<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modus Licik Guru Ngaji di Tebet Cabuli 10 Santri, Korban Ditampar dan Diberi Duit Rp10 Ribu</title><description>Kedua korban saat itu sedang mengaji di kediaman pelaku, lalu kemudian dilecehkan pelaku.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151281/modus-licik-guru-ngaji-di-tebet-cabuli-10-santri-korban-ditampar-dan-diberi-duit-rp10-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151281/modus-licik-guru-ngaji-di-tebet-cabuli-10-santri-korban-ditampar-dan-diberi-duit-rp10-ribu"/><item><title>Modus Licik Guru Ngaji di Tebet Cabuli 10 Santri, Korban Ditampar dan Diberi Duit Rp10 Ribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151281/modus-licik-guru-ngaji-di-tebet-cabuli-10-santri-korban-ditampar-dan-diberi-duit-rp10-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151281/modus-licik-guru-ngaji-di-tebet-cabuli-10-santri-korban-ditampar-dan-diberi-duit-rp10-ribu</guid><pubDate>Minggu 29 Juni 2025 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151281/pencabulan-2CUR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Modus Licik Guru Ngaji di Tebet Cabuli 10 Santri, Korban Ditampar dan Diberi Duit Rp10 Ribu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151281/pencabulan-2CUR_large.jpg</image><title>Modus Licik Guru Ngaji di Tebet Cabuli 10 Santri, Korban Ditampar dan Diberi Duit Rp10 Ribu</title></images><description>JAKARTA - Polisi menangkap AF, guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan terhadap 10 santri di Tebet, Jakarta Selatan. Polisi mengungkapkan modus licik pelaku saat mencabuli korbannya.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio mengatakan, korban pencabulan&amp;nbsp;diiming-imingi dengan uang Rp10 ribu sampai Rp25 ribu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Pelaku) melakukan intimidasi terhadap anak korban dan memberikan uang sebanyak Rp10.000 sampai dengan Rp25.000,&amp;rdquo; kata Ardian Satrio kepada wartawan, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
Ardian menjelaskan, peristiwa itu terjadi Senin (18/6). Kedua korban berinisial CNS (10) dan SM (12) saat itu sedang&amp;nbsp;mengaji di kediaman pelaku, lalu kemudian dilecehkan pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan beberapa murid ngaji lainnya,&amp;quot; ujar Ardian.&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, pelaku juga melakukan pengancaman bahwa akan menampar korban bila melaporkan aksi keji pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlapor melakukan hal tersebut dengan iming-iming akan memberikan uang dan mengintimidasi korban dengan cara mengancam dan menampar anak korban bilamana memberitahukan kepada orang tua korban,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melancarkan aksinya dengan mengajak korban ke ruang tamu setelah santriwan pulang lebih dulu. Saat itulah pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap kedua korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pengembangan dari keterangan, pelaku menyatakan perbuatan tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan korban yang berbeda (sejumlah 10 anak),&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pelaku saat ini telah ditangkap di Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi juga mengimbau para orang tua segera melapor apabila anak menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memberikan nomor hotline (+62 813-8519-5468) bagi orang tua yang anaknya diduga pernah menjadi korban,&amp;quot; tutup Ardian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menangkap AF, guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan terhadap 10 santri di Tebet, Jakarta Selatan. Polisi mengungkapkan modus licik pelaku saat mencabuli korbannya.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio mengatakan, korban pencabulan&amp;nbsp;diiming-imingi dengan uang Rp10 ribu sampai Rp25 ribu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Pelaku) melakukan intimidasi terhadap anak korban dan memberikan uang sebanyak Rp10.000 sampai dengan Rp25.000,&amp;rdquo; kata Ardian Satrio kepada wartawan, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
Ardian menjelaskan, peristiwa itu terjadi Senin (18/6). Kedua korban berinisial CNS (10) dan SM (12) saat itu sedang&amp;nbsp;mengaji di kediaman pelaku, lalu kemudian dilecehkan pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan beberapa murid ngaji lainnya,&amp;quot; ujar Ardian.&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, pelaku juga melakukan pengancaman bahwa akan menampar korban bila melaporkan aksi keji pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlapor melakukan hal tersebut dengan iming-iming akan memberikan uang dan mengintimidasi korban dengan cara mengancam dan menampar anak korban bilamana memberitahukan kepada orang tua korban,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melancarkan aksinya dengan mengajak korban ke ruang tamu setelah santriwan pulang lebih dulu. Saat itulah pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap kedua korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pengembangan dari keterangan, pelaku menyatakan perbuatan tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan korban yang berbeda (sejumlah 10 anak),&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pelaku saat ini telah ditangkap di Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi juga mengimbau para orang tua segera melapor apabila anak menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memberikan nomor hotline (+62 813-8519-5468) bagi orang tua yang anaknya diduga pernah menjadi korban,&amp;quot; tutup Ardian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
