<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Menduga Uang Rp2,8 M di Rumah Kadis PUPR Sumut Hasil Korupsi</title><description>KPK menemukan uang Rp2,8 miliar dalam penggeledahan kediaman Kadis PUPR Sumatera Utara (Sumut).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/608/3152398/kpk-menduga-uang-rp2-8-m-di-rumah-kadis-pupr-sumut-hasil-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/03/608/3152398/kpk-menduga-uang-rp2-8-m-di-rumah-kadis-pupr-sumut-hasil-korupsi"/><item><title>KPK Menduga Uang Rp2,8 M di Rumah Kadis PUPR Sumut Hasil Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/03/608/3152398/kpk-menduga-uang-rp2-8-m-di-rumah-kadis-pupr-sumut-hasil-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/03/608/3152398/kpk-menduga-uang-rp2-8-m-di-rumah-kadis-pupr-sumut-hasil-korupsi</guid><pubDate>Kamis 03 Juli 2025 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/03/608/3152398/rumah_kadid-W8sE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Kadis PUPR Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Putra Ginting (TOP)/Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/03/608/3152398/rumah_kadid-W8sE_large.jpg</image><title>Rumah Kadis PUPR Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Putra Ginting (TOP)/Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang Rp2,8 miliar dalam penggeledahan kediaman Kadis PUPR Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Putra Ginting (TOP). Uang ini diduga berkaitan dengan korupsi proyek pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kegiatan penggeledahan di rumah tersangka TOP, sejumlah Rp2,8 miliar diduga ada kaitannya dengan proyek-proyek yang sudah dilakukan atau proyek-proyek pembangunan jalan yang telah lampau,&amp;quot; kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, Kamis (3/7/2025).&#13;
&#13;
KPK menilai temuan ini menuatkan bahwa kualitas infrastruktur jalan di Sumatera Utara tidak bagus. Diduga uang yang sedianya untuk proyek justru dikorupsi&#13;
&#13;
Akibatnya kualitas infrastruktur jalan di Sumut tidak sesuai rencana. Alasannya, sebagian anggaran yang seharusnya membangun jalan berkualitas justru dikorupsi.&#13;
&#13;
KPK yakin pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Apalagi, masyarakat yang menjadi kalangan terdampak pertama atas kualitas pembangunan jalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kegiatan tangkap tangan kemarin, selain terkait proyek proyek yang sudah lampau, KPK juga menangkap tangan terkait proyek-proyek yang akan datang ya sehingga harapannya proyek-proyek kedepan bisa dilakukan dengan mekanisme yang benar dan anggarannya betul-betul digunakan untuk pembangunan jalan. Sehingga kualitasnya menjadi bagus,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Budi tim penyidik Lembaga Antirasuah menyita uang tunai miliaran rupiah dari lokasi tersebut. &amp;quot;Tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka TOP. Dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah uang senilai sekira Rp2,8 miliar,&amp;quot; kata Budi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masih di lokasi sama, KPK juga menyita pistol dan senapan angin. Terkait dua hal tersebut, KPK akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang Rp2,8 miliar dalam penggeledahan kediaman Kadis PUPR Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Putra Ginting (TOP). Uang ini diduga berkaitan dengan korupsi proyek pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kegiatan penggeledahan di rumah tersangka TOP, sejumlah Rp2,8 miliar diduga ada kaitannya dengan proyek-proyek yang sudah dilakukan atau proyek-proyek pembangunan jalan yang telah lampau,&amp;quot; kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, Kamis (3/7/2025).&#13;
&#13;
KPK menilai temuan ini menuatkan bahwa kualitas infrastruktur jalan di Sumatera Utara tidak bagus. Diduga uang yang sedianya untuk proyek justru dikorupsi&#13;
&#13;
Akibatnya kualitas infrastruktur jalan di Sumut tidak sesuai rencana. Alasannya, sebagian anggaran yang seharusnya membangun jalan berkualitas justru dikorupsi.&#13;
&#13;
KPK yakin pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Apalagi, masyarakat yang menjadi kalangan terdampak pertama atas kualitas pembangunan jalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kegiatan tangkap tangan kemarin, selain terkait proyek proyek yang sudah lampau, KPK juga menangkap tangan terkait proyek-proyek yang akan datang ya sehingga harapannya proyek-proyek kedepan bisa dilakukan dengan mekanisme yang benar dan anggarannya betul-betul digunakan untuk pembangunan jalan. Sehingga kualitasnya menjadi bagus,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Budi tim penyidik Lembaga Antirasuah menyita uang tunai miliaran rupiah dari lokasi tersebut. &amp;quot;Tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka TOP. Dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah uang senilai sekira Rp2,8 miliar,&amp;quot; kata Budi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masih di lokasi sama, KPK juga menyita pistol dan senapan angin. Terkait dua hal tersebut, KPK akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
