<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Dokter Marwan, Direktur RS Indonesia yang Dibom Israel Bersama Keluarganya</title><description>Marwan al-Sultan, seorang dokter ahli jantung ternama dan direktur rumah sakit Indonesia, adalah petugas kesehatan ke-70 yang terbunuh oleh serangan Israel dalam 50 hari terakhir.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/18/3152219/profil-dokter-marwan-direktur-rs-indonesia-yang-dibom-israel-bersama-keluarganya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/03/18/3152219/profil-dokter-marwan-direktur-rs-indonesia-yang-dibom-israel-bersama-keluarganya"/><item><title>Profil Dokter Marwan, Direktur RS Indonesia yang Dibom Israel Bersama Keluarganya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/18/3152219/profil-dokter-marwan-direktur-rs-indonesia-yang-dibom-israel-bersama-keluarganya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/03/18/3152219/profil-dokter-marwan-direktur-rs-indonesia-yang-dibom-israel-bersama-keluarganya</guid><pubDate>Kamis 03 Juli 2025 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/03/18/3152219/profil_dokter_marwan_direktur_rs_indonesia_yang_dibom_israel_bersama_keluarganya-fM9j_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil Dokter Marwan, Direktur RS Indonesia yang Dibom Israel Bersama Keluarganya (Foto : The Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/03/18/3152219/profil_dokter_marwan_direktur_rs_indonesia_yang_dibom_israel_bersama_keluarganya-fM9j_large.jpg</image><title>Profil Dokter Marwan, Direktur RS Indonesia yang Dibom Israel Bersama Keluarganya (Foto : The Guardian)</title></images><description>GAZA - Marwan al-Sultan, seorang dokter ahli jantung ternama dan direktur rumah sakit Indonesia, adalah petugas kesehatan ke-70 yang terbunuh oleh serangan Israel dalam 50 hari terakhir. Informasi itu disampaikan organisasi medis Palestina. Dokter Marwan meninggal usai Israel mengebom kediamannya.&#13;
&#13;
Serangan itu pun menewaskan salah satu dokter paling senior di Gaza dalam kerugian yang &amp;quot;sangat besar&amp;quot; bagi sistem perawatan kesehatan yang telah hancur. Sejumlah anggota keluarga dilaporkan tewas bersamanya.&#13;
&#13;
Dilansir dari The Guardian, dr Marwan al-Sultan, seorang ahli jantung yang terkenal dan sangat berpengalaman serta direktur rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. Hal tersebut disampaukan Healthcare Workers Watch (HWW), sebuah organisasi medis Palestina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembunuhan Dr Marwan al-Sultan oleh militer Israel merupakan kerugian yang sangat besar bagi Gaza dan seluruh komunitas medis, dan akan berdampak buruk pada sistem perawatan kesehatan Gaza,&amp;quot; kata, Direktur HWW, Muath Alser, Rabu (2/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut, menurut Muath Alser, adalah bagian dari penargetan yang jauh lebih lama dan sistematis terhadap para pekerja kesehatan yang dijatuhi hukuman impunitas. &amp;quot;Ini adalah hilangnya nyawa yang tragis, tetapi juga penghancuran puluhan tahun keahlian medis dan perawatan yang menyelamatkan nyawa mereka pada saat situasi yang dihadapi warga sipil Palestina sangat dahsyat,&amp;rdquo; tambah Alser.&#13;
&#13;
Dokter Marwan Satu dari 2 Ahli Jantung di Gaza&#13;
&#13;
Direktur Rumah Sakit al-Shifa di Gaza, dokter Mohammed Abu Selmia, yang mengaku sangat terkejut dan berduka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia adalah seorang sarjana terkemuka dan salah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza. Ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhannya. Satu-satunya kesalahannya adalah bahwa dia adalah seorang dokter. Kami tidak punya pilihan selain bersikap tabah, tetapi rasa kehilangan itu sangat menghancurkan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Awal bulan ini, al-Sultan berbicara kepada Guardian tentang situasi kritis yang dihadapinya dan staf lainnya di rumah sakit Indonesia saat mereka berjuang mengatasi jumlah korban sipil setelah meningkatnya serangan Israel pada bulan Mei.&#13;
&#13;
Di antara para petugas kesehatan yang tewas dalam 50 hari terakhir terdapat tiga dokter lainnya, kepala perawat rumah sakit Indonesia dan rumah sakit anak-anak al-Nasser, salah satu bidan paling senior di Gaza, seorang teknisi radiologi senior, dan puluhan lulusan kedokteran muda serta perawat magang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tragisnya lagi, pada tanggal 6 Juni, hari pertama Idul Fitri, sembilan petugas kesehatan tewas dalam satu hari akibat serangan udara di Gaza utara, tempat mereka berlindung bersama keluarga mereka.&#13;
</description><content:encoded>GAZA - Marwan al-Sultan, seorang dokter ahli jantung ternama dan direktur rumah sakit Indonesia, adalah petugas kesehatan ke-70 yang terbunuh oleh serangan Israel dalam 50 hari terakhir. Informasi itu disampaikan organisasi medis Palestina. Dokter Marwan meninggal usai Israel mengebom kediamannya.&#13;
&#13;
Serangan itu pun menewaskan salah satu dokter paling senior di Gaza dalam kerugian yang &amp;quot;sangat besar&amp;quot; bagi sistem perawatan kesehatan yang telah hancur. Sejumlah anggota keluarga dilaporkan tewas bersamanya.&#13;
&#13;
Dilansir dari The Guardian, dr Marwan al-Sultan, seorang ahli jantung yang terkenal dan sangat berpengalaman serta direktur rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. Hal tersebut disampaukan Healthcare Workers Watch (HWW), sebuah organisasi medis Palestina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembunuhan Dr Marwan al-Sultan oleh militer Israel merupakan kerugian yang sangat besar bagi Gaza dan seluruh komunitas medis, dan akan berdampak buruk pada sistem perawatan kesehatan Gaza,&amp;quot; kata, Direktur HWW, Muath Alser, Rabu (2/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembunuhan tersebut, menurut Muath Alser, adalah bagian dari penargetan yang jauh lebih lama dan sistematis terhadap para pekerja kesehatan yang dijatuhi hukuman impunitas. &amp;quot;Ini adalah hilangnya nyawa yang tragis, tetapi juga penghancuran puluhan tahun keahlian medis dan perawatan yang menyelamatkan nyawa mereka pada saat situasi yang dihadapi warga sipil Palestina sangat dahsyat,&amp;rdquo; tambah Alser.&#13;
&#13;
Dokter Marwan Satu dari 2 Ahli Jantung di Gaza&#13;
&#13;
Direktur Rumah Sakit al-Shifa di Gaza, dokter Mohammed Abu Selmia, yang mengaku sangat terkejut dan berduka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia adalah seorang sarjana terkemuka dan salah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza. Ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhannya. Satu-satunya kesalahannya adalah bahwa dia adalah seorang dokter. Kami tidak punya pilihan selain bersikap tabah, tetapi rasa kehilangan itu sangat menghancurkan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Awal bulan ini, al-Sultan berbicara kepada Guardian tentang situasi kritis yang dihadapinya dan staf lainnya di rumah sakit Indonesia saat mereka berjuang mengatasi jumlah korban sipil setelah meningkatnya serangan Israel pada bulan Mei.&#13;
&#13;
Di antara para petugas kesehatan yang tewas dalam 50 hari terakhir terdapat tiga dokter lainnya, kepala perawat rumah sakit Indonesia dan rumah sakit anak-anak al-Nasser, salah satu bidan paling senior di Gaza, seorang teknisi radiologi senior, dan puluhan lulusan kedokteran muda serta perawat magang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tragisnya lagi, pada tanggal 6 Juni, hari pertama Idul Fitri, sembilan petugas kesehatan tewas dalam satu hari akibat serangan udara di Gaza utara, tempat mereka berlindung bersama keluarga mereka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
