<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Doakan Korban dan Tuntut Penuntasan Hukum</title><description>Ratusan orang berdoa di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, pada momen 1.000 hari pasca tragedi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/27/337/3150742/1-000-hari-tragedi-kanjuruhan-keluarga-doakan-korban-dan-tuntut-penuntasan-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/27/337/3150742/1-000-hari-tragedi-kanjuruhan-keluarga-doakan-korban-dan-tuntut-penuntasan-hukum"/><item><title>1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Doakan Korban dan Tuntut Penuntasan Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/27/337/3150742/1-000-hari-tragedi-kanjuruhan-keluarga-doakan-korban-dan-tuntut-penuntasan-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/27/337/3150742/1-000-hari-tragedi-kanjuruhan-keluarga-doakan-korban-dan-tuntut-penuntasan-hukum</guid><pubDate>Jum'at 27 Juni 2025 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/27/337/3150742/seribu_hari_tragedi_kanjuruhan_keluarga_doakan_korban_dan_tuntut_penuntasan_hukum-Xfb2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Doakan Korban dan Tuntut Penuntasan Hukum (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/27/337/3150742/seribu_hari_tragedi_kanjuruhan_keluarga_doakan_korban_dan_tuntut_penuntasan_hukum-Xfb2_large.jpg</image><title>1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Doakan Korban dan Tuntut Penuntasan Hukum (Foto : Okezone)</title></images><description>MALANG - Ratusan orang berdoa di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, pada momen 1.000 hari pasca tragedi. Dari beberapa orang yang berdoa, terlihat beberapa keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Malang.&#13;
&#13;
Para keluarga korban dan sejumlah Aremania memanfaatkan momentum malam pergantian tahun baru Islam untuk berdoa. Mereka terlihat khusyu&amp;#39; memanjatkan doa di momen malam satu suro.&#13;
&#13;
Devi Athok, salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan masih menyoroti minimnya keadilan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Hal ini dibuktikan dengan pelaku-pelaku intelektual yang belum tersentuh hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inginnya pelaku-pelaku yang belum tersentuh hukum itu bisa dihukum dengan setimpal. Karena karena putusan di Laporan Model A sangat tidak sesuai dengan kenyataan yang ada,&amp;quot; kata Devi Athok, di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis tengah malam (25/6/2025).&#13;
&#13;
Ia dan beberapa keluarga korban yang masih berjuang di menegakkan keadilan, menyayangkan minimnya hukuman bagi aktor di lapangan, yang sengaja memberikan instruksi menembak ke tribun penonton di malam Tragedi Kanjuruhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kok hukumannya hanya seperti itu, pasalnya hanya pasal kelalaian, seharusnya pasal pembunuhan, karena mereka ini meninggal dengan disengaja, bukan tidak disengaja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dirinya pun menyoroti minimnya restitusi dari laporan model A yang diajukan keluarga korban. Makanya pihaknya berupaya menyurati beberapa pihak, di antaranya Komisi III DPR RI dan Mabes Polri, supaya kasus hukum Tragedi Kanjuruhan bisa dituntaskan keseluruhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian restitusi dari Laporan Model A juga sampai detik ini tidak ada realisasinya. Kita tidak melihat nilainya, tapi kita sangat kecewa karena begitu murahnya harga nyawa di Indonesia,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Tragedi ini terjadi usai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.&#13;
&#13;
Akibat tragedi ini sebanyak 135 nyawa meninggal dunia, tak kurang dari 600 orang penonton menderita luka-luka, baik luka berat, sedang, hingga ringan. Pasca tragedi ini Arema FC pun diberikan sanksi berat dan tak boleh menggunakan Stadion Kanjuruhan, sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan, karena dianggap tak layak.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>MALANG - Ratusan orang berdoa di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, pada momen 1.000 hari pasca tragedi. Dari beberapa orang yang berdoa, terlihat beberapa keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Malang.&#13;
&#13;
Para keluarga korban dan sejumlah Aremania memanfaatkan momentum malam pergantian tahun baru Islam untuk berdoa. Mereka terlihat khusyu&amp;#39; memanjatkan doa di momen malam satu suro.&#13;
&#13;
Devi Athok, salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan masih menyoroti minimnya keadilan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Hal ini dibuktikan dengan pelaku-pelaku intelektual yang belum tersentuh hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inginnya pelaku-pelaku yang belum tersentuh hukum itu bisa dihukum dengan setimpal. Karena karena putusan di Laporan Model A sangat tidak sesuai dengan kenyataan yang ada,&amp;quot; kata Devi Athok, di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis tengah malam (25/6/2025).&#13;
&#13;
Ia dan beberapa keluarga korban yang masih berjuang di menegakkan keadilan, menyayangkan minimnya hukuman bagi aktor di lapangan, yang sengaja memberikan instruksi menembak ke tribun penonton di malam Tragedi Kanjuruhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kok hukumannya hanya seperti itu, pasalnya hanya pasal kelalaian, seharusnya pasal pembunuhan, karena mereka ini meninggal dengan disengaja, bukan tidak disengaja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dirinya pun menyoroti minimnya restitusi dari laporan model A yang diajukan keluarga korban. Makanya pihaknya berupaya menyurati beberapa pihak, di antaranya Komisi III DPR RI dan Mabes Polri, supaya kasus hukum Tragedi Kanjuruhan bisa dituntaskan keseluruhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian restitusi dari Laporan Model A juga sampai detik ini tidak ada realisasinya. Kita tidak melihat nilainya, tapi kita sangat kecewa karena begitu murahnya harga nyawa di Indonesia,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Tragedi ini terjadi usai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.&#13;
&#13;
Akibat tragedi ini sebanyak 135 nyawa meninggal dunia, tak kurang dari 600 orang penonton menderita luka-luka, baik luka berat, sedang, hingga ringan. Pasca tragedi ini Arema FC pun diberikan sanksi berat dan tak boleh menggunakan Stadion Kanjuruhan, sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan, karena dianggap tak layak.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
