<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1 Km</title><description>Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151344/breaking-news-gunung-dukono-meletus-pagi-ini-muntahkan-abu-vulkanik-1-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151344/breaking-news-gunung-dukono-meletus-pagi-ini-muntahkan-abu-vulkanik-1-km"/><item><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151344/breaking-news-gunung-dukono-meletus-pagi-ini-muntahkan-abu-vulkanik-1-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151344/breaking-news-gunung-dukono-meletus-pagi-ini-muntahkan-abu-vulkanik-1-km</guid><pubDate>Senin 30 Juni 2025 07:06 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/30/340/3151344/gunung-5lIK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Breaking News! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1 Km</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/30/340/3151344/gunung-5lIK_large.jpg</image><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1 Km</title></images><description>JAKARTA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus pagi ini, pukul 05.58 WIT, Senin (30/6/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu letusan 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Senin, 30 Juni 2025, pukul 05:58 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2087 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Bambang melanjutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
Bambang mengingatkan, letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masker untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus pagi ini, pukul 05.58 WIT, Senin (30/6/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu letusan 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Senin, 30 Juni 2025, pukul 05:58 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2087 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Bambang melanjutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
Bambang mengingatkan, letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masker untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
