<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Hari Bhayangkara Ke-79, Ini Harapan Warga ke Korlantas Polri</title><description>Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, masyarakat menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/28/337/3151140/jelang-hari-bhayangkara-ke-79-ini-harapan-warga-ke-korlantas-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/28/337/3151140/jelang-hari-bhayangkara-ke-79-ini-harapan-warga-ke-korlantas-polri"/><item><title>Jelang Hari Bhayangkara Ke-79, Ini Harapan Warga ke Korlantas Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/28/337/3151140/jelang-hari-bhayangkara-ke-79-ini-harapan-warga-ke-korlantas-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/28/337/3151140/jelang-hari-bhayangkara-ke-79-ini-harapan-warga-ke-korlantas-polri</guid><pubDate>Sabtu 28 Juni 2025 22:49 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/28/337/3151140/polri-Gay0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/28/337/3151140/polri-Gay0_large.jpg</image><title>Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, masyarakat menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Selain itu, memberikan masukan penting untuk perbaikan pelayanan ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu aspirasi yang muncul kuat dari publik adalah perlunya diwujudkan budaya pelayanan yang lebih ramah dan proaktif yang dirangkum dalam satu usulan jargon &amp;#39;Polantas Menyapa&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin ada perubahan dari cara-cara lama. Polantas itu bukan hanya penegak hukum, tapi juga wajah pertama kepolisian yang bertemu langsung dengan rakyat. Maka, perlu budaya &amp;lsquo;menyapa&amp;rsquo; yang menunjukkan kedekatan dan kepedulian,&amp;rdquo; ujar Dwi, seorang pengemudi ojek daring di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jargon ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan harapan masyarakat agar setiap petugas polisi lalu lintas benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis. Tugas polisi lalu lintas bukan hanya menindak pelanggaran, tapi juga menyapa, membantu, dan memberikan rasa aman di tengah masyarakat. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Usulan masyarakat agar jargon &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; diangkat dan diterapkan secara nyata sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan publik yang prediktif, bertanggung jawab, dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah keberhasilan Korlantas, seperti penerapan ETLE, SIM Online, dan modernisasi sistem pengawasan lalu lintas mendapat apresiasi. Namun, masyarakat menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan reformasi budaya pelayanan di lapangan.&#13;
&#13;
Harapan yang disampaikan antara lain; &amp;nbsp;Pertama, &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; dijadikan moto resmi pelayanan di lapangan, sebagai simbol kedekatan dan keramahan. Kedua, dibangun budaya komunikasi yang santun dan empatik dalam setiap interaksi petugas dengan masyarakat.&#13;
&#13;
Ketiga, ditingkatkannya pelatihan pelayanan publik bagi anggota, terutama di pos jaga, lokasi tilang, dan kantor pelayanan SIM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keempat, petugas hadir tidak hanya saat razia, tetapi juga aktif menyapa, mengarahkan, dan memberi edukasi lalu lintas. Kelima, disediakan kanal umpan balik publik yang terbuka, untuk memantau pelaksanaan nilai-nilai &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Warganet pun ramai menggaungkan dukungan terhadap gagasan ini di media sosial. Banyak yang menilai bahwa jika &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; benar-benar diterapkan, citra Polantas akan berubah dari yang dulu terkesan kaku dan menegangkan menjadi lebih ramah, bersahabat, dan solutif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau polisi lalu lintas menyapa duluan, senyum, lalu bantu arahkan &amp;mdash; itu kecil, tapi dampaknya besar. Rakyat akan merasa dihargai,&amp;rdquo; tulis akun @nafi_roadcare.&#13;
&#13;
Momen Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum emas untuk membuktikan bahwa Korlantas Polri siap berbenah dan mendengarkan aspirasi rakyat. Usulan &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; adalah cermin dari harapan masyarakat akan hadirnya polisi lalu lintas yang tidak hanya profesional, tetapi juga menyentuh hati rakyat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, masyarakat menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Selain itu, memberikan masukan penting untuk perbaikan pelayanan ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu aspirasi yang muncul kuat dari publik adalah perlunya diwujudkan budaya pelayanan yang lebih ramah dan proaktif yang dirangkum dalam satu usulan jargon &amp;#39;Polantas Menyapa&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin ada perubahan dari cara-cara lama. Polantas itu bukan hanya penegak hukum, tapi juga wajah pertama kepolisian yang bertemu langsung dengan rakyat. Maka, perlu budaya &amp;lsquo;menyapa&amp;rsquo; yang menunjukkan kedekatan dan kepedulian,&amp;rdquo; ujar Dwi, seorang pengemudi ojek daring di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jargon ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan harapan masyarakat agar setiap petugas polisi lalu lintas benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis. Tugas polisi lalu lintas bukan hanya menindak pelanggaran, tapi juga menyapa, membantu, dan memberikan rasa aman di tengah masyarakat. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Usulan masyarakat agar jargon &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; diangkat dan diterapkan secara nyata sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan publik yang prediktif, bertanggung jawab, dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah keberhasilan Korlantas, seperti penerapan ETLE, SIM Online, dan modernisasi sistem pengawasan lalu lintas mendapat apresiasi. Namun, masyarakat menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan reformasi budaya pelayanan di lapangan.&#13;
&#13;
Harapan yang disampaikan antara lain; &amp;nbsp;Pertama, &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; dijadikan moto resmi pelayanan di lapangan, sebagai simbol kedekatan dan keramahan. Kedua, dibangun budaya komunikasi yang santun dan empatik dalam setiap interaksi petugas dengan masyarakat.&#13;
&#13;
Ketiga, ditingkatkannya pelatihan pelayanan publik bagi anggota, terutama di pos jaga, lokasi tilang, dan kantor pelayanan SIM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keempat, petugas hadir tidak hanya saat razia, tetapi juga aktif menyapa, mengarahkan, dan memberi edukasi lalu lintas. Kelima, disediakan kanal umpan balik publik yang terbuka, untuk memantau pelaksanaan nilai-nilai &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Warganet pun ramai menggaungkan dukungan terhadap gagasan ini di media sosial. Banyak yang menilai bahwa jika &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; benar-benar diterapkan, citra Polantas akan berubah dari yang dulu terkesan kaku dan menegangkan menjadi lebih ramah, bersahabat, dan solutif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau polisi lalu lintas menyapa duluan, senyum, lalu bantu arahkan &amp;mdash; itu kecil, tapi dampaknya besar. Rakyat akan merasa dihargai,&amp;rdquo; tulis akun @nafi_roadcare.&#13;
&#13;
Momen Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum emas untuk membuktikan bahwa Korlantas Polri siap berbenah dan mendengarkan aspirasi rakyat. Usulan &amp;ldquo;Polantas Menyapa&amp;rdquo; adalah cermin dari harapan masyarakat akan hadirnya polisi lalu lintas yang tidak hanya profesional, tetapi juga menyentuh hati rakyat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
