<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Eksekusi Mati &amp;lsquo;Pembunuh Twitter&amp;rsquo;, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi 9 Korban </title><description>Shiraishi tertangkap pada 2017 setelah polisi menemukan potongan-potongan tubuh korban di rumahnya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/27/18/3150774/jepang-eksekusi-mati-lsquo-pembunuh-twitter-rsquo-pelaku-pembunuhan-dan-mutilasi-9-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/27/18/3150774/jepang-eksekusi-mati-lsquo-pembunuh-twitter-rsquo-pelaku-pembunuhan-dan-mutilasi-9-korban"/><item><title>Jepang Eksekusi Mati &amp;lsquo;Pembunuh Twitter&amp;rsquo;, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi 9 Korban </title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/27/18/3150774/jepang-eksekusi-mati-lsquo-pembunuh-twitter-rsquo-pelaku-pembunuhan-dan-mutilasi-9-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/27/18/3150774/jepang-eksekusi-mati-lsquo-pembunuh-twitter-rsquo-pelaku-pembunuhan-dan-mutilasi-9-korban</guid><pubDate>Jum'at 27 Juni 2025 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/27/18/3150774/jepang_eksekusi_mati_pembunuh_twitter_takahiro_shirashi-YcR9_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jepang eksekusi mati Pembunuh Twitter Takahiro Shirashi. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/27/18/3150774/jepang_eksekusi_mati_pembunuh_twitter_takahiro_shirashi-YcR9_large.jpeg</image><title>Jepang eksekusi mati Pembunuh Twitter Takahiro Shirashi. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA - Jepang melaksanakan ekskusi mati pertamanya sejak 2022 pada Jumat, (27/6/2025) eksekusi ini dilaksanakan terhadap pembunuh berantai Takahiro Shirashi, yang membunuh dan memutilasi sembilan orang pada 2017,.&#13;
&#13;
Shiraishi, yang dijuluki &amp;quot;pembunuh Twitter&amp;quot;, menggemparkan Jepang setelah kejahatannya terungkap dan memicu perdebatan tentang bagaimana bunuh diri dibahas secara daring.&#13;
&#13;
Dilansir BBC, Shiraishi melakukan aksinya dengan merayu para korbannya - kebanyakan dari mereka adalah wanita muda berusia antara 15 dan 26 tahun - ke apartemennya, sebelum mencekik dan memotong-motong tubuh mereka.&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut terungkap pada Oktober 2017, ketika polisi menemukan potongan-potongan tubuh di kota Zama, dekat Tokyo, ketika mereka sedang mencari salah satu korban.&#13;
&#13;
Shiraishi kemudian mengakui telah membunuh sembilan korban yang ingin bunuh diri dan mengungkapkan bahwa ia berkenalan dengan mereka di Twitter, platform media sosial yang sekarang dikenal sebagai X.&#13;
&#13;
Ia kemudian memberi tahu mereka bahwa ia dapat membantu mereka mati, dan dalam beberapa kasus mengklaim bahwa ia akan bunuh diri bersama mereka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Profil Twitter-nya memuat kata-kata: &amp;quot;Saya ingin membantu orang-orang yang benar-benar menderita. Silakan DM (pesan langsung) saya kapan saja.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sembilan mayat yang terpotong-potong ditemukan di dalam pendingin dan kotak peralatan ketika petugas mengunjungi flatnya, yang dijuluki oleh media sebagai &amp;quot;rumah horor&amp;quot;.&#13;
&#13;
Sementara jaksa menuntut hukuman mati untuk Shiraishi, pengacaranya mengajukan tuntutan yang lebih ringan yaitu &amp;quot;pembunuhan dengan persetujuan&amp;quot;, dengan mengklaim bahwa korbannya telah memberikan izin untuk dibunuh.&#13;
&#13;
Mereka juga meminta penilaian terhadap kondisi mentalnya.&#13;
&#13;
Shiraishi kemudian membantah versi kejadian dari tim pembelanya sendiri dan mengatakan bahwa ia membunuh tanpa persetujuan korban.&#13;
&#13;
Ratusan orang datang ke sidang putusannya pada Desember 2020, ketika ia dijatuhi hukuman mati.&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut juga mendorong perubahan oleh Twitter, yang mengubah peraturannya dengan menyatakan bahwa pengguna tidak boleh &amp;quot;mempromosikan atau mendorong bunuh diri atau menyakiti diri sendiri&amp;quot;.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Jepang melaksanakan ekskusi mati pertamanya sejak 2022 pada Jumat, (27/6/2025) eksekusi ini dilaksanakan terhadap pembunuh berantai Takahiro Shirashi, yang membunuh dan memutilasi sembilan orang pada 2017,.&#13;
&#13;
Shiraishi, yang dijuluki &amp;quot;pembunuh Twitter&amp;quot;, menggemparkan Jepang setelah kejahatannya terungkap dan memicu perdebatan tentang bagaimana bunuh diri dibahas secara daring.&#13;
&#13;
Dilansir BBC, Shiraishi melakukan aksinya dengan merayu para korbannya - kebanyakan dari mereka adalah wanita muda berusia antara 15 dan 26 tahun - ke apartemennya, sebelum mencekik dan memotong-motong tubuh mereka.&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut terungkap pada Oktober 2017, ketika polisi menemukan potongan-potongan tubuh di kota Zama, dekat Tokyo, ketika mereka sedang mencari salah satu korban.&#13;
&#13;
Shiraishi kemudian mengakui telah membunuh sembilan korban yang ingin bunuh diri dan mengungkapkan bahwa ia berkenalan dengan mereka di Twitter, platform media sosial yang sekarang dikenal sebagai X.&#13;
&#13;
Ia kemudian memberi tahu mereka bahwa ia dapat membantu mereka mati, dan dalam beberapa kasus mengklaim bahwa ia akan bunuh diri bersama mereka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Profil Twitter-nya memuat kata-kata: &amp;quot;Saya ingin membantu orang-orang yang benar-benar menderita. Silakan DM (pesan langsung) saya kapan saja.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sembilan mayat yang terpotong-potong ditemukan di dalam pendingin dan kotak peralatan ketika petugas mengunjungi flatnya, yang dijuluki oleh media sebagai &amp;quot;rumah horor&amp;quot;.&#13;
&#13;
Sementara jaksa menuntut hukuman mati untuk Shiraishi, pengacaranya mengajukan tuntutan yang lebih ringan yaitu &amp;quot;pembunuhan dengan persetujuan&amp;quot;, dengan mengklaim bahwa korbannya telah memberikan izin untuk dibunuh.&#13;
&#13;
Mereka juga meminta penilaian terhadap kondisi mentalnya.&#13;
&#13;
Shiraishi kemudian membantah versi kejadian dari tim pembelanya sendiri dan mengatakan bahwa ia membunuh tanpa persetujuan korban.&#13;
&#13;
Ratusan orang datang ke sidang putusannya pada Desember 2020, ketika ia dijatuhi hukuman mati.&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut juga mendorong perubahan oleh Twitter, yang mengubah peraturannya dengan menyatakan bahwa pengguna tidak boleh &amp;quot;mempromosikan atau mendorong bunuh diri atau menyakiti diri sendiri&amp;quot;.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
