<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bongkar Makam Mahasiswa Unila Korban Diksar Maut</title><description>Polisi mengekshumasi jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151481/polisi-bongkar-makam-mahasiswa-unila-korban-diksar-maut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151481/polisi-bongkar-makam-mahasiswa-unila-korban-diksar-maut"/><item><title>Polisi Bongkar Makam Mahasiswa Unila Korban Diksar Maut</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151481/polisi-bongkar-makam-mahasiswa-unila-korban-diksar-maut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/06/30/340/3151481/polisi-bongkar-makam-mahasiswa-unila-korban-diksar-maut</guid><pubDate>Senin 30 Juni 2025 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/30/340/3151481/bongkar_makam-skaN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi mengekshumasi atau membongkar makam jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/30/340/3151481/bongkar_makam-skaN_large.jpg</image><title>Polisi mengekshumasi atau membongkar makam jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila)</title></images><description>BANDAR LAMPUNG - Polisi mengekshumasi jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Korban meninggal dunia diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahepel).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses penggalian makam jenazah dilakukan di Blok F Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beringin Raya, Kota Bandar Lampung, Senin (30/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kegiatan hari ini terkait dengan dugaan kasus kekerasan di Unila,&amp;quot; ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Zaldi Kurniawan saat dimintai keterangan awak media di lokasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam prosesnya, ekshumasi ini melibatkan petugas medis dan dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Lampung. Selain itu disaksikan keluarga dan kampus hingga aparatur wilayah setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tujuan utama ekshumasi untuk menelusuri dan mengetahui pasti penyebab kematian korban mahasiswa Pratama. &amp;quot;Dari ekshumasi ini nantinya kami bisa ketahui penyebab kematian korban. Tadi juga dihadiri pihak WR (wakil rektor) 3 Unila dan rekan-rekan mahasiswa,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Proses penyelidikan perkara sudah menggali keterangan dari 18 orang saksi meliputi peserta rekan-rekan korban, panitia penyelenggara kegiatan diksar, hingga dokter yang melakukan pemeriksaan awal terhadap Pratama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak menutup kemungkinan saksi-saksi ini akan bertambah lagi. Sedangkan untuk proses ekshumasi bisa berlangsung 3-4 jam,&amp;quot; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil ekshumasi juga akan disampaikan langsung dokter forensik yang memimpin kegiatan ekshumasi tersebut. &amp;quot;Ya, pemeriksaan dilakukan seluruh badan,&amp;quot; lanjut dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di TPU Beringin Raya, ekshumasi dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Tampak di pusaran makam berdiri tegak tenda dibalut terpal hijau dan biru&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kegiatan ekshumasi dilakukan dengan penjaga ketat aparat kepolisian, terlihat juga sejumlah mahasiswa mengenakan almamater kampus dan ayah Pratama Wijaya Kusuma.&#13;
</description><content:encoded>BANDAR LAMPUNG - Polisi mengekshumasi jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Korban meninggal dunia diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahepel).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses penggalian makam jenazah dilakukan di Blok F Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beringin Raya, Kota Bandar Lampung, Senin (30/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kegiatan hari ini terkait dengan dugaan kasus kekerasan di Unila,&amp;quot; ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Zaldi Kurniawan saat dimintai keterangan awak media di lokasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam prosesnya, ekshumasi ini melibatkan petugas medis dan dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Lampung. Selain itu disaksikan keluarga dan kampus hingga aparatur wilayah setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tujuan utama ekshumasi untuk menelusuri dan mengetahui pasti penyebab kematian korban mahasiswa Pratama. &amp;quot;Dari ekshumasi ini nantinya kami bisa ketahui penyebab kematian korban. Tadi juga dihadiri pihak WR (wakil rektor) 3 Unila dan rekan-rekan mahasiswa,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Proses penyelidikan perkara sudah menggali keterangan dari 18 orang saksi meliputi peserta rekan-rekan korban, panitia penyelenggara kegiatan diksar, hingga dokter yang melakukan pemeriksaan awal terhadap Pratama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak menutup kemungkinan saksi-saksi ini akan bertambah lagi. Sedangkan untuk proses ekshumasi bisa berlangsung 3-4 jam,&amp;quot; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil ekshumasi juga akan disampaikan langsung dokter forensik yang memimpin kegiatan ekshumasi tersebut. &amp;quot;Ya, pemeriksaan dilakukan seluruh badan,&amp;quot; lanjut dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di TPU Beringin Raya, ekshumasi dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Tampak di pusaran makam berdiri tegak tenda dibalut terpal hijau dan biru&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kegiatan ekshumasi dilakukan dengan penjaga ketat aparat kepolisian, terlihat juga sejumlah mahasiswa mengenakan almamater kampus dan ayah Pratama Wijaya Kusuma.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
