<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Parah! Guru Ngaji Cabul di Tebet Gambar Kemaluan di Papan Tulis saat Mengajar</title><description>Pelaku menggunakan modus memberikan pelajaran tambahan dalam menjalankan aksi bejatnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151304/parah-guru-ngaji-cabul-di-tebet-gambar-kemaluan-di-papan-tulis-saat-mengajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151304/parah-guru-ngaji-cabul-di-tebet-gambar-kemaluan-di-papan-tulis-saat-mengajar"/><item><title>Parah! Guru Ngaji Cabul di Tebet Gambar Kemaluan di Papan Tulis saat Mengajar</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151304/parah-guru-ngaji-cabul-di-tebet-gambar-kemaluan-di-papan-tulis-saat-mengajar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/29/338/3151304/parah-guru-ngaji-cabul-di-tebet-gambar-kemaluan-di-papan-tulis-saat-mengajar</guid><pubDate>Minggu 29 Juni 2025 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151304/pencabulan-AWM2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Ngaji Cabul di Tebet Gambar Kemaluan di Papan Tulis saat Mengajar/ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151304/pencabulan-AWM2_large.jpg</image><title>Guru Ngaji Cabul di Tebet Gambar Kemaluan di Papan Tulis saat Mengajar/ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Polisi menangkap Ahmad Fadhillah (AF), guru ngaji yang cabuli santrinya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku menggunakan modus memberikan pelajaran tambahan dalam menjalankan aksi bejatnya.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio mengatakan, pelaku juga menggambar organ kemaluan di papan tulis saat memberikan pelajaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Modus operandi memberikan pelajaran tambahan tentang hadas laki-laki dan perempuan kemudian menggambarkan kemaluan di papan tulis,&amp;quot; ujar AKBP Ardian Satrio, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku juga melakukan mengintimidasi dan mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp10-25 ribu. Hal itu dilakukan untuk memuluskan aksi bejatnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melakukan intimidasi terhadap anak korban dan memberikan uang Rp10-25 ribu,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan, kata Ardian, pelaku telah melakukan perbuataannya berulang kali. Bahkan setidaknya ada 10 santri yang menjadi korbannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyidik masih melakukan pengembangan terkait adanya korban lain,&amp;quot; tutup Ardian Satrio.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menangkap Ahmad Fadhillah (AF), guru ngaji yang cabuli santrinya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku menggunakan modus memberikan pelajaran tambahan dalam menjalankan aksi bejatnya.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio mengatakan, pelaku juga menggambar organ kemaluan di papan tulis saat memberikan pelajaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Modus operandi memberikan pelajaran tambahan tentang hadas laki-laki dan perempuan kemudian menggambarkan kemaluan di papan tulis,&amp;quot; ujar AKBP Ardian Satrio, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku juga melakukan mengintimidasi dan mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp10-25 ribu. Hal itu dilakukan untuk memuluskan aksi bejatnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melakukan intimidasi terhadap anak korban dan memberikan uang Rp10-25 ribu,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan, kata Ardian, pelaku telah melakukan perbuataannya berulang kali. Bahkan setidaknya ada 10 santri yang menjadi korbannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyidik masih melakukan pengembangan terkait adanya korban lain,&amp;quot; tutup Ardian Satrio.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
