<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BMKG Minta Pemda Siaga Cuaca Ekstrem</title><description>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya sekadar waspada, tapi harus siaga dalam merespons cuaca ekstrem yang masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/07/337/3153461/kepala-bmkg-minta-pemda-siaga-cuaca-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/07/337/3153461/kepala-bmkg-minta-pemda-siaga-cuaca-ekstrem"/><item><title>Kepala BMKG Minta Pemda Siaga Cuaca Ekstrem</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/07/337/3153461/kepala-bmkg-minta-pemda-siaga-cuaca-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/07/337/3153461/kepala-bmkg-minta-pemda-siaga-cuaca-ekstrem</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/337/3153461/kepala_bmkg_minta_pemda_siaga_cuaca_ekstrem-AJd6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG Minta Pemda Siaga Cuaca Ekstrem (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/337/3153461/kepala_bmkg_minta_pemda_siaga_cuaca_ekstrem-AJd6_large.jpg</image><title>Kepala BMKG Minta Pemda Siaga Cuaca Ekstrem (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya sekadar waspada, tapi harus siaga dalam merespons cuaca ekstrem yang masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.&#13;
&#13;
Dwikorita menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem ini bisa terjadi paling tidak sepekan ke depan. Bahkan, potensi ini tidak hanya terjadi di barat Pulau Jawa saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu masih bisa terjadi di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di Jawa Barat, DKI, itu bahkan nanti setelah tanggal 8 itu bergerak ke wilayah Indonesia tengah, terus nanti ke timur,&amp;quot; kata Dwikorita ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah oleh karena itu mohon pemerintah daerah itu tetap berjaga-jaga, bersiaga gitu ya. Bukan hanya sekadar waspada, bersiaga caranya bagaimana, terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG,&amp;quot; ujarnya melanjutkan.&#13;
&#13;
BMKG, kata dia, melalui jaringan jajarannya di daerah berjejaring dengan pihak-pihak terkait di daerah. Dalam komunikasi itu, pihaknya selalu memberikan peringatan dini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peringatan dini BMKG itu keluarnya kapan? Seminggu, katakan kemarin peringatan dini untuk cuaca ekstrem kemarin, mulai keluar tanggal 28 Juni. Diulang lagi 3 Juli, tapi berlaku mulai 4 Juli sampai 11 Juli. Jadi diulang lagi, nah kemudian setiap 3 hari diulang lagi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Dwikorita meminta peringatan dini yang disebarkan melalui jejaring tadi bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya hujan lebat gitu ya, ya misalnya disiapkan saluran-salurannya itu dibersihkan gitu ya, biar tidak meluap, masyarakatnya diberi kewaspadaan, berjaga-jaga ini potensi hujan lebat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya sekadar waspada, tapi harus siaga dalam merespons cuaca ekstrem yang masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.&#13;
&#13;
Dwikorita menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem ini bisa terjadi paling tidak sepekan ke depan. Bahkan, potensi ini tidak hanya terjadi di barat Pulau Jawa saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu masih bisa terjadi di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di Jawa Barat, DKI, itu bahkan nanti setelah tanggal 8 itu bergerak ke wilayah Indonesia tengah, terus nanti ke timur,&amp;quot; kata Dwikorita ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah oleh karena itu mohon pemerintah daerah itu tetap berjaga-jaga, bersiaga gitu ya. Bukan hanya sekadar waspada, bersiaga caranya bagaimana, terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG,&amp;quot; ujarnya melanjutkan.&#13;
&#13;
BMKG, kata dia, melalui jaringan jajarannya di daerah berjejaring dengan pihak-pihak terkait di daerah. Dalam komunikasi itu, pihaknya selalu memberikan peringatan dini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peringatan dini BMKG itu keluarnya kapan? Seminggu, katakan kemarin peringatan dini untuk cuaca ekstrem kemarin, mulai keluar tanggal 28 Juni. Diulang lagi 3 Juli, tapi berlaku mulai 4 Juli sampai 11 Juli. Jadi diulang lagi, nah kemudian setiap 3 hari diulang lagi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Dwikorita meminta peringatan dini yang disebarkan melalui jejaring tadi bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya hujan lebat gitu ya, ya misalnya disiapkan saluran-salurannya itu dibersihkan gitu ya, biar tidak meluap, masyarakatnya diberi kewaspadaan, berjaga-jaga ini potensi hujan lebat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
