<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fit and Proper Test Calon Dubes RI Secara Rahasia, Bukan Ditutup-tutupi DPR</title><description>DPR RI menjelaskan pembahasan calon dubes RI untuk negara tetangga dibahas secara tertutup oleh Komisi I DPR RI.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/337/3152341/fit-and-proper-test-calon-dubes-ri-secara-rahasia-bukan-ditutup-tutupi-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/03/337/3152341/fit-and-proper-test-calon-dubes-ri-secara-rahasia-bukan-ditutup-tutupi-dpr"/><item><title>Fit and Proper Test Calon Dubes RI Secara Rahasia, Bukan Ditutup-tutupi DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/337/3152341/fit-and-proper-test-calon-dubes-ri-secara-rahasia-bukan-ditutup-tutupi-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/03/337/3152341/fit-and-proper-test-calon-dubes-ri-secara-rahasia-bukan-ditutup-tutupi-dpr</guid><pubDate>Kamis 03 Juli 2025 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/03/337/3152341/puan-IjWC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat/Foto: Achmad Al Fiqri-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/03/337/3152341/puan-IjWC_large.jpg</image><title>Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat/Foto: Achmad Al Fiqri-Okezone</title></images><description>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjelaskan pembahasan calon duta besar (dubes) RI untuk negara tetangga dibahas secara tertutup oleh Komisi I DPR RI. Setelah seluruh proses dijalankan, hasilnya akan diumumkan.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025). Puan memastikan mekanisme uju kalayakan dan kepatutan calon dubes secara rahasia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti setelah diproses, kemudian akan kami umumkan,&amp;quot; kata Puan.&#13;
&#13;
Mekanisme secara tertutup ini telah sesuai dengan aturan yang ada. Publik jangan beranggapan proses seleksi calon dubes RI di DPR RI dilakukan sengaja rahasia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai berpikir salah. Coba baca aturannya. Bukannya dirahasia-rahasiain,&amp;quot; ujar Puan.&#13;
&#13;
Diketahui, DPR RI bakal menindaklanjuti surat presiden (surpres) perihal usulan calon dubes RI untuk negara sahabat dan organisasi Internasional. Proses uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan oleh Komisi I DPR RI secara tertutup atau rahasia.&#13;
&#13;
Hasil pembahasan Komisi tersebut dilaporkan kepada pimpinan DPR. Selanjutnya, diserahkan kepada presiden secara rahasia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjelaskan pembahasan calon duta besar (dubes) RI untuk negara tetangga dibahas secara tertutup oleh Komisi I DPR RI. Setelah seluruh proses dijalankan, hasilnya akan diumumkan.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025). Puan memastikan mekanisme uju kalayakan dan kepatutan calon dubes secara rahasia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti setelah diproses, kemudian akan kami umumkan,&amp;quot; kata Puan.&#13;
&#13;
Mekanisme secara tertutup ini telah sesuai dengan aturan yang ada. Publik jangan beranggapan proses seleksi calon dubes RI di DPR RI dilakukan sengaja rahasia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai berpikir salah. Coba baca aturannya. Bukannya dirahasia-rahasiain,&amp;quot; ujar Puan.&#13;
&#13;
Diketahui, DPR RI bakal menindaklanjuti surat presiden (surpres) perihal usulan calon dubes RI untuk negara sahabat dan organisasi Internasional. Proses uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan oleh Komisi I DPR RI secara tertutup atau rahasia.&#13;
&#13;
Hasil pembahasan Komisi tersebut dilaporkan kepada pimpinan DPR. Selanjutnya, diserahkan kepada presiden secara rahasia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
