<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru Ngaji di Tebet Ancam Santri Tidak Lapor ke Orangtua Usai Dicabuli</title><description>Dalam melakukan aksinya, pelaku membiarkan murid laki-lakinya pulang terlebih dahulu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/338/3151309/guru-ngaji-di-tebet-ancam-santri-tidak-lapor-ke-orangtua-usai-dicabuli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/30/338/3151309/guru-ngaji-di-tebet-ancam-santri-tidak-lapor-ke-orangtua-usai-dicabuli"/><item><title>Guru Ngaji di Tebet Ancam Santri Tidak Lapor ke Orangtua Usai Dicabuli</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/338/3151309/guru-ngaji-di-tebet-ancam-santri-tidak-lapor-ke-orangtua-usai-dicabuli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/30/338/3151309/guru-ngaji-di-tebet-ancam-santri-tidak-lapor-ke-orangtua-usai-dicabuli</guid><pubDate>Senin 30 Juni 2025 04:10 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151309/pencabulan-PujV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Ngaji di Tebet Ancam Santri Tidak Lapor ke Orangtua Usai Dicabuli</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/29/338/3151309/pencabulan-PujV_large.jpg</image><title>Guru Ngaji di Tebet Ancam Santri Tidak Lapor ke Orangtua Usai Dicabuli</title></images><description>JAKARTA - Guru ngaji cabul, Ahmad Fadhillah (AF) &amp;nbsp;ternyata juga mengancam dan menampar santri. Hal itu dilakukan agar korban tidak melaporkan tindakan pencabulan yang dilakukannya&amp;nbsp;saat mengajar di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlapor mengintimidasi korban dengan cara mengancam dan menampar anak korban bilamana memberitahukan ke orang tua,&amp;quot; ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
Dalam melakukan aksinya, pelaku membiarkan murid laki-lakinya pulang terlebih dahulu. Bermodus mengadakan pembelajaran tambahan, pelaku langsung melakukan tindak pencabulan terhadap korban.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Perbuatan tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan korban yang berbeda (total 10 anak),&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi juga masih membuka aduan apabila ada pihak-pihak yang pernah menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardian memastikan, pelaku saat ini telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.&#13;
&#13;
Adapun pelaku dijerat melanggar pasal 76E juncto Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Guru ngaji cabul, Ahmad Fadhillah (AF) &amp;nbsp;ternyata juga mengancam dan menampar santri. Hal itu dilakukan agar korban tidak melaporkan tindakan pencabulan yang dilakukannya&amp;nbsp;saat mengajar di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlapor mengintimidasi korban dengan cara mengancam dan menampar anak korban bilamana memberitahukan ke orang tua,&amp;quot; ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio, Minggu (29/6/2025).&#13;
&#13;
Dalam melakukan aksinya, pelaku membiarkan murid laki-lakinya pulang terlebih dahulu. Bermodus mengadakan pembelajaran tambahan, pelaku langsung melakukan tindak pencabulan terhadap korban.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Perbuatan tersebut sudah berulang kali dilakukan dengan korban yang berbeda (total 10 anak),&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi juga masih membuka aduan apabila ada pihak-pihak yang pernah menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardian memastikan, pelaku saat ini telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.&#13;
&#13;
Adapun pelaku dijerat melanggar pasal 76E juncto Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
