<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penipuan Fake BTS, Begini Modus Licik Warga Malaysia Sebarkan 15 Ribu SMS Blasting</title><description>Namun, seorang lainnya yang juga WN Malaysia LW (35) berstatus DPO.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/24/338/3150011/penipuan-fake-bts-begini-modus-licik-warga-malaysia-sebarkan-15-ribu-sms-blasting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/24/338/3150011/penipuan-fake-bts-begini-modus-licik-warga-malaysia-sebarkan-15-ribu-sms-blasting"/><item><title>Penipuan Fake BTS, Begini Modus Licik Warga Malaysia Sebarkan 15 Ribu SMS Blasting</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/24/338/3150011/penipuan-fake-bts-begini-modus-licik-warga-malaysia-sebarkan-15-ribu-sms-blasting</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/24/338/3150011/penipuan-fake-bts-begini-modus-licik-warga-malaysia-sebarkan-15-ribu-sms-blasting</guid><pubDate>Selasa 24 Juni 2025 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/24/338/3150011/penipuan-H1P5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penipuan Fake BTS, Begini Modus Licik Warga Malaysia Sebarkan 15 Ribu SMS Blasting</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/24/338/3150011/penipuan-H1P5_large.jpg</image><title>Penipuan Fake BTS, Begini Modus Licik Warga Malaysia Sebarkan 15 Ribu SMS Blasting</title></images><description>JAKARTA -Polda Metro Jaya membongkar kasus phising dengan modus fake BTS di Jakarta dengan pelaku asal&amp;nbsp;Malaysia, yakni OKH (53) dan CY (29). Pelaku mengirimkan 15 ribu sms blasting dan sudah ada 4 orang korban sejak berada di Indonesia.&#13;
&#13;
Dalam kasus penipuan online terdapat tiga pelaku. Namun, seorang lainnya yang juga WN Malaysia LW (35) berstatus DPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan yang kita terima dari salah satu bank yang ada, itu kurang lebih 15 ribu orang yang sudah menerima SMS dan melakukan pengaduan,&amp;quot; ujar Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon pada wartawan, Selasa (24/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang diterima polisi, sebanyak 15 ribu warga Indonesia telah mendapat blasting SMS dari pelaku. Dari belasan ribu orang penerima SMS itu, ada 4 orang yang uangnya dikuras pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terdata dengan modus operandi seperti ini, baru ada 4 laporan polisi yang kami terima, total kerugiannya kurang lebih Rp 200 juta. Kan tidak semua orang yang menerima SMS melakukan, tertarik untuk klik link dan mengisi identitas,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kedua pelaku, OKH dan CY berada di Indonesia sejak bulan Februari 2025 lalu, yang mana melakukan modusnya melakukan perjalanan liburan atau traveller.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keduanya menjalankan tugas sebagai pelaksana, yakni melakukan blasting SMS menggunakan peralatan yang telah diseting di sebuah mobil oleh tersangka LW.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasannya mereka (OKH dan CY) ketemu (otak pelaku) di tempat hiburan malam, terus dipanggil, diajak bekerja, tertarik dengan gaji yang cukup menurut mereka akhirnya mereka berangkat ke Indonesia,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -Polda Metro Jaya membongkar kasus phising dengan modus fake BTS di Jakarta dengan pelaku asal&amp;nbsp;Malaysia, yakni OKH (53) dan CY (29). Pelaku mengirimkan 15 ribu sms blasting dan sudah ada 4 orang korban sejak berada di Indonesia.&#13;
&#13;
Dalam kasus penipuan online terdapat tiga pelaku. Namun, seorang lainnya yang juga WN Malaysia LW (35) berstatus DPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan yang kita terima dari salah satu bank yang ada, itu kurang lebih 15 ribu orang yang sudah menerima SMS dan melakukan pengaduan,&amp;quot; ujar Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon pada wartawan, Selasa (24/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang diterima polisi, sebanyak 15 ribu warga Indonesia telah mendapat blasting SMS dari pelaku. Dari belasan ribu orang penerima SMS itu, ada 4 orang yang uangnya dikuras pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terdata dengan modus operandi seperti ini, baru ada 4 laporan polisi yang kami terima, total kerugiannya kurang lebih Rp 200 juta. Kan tidak semua orang yang menerima SMS melakukan, tertarik untuk klik link dan mengisi identitas,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kedua pelaku, OKH dan CY berada di Indonesia sejak bulan Februari 2025 lalu, yang mana melakukan modusnya melakukan perjalanan liburan atau traveller.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keduanya menjalankan tugas sebagai pelaksana, yakni melakukan blasting SMS menggunakan peralatan yang telah diseting di sebuah mobil oleh tersangka LW.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasannya mereka (OKH dan CY) ketemu (otak pelaku) di tempat hiburan malam, terus dipanggil, diajak bekerja, tertarik dengan gaji yang cukup menurut mereka akhirnya mereka berangkat ke Indonesia,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
