<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Ile Lewotolok Meletus Disertai Dentuman Kuat</title><description>Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada pukul 20.21 WITA, Sabtu (28/6/2025).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/28/340/3151121/breaking-news-gunung-ile-lewotolok-meletus-disertai-dentuman-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/28/340/3151121/breaking-news-gunung-ile-lewotolok-meletus-disertai-dentuman-kuat"/><item><title>Breaking News! Gunung Ile Lewotolok Meletus Disertai Dentuman Kuat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/28/340/3151121/breaking-news-gunung-ile-lewotolok-meletus-disertai-dentuman-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/28/340/3151121/breaking-news-gunung-ile-lewotolok-meletus-disertai-dentuman-kuat</guid><pubDate>Sabtu 28 Juni 2025 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Apolinaris Lake</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/28/340/3151121/gunung_meletus-8jNH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Ile Lewotolok  (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/28/340/3151121/gunung_meletus-8jNH_large.jpg</image><title>Erupsi Gunung Ile Lewotolok  (Foto: PVMBG)</title></images><description>LEMBATA - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada pukul 20.21 WITA, Sabtu (28/6/2025). Namun, tinggi kolom abu tidak teramati.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi &amp;plusmn; 27 detik. Letusan disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar ke segala arah dominan ke sektor selatan tenggara dalam radius lontaran 600 meter dari pusat letusan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Ile Lewotolok berstatus Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat maupun di sekitar gunung dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona juga diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dari bagian timur puncak atau kawah gunung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan abu vulkanik, terutama yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok.&#13;
</description><content:encoded>LEMBATA - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada pukul 20.21 WITA, Sabtu (28/6/2025). Namun, tinggi kolom abu tidak teramati.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi &amp;plusmn; 27 detik. Letusan disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar ke segala arah dominan ke sektor selatan tenggara dalam radius lontaran 600 meter dari pusat letusan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Ile Lewotolok berstatus Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat maupun di sekitar gunung dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona juga diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dari bagian timur puncak atau kawah gunung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan abu vulkanik, terutama yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
