<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Induk Nuklir AS Menghilang di Laut Indonesia saat Perang Iran-Israel, Mabes TNI Buka Suara</title><description>Hal ini memicu spekulasi mengenai misi militer yang sedang dijalankan kapal tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3149047/kapal-induk-nuklir-as-menghilang-di-laut-indonesia-saat-perang-iran-israel-mabes-tni-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3149047/kapal-induk-nuklir-as-menghilang-di-laut-indonesia-saat-perang-iran-israel-mabes-tni-buka-suara"/><item><title>Kapal Induk Nuklir AS Menghilang di Laut Indonesia saat Perang Iran-Israel, Mabes TNI Buka Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3149047/kapal-induk-nuklir-as-menghilang-di-laut-indonesia-saat-perang-iran-israel-mabes-tni-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/20/337/3149047/kapal-induk-nuklir-as-menghilang-di-laut-indonesia-saat-perang-iran-israel-mabes-tni-buka-suara</guid><pubDate>Jum'at 20 Juni 2025 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/20/337/3149047/viral-s5mo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Induk Nuklir AS Menghilang di Laut Indonesia saat Perang Iran-Israel, Mabes TNI Buka Suara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/20/337/3149047/viral-s5mo_large.jpg</image><title>Kapal Induk Nuklir AS Menghilang di Laut Indonesia saat Perang Iran-Israel, Mabes TNI Buka Suara</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68) dilaporkan mematikan transpondernya dan berhenti mengirimkan sinyal lokasi. Kapal bertenaga nuklir tersebut sebelumnya terdeteksi berlayar di Laut Natuna Utara dan diduga bergerak menuju wilayah Timur Tengah.&#13;
&#13;
Hal ini memicu spekulasi mengenai misi&amp;nbsp;yang sedang dijalankan kapal tersebut, di tengah perang Iran dan Israel yang semakin meluas.&#13;
&#13;
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan, Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz, sedang melintas dari Laut China Selatan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan melanjutkan pelayarannya ke Samudera Hindia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapal tersebut berlayar di Selat Malaka dengan menggunakan Hak Lintas Transit,&amp;rdquo; ujar Kristomei Sianturi dalam keterangannya kepada Okezone, Jumat (20/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, maka kapal-kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas tanpa harus meminta izin kepada negara pantai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama tetap mematuhi aturan pelayaran internasional dan tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
TNI &amp;nbsp;kata dia senantiasa memantau setiap aktivitas pelayaran asing di wilayah yurisdiksi nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh satuan TNI yang terkait tetap siaga dan melakukan koordinasi dalam rangka menjamin stabilitas dan kepentingan nasional di wilayah perairan strategis tersebut,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68) dilaporkan mematikan transpondernya dan berhenti mengirimkan sinyal lokasi. Kapal bertenaga nuklir tersebut sebelumnya terdeteksi berlayar di Laut Natuna Utara dan diduga bergerak menuju wilayah Timur Tengah.&#13;
&#13;
Hal ini memicu spekulasi mengenai misi&amp;nbsp;yang sedang dijalankan kapal tersebut, di tengah perang Iran dan Israel yang semakin meluas.&#13;
&#13;
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan, Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz, sedang melintas dari Laut China Selatan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan melanjutkan pelayarannya ke Samudera Hindia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapal tersebut berlayar di Selat Malaka dengan menggunakan Hak Lintas Transit,&amp;rdquo; ujar Kristomei Sianturi dalam keterangannya kepada Okezone, Jumat (20/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, maka kapal-kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas tanpa harus meminta izin kepada negara pantai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama tetap mematuhi aturan pelayaran internasional dan tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
TNI &amp;nbsp;kata dia senantiasa memantau setiap aktivitas pelayaran asing di wilayah yurisdiksi nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh satuan TNI yang terkait tetap siaga dan melakukan koordinasi dalam rangka menjamin stabilitas dan kepentingan nasional di wilayah perairan strategis tersebut,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
