<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biadab! Pasutri Aniaya Bayi 2 Tahun hingga Tewas dan Divideokan Sambil Tertawa</title><description>Pengakuan pelaku menganiaya karena korban rewel.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/15/340/3147587/biadab-pasutri-aniaya-bayi-2-tahun-hingga-tewas-dan-divideokan-sambil-tertawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/15/340/3147587/biadab-pasutri-aniaya-bayi-2-tahun-hingga-tewas-dan-divideokan-sambil-tertawa"/><item><title>Biadab! Pasutri Aniaya Bayi 2 Tahun hingga Tewas dan Divideokan Sambil Tertawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/15/340/3147587/biadab-pasutri-aniaya-bayi-2-tahun-hingga-tewas-dan-divideokan-sambil-tertawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/15/340/3147587/biadab-pasutri-aniaya-bayi-2-tahun-hingga-tewas-dan-divideokan-sambil-tertawa</guid><pubDate>Minggu 15 Juni 2025 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/15/340/3147587/pembunuhan-Zs9p_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biadab! Pasutri Aniaya Bayi 2 Tahun hingga Tewas dan Divideokan Sambil Tertawa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/15/340/3147587/pembunuhan-Zs9p_large.jpg</image><title>Biadab! Pasutri Aniaya Bayi 2 Tahun hingga Tewas dan Divideokan Sambil Tertawa/Okezone</title></images><description>PEKANBARU- Seorang bayi berusia dua tahun di Kuantan Tengah,&amp;nbsp;Kabupaten Kuantan Singingi, Riau tewas dengan cara mengenaskan. Korban berinisal ZR dibunuh oleh pasangan suami istri (pasutri) yang mengasuh korban.&#13;
&#13;
Polres Kuansing berhasil mengungkap kasus ini serta menangkap AY (28) dan DP (24) yang merupakan pasangan suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada awalnya kedua pelaku sempat mencoba mengelabui keluarga korban. Pelaku mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan dan dirawat di RSUD Teluk Kuantan,&amp;rdquo; ujar Kapolres Kuansing, AKBP Angga F Herlambang, Minggu (15/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setibanya di rumah sakit, korban mendapat perawatan intensif, tetapi meninggal dunia pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 16.00 WIB,&amp;quot; lanjut Angga.&#13;
&#13;
Setelah mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan karena pihak keluarga curiga atas kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini ditambah lagi dengan kecurigaan pihak rumah sakit dengan kondisi tubuh korban,&amp;rdquo; tutup Angga.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Shilton menambahkan, polisi membongkar kasus ini &amp;nbsp;setelah mendapat persetujuan. Selanjutnya, jasad korban diautopsi dan saat ini sudah keluar hasilnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil pemeriksaan didapat luka pada bagian kepala belakang dan depan akibat benda tumpul. Kemudian luka di leher, luka di tangan dan di kaki. Sebelum tewas korban dianiaya,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, polisi menyita rekamanan pelaku yang mengabadikan penganiayaan bayi malang tersebut. Dalam rekaman terlihat juga mulut dan kaki korban dilakban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahkan terlihat juga dari video yang sudah beredar. Pelaku hanya tertawa saat melakukan aksinya,&amp;quot;imbuhnya.&#13;
&#13;
Kasus ini kata dia bermula pada 23 Mei 2025, dimana ibu korban S menitipkan anaknya kepada pelaku.&#13;
&#13;
Pasalnya, ibu korban dan pelaku merupakan tetangga dan sudah biasa menitipkan anak. Saat itu, ibu korban pergi lama karena ada keperluan. Belakangan ternyata korban dianiaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuan pelaku, menganiaya karena korban rewel. Tapi itu pembelaaan pelaku saja,&amp;quot; tukasnya.&#13;
</description><content:encoded>PEKANBARU- Seorang bayi berusia dua tahun di Kuantan Tengah,&amp;nbsp;Kabupaten Kuantan Singingi, Riau tewas dengan cara mengenaskan. Korban berinisal ZR dibunuh oleh pasangan suami istri (pasutri) yang mengasuh korban.&#13;
&#13;
Polres Kuansing berhasil mengungkap kasus ini serta menangkap AY (28) dan DP (24) yang merupakan pasangan suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada awalnya kedua pelaku sempat mencoba mengelabui keluarga korban. Pelaku mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan dan dirawat di RSUD Teluk Kuantan,&amp;rdquo; ujar Kapolres Kuansing, AKBP Angga F Herlambang, Minggu (15/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setibanya di rumah sakit, korban mendapat perawatan intensif, tetapi meninggal dunia pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 16.00 WIB,&amp;quot; lanjut Angga.&#13;
&#13;
Setelah mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan karena pihak keluarga curiga atas kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini ditambah lagi dengan kecurigaan pihak rumah sakit dengan kondisi tubuh korban,&amp;rdquo; tutup Angga.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Shilton menambahkan, polisi membongkar kasus ini &amp;nbsp;setelah mendapat persetujuan. Selanjutnya, jasad korban diautopsi dan saat ini sudah keluar hasilnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil pemeriksaan didapat luka pada bagian kepala belakang dan depan akibat benda tumpul. Kemudian luka di leher, luka di tangan dan di kaki. Sebelum tewas korban dianiaya,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, polisi menyita rekamanan pelaku yang mengabadikan penganiayaan bayi malang tersebut. Dalam rekaman terlihat juga mulut dan kaki korban dilakban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahkan terlihat juga dari video yang sudah beredar. Pelaku hanya tertawa saat melakukan aksinya,&amp;quot;imbuhnya.&#13;
&#13;
Kasus ini kata dia bermula pada 23 Mei 2025, dimana ibu korban S menitipkan anaknya kepada pelaku.&#13;
&#13;
Pasalnya, ibu korban dan pelaku merupakan tetangga dan sudah biasa menitipkan anak. Saat itu, ibu korban pergi lama karena ada keperluan. Belakangan ternyata korban dianiaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuan pelaku, menganiaya karena korban rewel. Tapi itu pembelaaan pelaku saja,&amp;quot; tukasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
