsi-kebakaran-penjaringan-kekurangan-bantuan-perlengkapan-bayi</guid><pubDate>Senin 09 Juni 2025 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/09/338/3145861/pengungsi_korban_kebakaran_penjaringan-bP43_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi korban kebakaran Penjaringan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/09/338/3145861/pengungsi_korban_kebakaran_penjaringan-bP43_large.jpg</image><title>Pengungsi korban kebakaran Penjaringan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kebakaran hebat yang melanda Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat ribuan jiwa terpaksa mengungsi. Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah membuat warganya tak sempat menyelamatkan barang berharganya milikinya.&#13;
&#13;
Maka dari itu, warga khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi membutuhkan bantuan perlengkapan seperti pakaian, pampers, susu. Bantuan tersebut sebenarnya sudah diberikan, namun banyaknya pengungsi yang memiliki anak kecil membuat batuan tersebut terasa kurang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kurang, saya bilang kurang ya, soalnya emang satu dus (susu) itu yang 400 gram, 2-3 paling cepet sudah habis,&amp;quot; ujar Sari (33) sambil menggendong anaknya yang berusia 3 bulan di tenda pengungsian, Senin (9/6/2025).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, bahwa batuan popok bayi sebelumnya juga telah ia terima. Namun lagi-lagi, dikarenakan pertolongan yang diberikan harus dibagi kepada pengungsi lain, bantuan tersebut jadi kurang maksimal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pampers Alhamdulillah kemarin sudah dapat satu ball, bagi-bagi satu tenda, dibagi-bagi satu tenda semua. (Kurang) Pasti karenakan anak kencing, buang air besar ga bisa ditentuin,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, bantuan seperti makanan tak pernah kurang ia dapatkan. Bahkan terkadang dia melihat ada sisa bantuan yang belum dimakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau makan alhamdulillah, enggak pernah kurang, kadang lebih,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia menceritakan saat kebakaran melanda Kampung Rawa Indah pada Jumat (6/6), hanya botol susu anaknya lah yang ia bawa sambil mengevakuasi mandiri. Sementara seluruh barang berharganya milikinya di dalam rumah dilalap sijago merah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cuma baju di badan, sama botol (bayi) ini doang, sama minyak telon, selebihnya saya ga bawa. Soalnya rumah saya itu, akses jalannya cuma satu gang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kebakaran hebat yang melanda Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat ribuan jiwa terpaksa mengungsi. Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah membuat warganya tak sempat menyelamatkan barang berharganya milikinya.&#13;
&#13;
Maka dari itu, warga khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi membutuhkan bantuan perlengkapan seperti pakaian, pampers, susu. Bantuan tersebut sebenarnya sudah diberikan, namun banyaknya pengungsi yang memiliki anak kecil membuat batuan tersebut terasa kurang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kurang, saya bilang kurang ya, soalnya emang satu dus (susu) itu yang 400 gram, 2-3 paling cepet sudah habis,&amp;quot; ujar Sari (33) sambil menggendong anaknya yang berusia 3 bulan di tenda pengungsian, Senin (9/6/2025).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, bahwa batuan popok bayi sebelumnya juga telah ia terima. Namun lagi-lagi, dikarenakan pertolongan yang diberikan harus dibagi kepada pengungsi lain, bantuan tersebut jadi kurang maksimal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pampers Alhamdulillah kemarin sudah dapat satu ball, bagi-bagi satu tenda, dibagi-bagi satu tenda semua. (Kurang) Pasti karenakan anak kencing, buang air besar ga bisa ditentuin,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, bantuan seperti makanan tak pernah kurang ia dapatkan. Bahkan terkadang dia melihat ada sisa bantuan yang belum dimakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau makan alhamdulillah, enggak pernah kurang, kadang lebih,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia menceritakan saat kebakaran melanda Kampung Rawa Indah pada Jumat (6/6), hanya botol susu anaknya lah yang ia bawa sambil mengevakuasi mandiri. Sementara seluruh barang berharganya milikinya di dalam rumah dilalap sijago merah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cuma baju di badan, sama botol (bayi) ini doang, sama minyak telon, selebihnya saya ga bawa. Soalnya rumah saya itu, akses jalannya cuma satu gang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
