<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag Sebut Ada 34,6 Juta Pasangan Tidak Miliki Buku Nikah</title><description>Jumlah ini berdasarkan Data Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) 2021.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3148928/kemenag-sebut-ada-34-6-juta-pasangan-tidak-miliki-buku-nikah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3148928/kemenag-sebut-ada-34-6-juta-pasangan-tidak-miliki-buku-nikah"/><item><title>Kemenag Sebut Ada 34,6 Juta Pasangan Tidak Miliki Buku Nikah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3148928/kemenag-sebut-ada-34-6-juta-pasangan-tidak-miliki-buku-nikah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3148928/kemenag-sebut-ada-34-6-juta-pasangan-tidak-miliki-buku-nikah</guid><pubDate>Jum'at 20 Juni 2025 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dilla Nur Fadhilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/20/337/3148928/kemenag-Jzls_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenag Sebut Ada 34,6 Juta Pasangan Tidak Miliki Buku Nikah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/20/337/3148928/kemenag-Jzls_large.jpg</image><title>Kemenag Sebut Ada 34,6 Juta Pasangan Tidak Miliki Buku Nikah</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 34,6 juta pasangan di seluruh Indonesia tidak memiliki buku nikah. Jumlah ini berdasarkan Data Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) tahun 2021.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan, pernikahan tanpa pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki banyak risiko, terutama bagi perempuan dan anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngakunya suami istri, tapi belum memiliki akta nikah, mungkin ada banyak persoalan yang mereka hadapi. Kami menduga ada faktor ekonomi dan literasi,&amp;quot; ujar Abu Rokhmad, di Jakarta, Jumat (20/6/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, jika terjadi perceraian, maka yang akan dirugikan adalah pihak perempuan karena tidak bisa menuntut hak yang seharusnya diberikan suami. Pengadilan Agama juga tidak bisa memproses perceraian apabila pernikahan tidak tercatat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti soal anak apalagi, sekarang anak dibutuhkan akta kelahiran. Penerbitan akta kelahiran selalu didasarkan pada buku nikah,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pasangan yang tidak memiliki buku nikah, Kemenag akan menggelar Gerakan Sadar Pencatatan Nikah yang menjadi rangkaian perayaan 1 Muharam 1447 Hijriah.&#13;
&#13;
Gerakan Pencatatan Nikah akan digelar di Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu 6 Juli 2025 bersama Tokoh Agama Habib Jafar Al Hadar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita semua tahu kalau terjadi perceraian, maka yang akan menanggung semuanya istri atau mantan istri, dan terutama anak-anak. Maka kita berupaya bagaimana menjaga keluarga utuh, sakinah, mawadah, dan warrahmah,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Abu Rokhmad menambahkan,&amp;nbsp;nantinya akan ada sepuluh kegiatan besar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025.&#13;
&#13;
Peringatan tahun baru Islam tahun ini mengambil tema &amp;quot;Damai Bersama Manusia dan Alam&amp;quot; yang mencerminkan semangat spiritualitas sekaligus ajakan hidup harmonis dengan sesama dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun ini kami ingin menyambut 1 Muharram dengan cara berbeda, tidak sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum spiritual nasional,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 34,6 juta pasangan di seluruh Indonesia tidak memiliki buku nikah. Jumlah ini berdasarkan Data Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) tahun 2021.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan, pernikahan tanpa pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki banyak risiko, terutama bagi perempuan dan anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngakunya suami istri, tapi belum memiliki akta nikah, mungkin ada banyak persoalan yang mereka hadapi. Kami menduga ada faktor ekonomi dan literasi,&amp;quot; ujar Abu Rokhmad, di Jakarta, Jumat (20/6/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, jika terjadi perceraian, maka yang akan dirugikan adalah pihak perempuan karena tidak bisa menuntut hak yang seharusnya diberikan suami. Pengadilan Agama juga tidak bisa memproses perceraian apabila pernikahan tidak tercatat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti soal anak apalagi, sekarang anak dibutuhkan akta kelahiran. Penerbitan akta kelahiran selalu didasarkan pada buku nikah,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pasangan yang tidak memiliki buku nikah, Kemenag akan menggelar Gerakan Sadar Pencatatan Nikah yang menjadi rangkaian perayaan 1 Muharam 1447 Hijriah.&#13;
&#13;
Gerakan Pencatatan Nikah akan digelar di Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu 6 Juli 2025 bersama Tokoh Agama Habib Jafar Al Hadar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita semua tahu kalau terjadi perceraian, maka yang akan menanggung semuanya istri atau mantan istri, dan terutama anak-anak. Maka kita berupaya bagaimana menjaga keluarga utuh, sakinah, mawadah, dan warrahmah,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Abu Rokhmad menambahkan,&amp;nbsp;nantinya akan ada sepuluh kegiatan besar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025.&#13;
&#13;
Peringatan tahun baru Islam tahun ini mengambil tema &amp;quot;Damai Bersama Manusia dan Alam&amp;quot; yang mencerminkan semangat spiritualitas sekaligus ajakan hidup harmonis dengan sesama dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun ini kami ingin menyambut 1 Muharram dengan cara berbeda, tidak sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum spiritual nasional,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
