<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Dasco: Jangan Menuduh Ada Kepentingan Penguasa</title><description>Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pada seluruh pihak untuk tidak menuduh ada kepentingan penguasa, dalam proyek penulisan ulang sejarah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/24/337/3149890/soal-proyek-penulisan-ulang-sejarah-dasco-jangan-menuduh-ada-kepentingan-penguasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/24/337/3149890/soal-proyek-penulisan-ulang-sejarah-dasco-jangan-menuduh-ada-kepentingan-penguasa"/><item><title>Soal Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Dasco: Jangan Menuduh Ada Kepentingan Penguasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/24/337/3149890/soal-proyek-penulisan-ulang-sejarah-dasco-jangan-menuduh-ada-kepentingan-penguasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/24/337/3149890/soal-proyek-penulisan-ulang-sejarah-dasco-jangan-menuduh-ada-kepentingan-penguasa</guid><pubDate>Selasa 24 Juni 2025 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/24/337/3149890/wakil_ketua_dpr_sufmi_dasco-guVz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/24/337/3149890/wakil_ketua_dpr_sufmi_dasco-guVz_large.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pada seluruh pihak untuk tidak menuduh ada kepentingan penguasa, dalam proyek penulisan ulang sejarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pernyataan itu, dilontarkan Dasco merespon adanya anggapan adanya kepentingan penguasa dari proyek penulisan ulang sejarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan menuduh ada kepentingan dari penguasa, kan, itu baru akan didalami oleh Komisi X. Nah setelah didalami baru diambil kesimpulan jangan diambil kesimpulan sekarang?&amp;quot; terang Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini mengatakan, dirinya telah mendengar bahwa Komisi X DPR RI akan memanggil Menteri Kebudayaan, Fadli Zon untuk mendalami proyek penulisan sejarah ulang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komisi terkait saya dengar akan meminta menteri yang bersangkutan untuk memberikan keterangan di DPR. Saya pikir itu bagus, untuk menclearkan hal-hal yang kemudian menjadi polemik di masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, anggaran untuk proyek penulisan ulang sejarah mencapai Rp9 miliar. Menurutnya, nilai anggaran tersebut tidak terlalu banyak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proyek penulisan ulang sejarah akan berbentuk buku dengan 10 jilid pembagian periodesasi sejarah. Sedianya, buku itu akan diluncurkan bertepatan HUT ke-80 RI yang jatuh pada 17 Agustus 2025.&#13;
&#13;
Sedianya, dalam proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 113 penulis yang berlatar belakang sejarawan, akademisi, arkeolog hingga ilmuwan humaniora lainnya. Proyek ini ditujukan untuk membuat sejarah versi Indonesia sentris.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pada seluruh pihak untuk tidak menuduh ada kepentingan penguasa, dalam proyek penulisan ulang sejarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pernyataan itu, dilontarkan Dasco merespon adanya anggapan adanya kepentingan penguasa dari proyek penulisan ulang sejarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan menuduh ada kepentingan dari penguasa, kan, itu baru akan didalami oleh Komisi X. Nah setelah didalami baru diambil kesimpulan jangan diambil kesimpulan sekarang?&amp;quot; terang Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini mengatakan, dirinya telah mendengar bahwa Komisi X DPR RI akan memanggil Menteri Kebudayaan, Fadli Zon untuk mendalami proyek penulisan sejarah ulang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komisi terkait saya dengar akan meminta menteri yang bersangkutan untuk memberikan keterangan di DPR. Saya pikir itu bagus, untuk menclearkan hal-hal yang kemudian menjadi polemik di masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, anggaran untuk proyek penulisan ulang sejarah mencapai Rp9 miliar. Menurutnya, nilai anggaran tersebut tidak terlalu banyak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proyek penulisan ulang sejarah akan berbentuk buku dengan 10 jilid pembagian periodesasi sejarah. Sedianya, buku itu akan diluncurkan bertepatan HUT ke-80 RI yang jatuh pada 17 Agustus 2025.&#13;
&#13;
Sedianya, dalam proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 113 penulis yang berlatar belakang sejarawan, akademisi, arkeolog hingga ilmuwan humaniora lainnya. Proyek ini ditujukan untuk membuat sejarah versi Indonesia sentris.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
