<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Ungkap Pemicu Banjir di Jabotabek</title><description>Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  Dwikorita Karnawati mengungkap, hujan dengan intensitas ekstrem di Puncak, Bogor dan sangat lebat di Jakarta menjadi pemicu banjir, yang melanda di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang hingga Bekasi (Jabotabek).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/07/338/3153280/bmkg-ungkap-pemicu-banjir-di-jabotabek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/07/338/3153280/bmkg-ungkap-pemicu-banjir-di-jabotabek"/><item><title>BMKG Ungkap Pemicu Banjir di Jabotabek</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/07/338/3153280/bmkg-ungkap-pemicu-banjir-di-jabotabek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/07/338/3153280/bmkg-ungkap-pemicu-banjir-di-jabotabek</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/338/3153280/kepala_bmkg_dwikorita_karnawati-Gp8E_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/338/3153280/kepala_bmkg_dwikorita_karnawati-Gp8E_large.jpg</image><title>Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), &amp;nbsp;Dwikorita Karnawati mengungkap, hujan dengan intensitas ekstrem di Puncak, Bogor dan sangat lebat di Jakarta menjadi pemicu banjir, yang melanda di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang hingga Bekasi (Jabotabek).&#13;
&#13;
Dwikorita menjelaskan, bahwa pada Sabtu 5 Juli 2025, debit hujan yang turun di Bogor ternyata lebih dari 100 mm. Hujan ini berkategori lebat hingga sangat lebat. Selain di Bogor, hujan dengan intensitas ini turun juga di Mataram Lombok, hingga sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlihat bahwa tanggal 5 Juli 2025, hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per hari, ini kategori lebat hingga sangat lebat, catat di wilayah Bogor, Mataram, ini maksudnya di Pulau Lombok ya, dan sejumlah Kabupaten di Sulawesi Selatan, seperti Bantai, Bulukumba, dan Sinjai, artinya tidak hanya di Jawa saja, ini berbagai wilayah di Indonesia,&amp;rdquo; kata Dwikorita saat konferensi pers secara virtual, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
Dwikorita pun mengungkapkan, hujan ekstrem tersebut berdampak pada banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hujan lebat juga terjadi di wilayah Tangerang dan Jakarta Timur yang mengakibatkan genangan, kerusakan infrastruktur, dan gangguan aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian di tanggal yang sama, kata Dwikorita, di wilayah Puncak, Bogor, hujan bahkan turun lebih dari 150 mm yang memasuki kategori ekstrem.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggal 5 itu area puncak itu mencapai lebih dari 150 mm, artinya mencapai ekstrim. Kelihatan dari area puncak, sementara itu di Jakarta hanya hijau dan kuning coklat ya, itu artinya memang hujan, tapi hujannya tidak setinggi yang ada di puncak.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, Dwikorita mengatakan bahwa pada tanggal 6 Juli, hujan turun secara luas di Jakarta hingga lebih dari 100 mm. Meski tidak memasuki kategori ekstrem, tetapi hujan ini berintensitas sangat lebat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selanjutnya pada tanggal 6 Juli 2025, hujan kembali terjadi secara luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya, dengan intensitas lebih dari 100 mm per hari. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 150 mm ya, terutama yang dari area puncak ya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dwikorita kembali membeberkan, pada tanggal yang sama terjadi hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat, namun tidak ekstrem. Meski begitu, hujan ini menyebabkan genangan air, antrian lalu lintas, serta peningkatan potensi hidrometeorologi lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggal 6 Juli tadi, hujan kembali terjadi lagi. Kembali terjadi secara luas, mulai dari Jakarta dan sekitarnya, dengan intensitas lebih tinggi dari 100 mm. Ini tidak mencapai ekstrim ya, sekitar 140-an per hari. Terutama di Tangerang ya,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), &amp;nbsp;Dwikorita Karnawati mengungkap, hujan dengan intensitas ekstrem di Puncak, Bogor dan sangat lebat di Jakarta menjadi pemicu banjir, yang melanda di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang hingga Bekasi (Jabotabek).&#13;
&#13;
Dwikorita menjelaskan, bahwa pada Sabtu 5 Juli 2025, debit hujan yang turun di Bogor ternyata lebih dari 100 mm. Hujan ini berkategori lebat hingga sangat lebat. Selain di Bogor, hujan dengan intensitas ini turun juga di Mataram Lombok, hingga sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlihat bahwa tanggal 5 Juli 2025, hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per hari, ini kategori lebat hingga sangat lebat, catat di wilayah Bogor, Mataram, ini maksudnya di Pulau Lombok ya, dan sejumlah Kabupaten di Sulawesi Selatan, seperti Bantai, Bulukumba, dan Sinjai, artinya tidak hanya di Jawa saja, ini berbagai wilayah di Indonesia,&amp;rdquo; kata Dwikorita saat konferensi pers secara virtual, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
Dwikorita pun mengungkapkan, hujan ekstrem tersebut berdampak pada banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hujan lebat juga terjadi di wilayah Tangerang dan Jakarta Timur yang mengakibatkan genangan, kerusakan infrastruktur, dan gangguan aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian di tanggal yang sama, kata Dwikorita, di wilayah Puncak, Bogor, hujan bahkan turun lebih dari 150 mm yang memasuki kategori ekstrem.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggal 5 itu area puncak itu mencapai lebih dari 150 mm, artinya mencapai ekstrim. Kelihatan dari area puncak, sementara itu di Jakarta hanya hijau dan kuning coklat ya, itu artinya memang hujan, tapi hujannya tidak setinggi yang ada di puncak.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, Dwikorita mengatakan bahwa pada tanggal 6 Juli, hujan turun secara luas di Jakarta hingga lebih dari 100 mm. Meski tidak memasuki kategori ekstrem, tetapi hujan ini berintensitas sangat lebat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selanjutnya pada tanggal 6 Juli 2025, hujan kembali terjadi secara luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya, dengan intensitas lebih dari 100 mm per hari. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 150 mm ya, terutama yang dari area puncak ya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dwikorita kembali membeberkan, pada tanggal yang sama terjadi hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat, namun tidak ekstrem. Meski begitu, hujan ini menyebabkan genangan air, antrian lalu lintas, serta peningkatan potensi hidrometeorologi lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggal 6 Juli tadi, hujan kembali terjadi lagi. Kembali terjadi secara luas, mulai dari Jakarta dan sekitarnya, dengan intensitas lebih tinggi dari 100 mm. Ini tidak mencapai ekstrim ya, sekitar 140-an per hari. Terutama di Tangerang ya,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
