<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sidang TNI Tembak Mati 3 Polisi, Ini Pengakuan Peltu Lubis Soal Ide Buka Sabung Ayam</title><description>Sidang pembunuhan tiga polisi mendengarkan keterangan Kopda Bazarsah dan terdakwa Peltu Yun Heri Lubis.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/16/610/3147779/sidang-tni-tembak-mati-3-polisi-ini-pengakuan-peltu-lubis-soal-ide-buka-sabung-ayam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/16/610/3147779/sidang-tni-tembak-mati-3-polisi-ini-pengakuan-peltu-lubis-soal-ide-buka-sabung-ayam"/><item><title>Sidang TNI Tembak Mati 3 Polisi, Ini Pengakuan Peltu Lubis Soal Ide Buka Sabung Ayam</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/16/610/3147779/sidang-tni-tembak-mati-3-polisi-ini-pengakuan-peltu-lubis-soal-ide-buka-sabung-ayam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/16/610/3147779/sidang-tni-tembak-mati-3-polisi-ini-pengakuan-peltu-lubis-soal-ide-buka-sabung-ayam</guid><pubDate>Senin 16 Juni 2025 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Febriansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/16/610/3147779/peltu_lubis-QCVL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terdakwa penembak mati tiga polisi, Peltu Yun Heri Lubis/Foto: Dede Febriansyah-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/16/610/3147779/peltu_lubis-QCVL_large.jpg</image><title>Terdakwa penembak mati tiga polisi, Peltu Yun Heri Lubis/Foto: Dede Febriansyah-Okezone</title></images><description>PALEMBANG - Sidang kasus oknum TNI tembak mati tiga polisi saat penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung kembali dilanjutkan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (16/6/2025). Sidang kali ini mendengarkan keterangan Kopda Bazarsah dan terdakwa Peltu Yun Heri Lubis.&#13;
&#13;
Dalam persidangan, Peltu Lubis mengaku yang memiliki ide pertama kali membuka judi sabung ayam dan dadu kuncang (koprok) adalah terdakwa Bazarsah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang punya ide duluan Kopda Bazarsah komandan. Bilangnya &amp;#39;bang kita buka gelanggang&amp;#39;. Saya setuju, terus kami buka gelanggang sabung ayam dan koprok. Empat kali pindah komandan, karena warga merasa terganggu banyak kendaraan parkir. Ya pokoknya merasa terganggu,&amp;quot; ujar Lubis saat ditanya Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto.&#13;
&#13;
Setelah berpindah-pindah, akhirnya tempat arena judi itu kembali ke kawasan Umbul Naga, Desa Karang Manik, Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa kamu kembali lagi ke Umbul Naga?, katanya sepi ?,&amp;quot; tanya Hakim Ketua.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena yang punya lahan mengizinkan komandan, &amp;quot; jawab saksi Lubis.&#13;
&#13;
Lubis mengaku menerima uang hasil keuntungan judi koprok senilai Rp300 ribu dan meminta uang bagian hasil dari judi sabung ayam dari Kopda Bazarsah senilai Rp200 ribu-Rp300 ribu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sabung ayam saya tidak dapat bagian komandan, kadang saya suka minta ke terdakwa Bazarsah Rp200 ribu sampai Rp300 ribu setiap kali buka,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Majelis hakim yang ragu dengan pernyataan Lubis langsung bertanya kembali sebab dalam dakwaan keuntungan judi sabung ayam dibagi bersama Kopda Bazarsah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu itu komandan masa dak dapat duit?,&amp;quot; tanya Hakim Ketua lagi.&#13;
&#13;
Lalu dijawab lagi oleh Peltu Lubis, ia hanya menjelaskan tentang keuntungan yang diterima dari judi koprok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siap, pembagiannya koprok kalau ada yang datang lalu pasang tempat. Setiap tempat ada orangnya yang sewa total delapan 8 orang. Kalau sepi saya dapat Rp300 ribu, kalau ramai Rp1 juta. Itu setiap sekali buka komandan, sampai selesai,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>PALEMBANG - Sidang kasus oknum TNI tembak mati tiga polisi saat penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung kembali dilanjutkan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (16/6/2025). Sidang kali ini mendengarkan keterangan Kopda Bazarsah dan terdakwa Peltu Yun Heri Lubis.&#13;
&#13;
Dalam persidangan, Peltu Lubis mengaku yang memiliki ide pertama kali membuka judi sabung ayam dan dadu kuncang (koprok) adalah terdakwa Bazarsah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang punya ide duluan Kopda Bazarsah komandan. Bilangnya &amp;#39;bang kita buka gelanggang&amp;#39;. Saya setuju, terus kami buka gelanggang sabung ayam dan koprok. Empat kali pindah komandan, karena warga merasa terganggu banyak kendaraan parkir. Ya pokoknya merasa terganggu,&amp;quot; ujar Lubis saat ditanya Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto.&#13;
&#13;
Setelah berpindah-pindah, akhirnya tempat arena judi itu kembali ke kawasan Umbul Naga, Desa Karang Manik, Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa kamu kembali lagi ke Umbul Naga?, katanya sepi ?,&amp;quot; tanya Hakim Ketua.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena yang punya lahan mengizinkan komandan, &amp;quot; jawab saksi Lubis.&#13;
&#13;
Lubis mengaku menerima uang hasil keuntungan judi koprok senilai Rp300 ribu dan meminta uang bagian hasil dari judi sabung ayam dari Kopda Bazarsah senilai Rp200 ribu-Rp300 ribu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sabung ayam saya tidak dapat bagian komandan, kadang saya suka minta ke terdakwa Bazarsah Rp200 ribu sampai Rp300 ribu setiap kali buka,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Majelis hakim yang ragu dengan pernyataan Lubis langsung bertanya kembali sebab dalam dakwaan keuntungan judi sabung ayam dibagi bersama Kopda Bazarsah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu itu komandan masa dak dapat duit?,&amp;quot; tanya Hakim Ketua lagi.&#13;
&#13;
Lalu dijawab lagi oleh Peltu Lubis, ia hanya menjelaskan tentang keuntungan yang diterima dari judi koprok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siap, pembagiannya koprok kalau ada yang datang lalu pasang tempat. Setiap tempat ada orangnya yang sewa total delapan 8 orang. Kalau sepi saya dapat Rp300 ribu, kalau ramai Rp1 juta. Itu setiap sekali buka komandan, sampai selesai,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
