<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Nasaruddin: Islam Sangat Kompatibel dengan Kearifan Lokal di Indonesia</title><description>Pondok Pesantren As?? adiyah memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/08/337/3153728/menag-nasaruddin-islam-sangat-kompatibel-dengan-kearifan-lokal-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/08/337/3153728/menag-nasaruddin-islam-sangat-kompatibel-dengan-kearifan-lokal-di-indonesia"/><item><title>Menag Nasaruddin: Islam Sangat Kompatibel dengan Kearifan Lokal di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/08/337/3153728/menag-nasaruddin-islam-sangat-kompatibel-dengan-kearifan-lokal-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/08/337/3153728/menag-nasaruddin-islam-sangat-kompatibel-dengan-kearifan-lokal-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 08 Juli 2025 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dilla Nur Fadhilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/08/337/3153728/pemerintah-UVnj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Nasaruddin: Islam Sangat Kompatibel dengan Kearifan Lokal di Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/08/337/3153728/pemerintah-UVnj_large.jpg</image><title>Menag Nasaruddin: Islam Sangat Kompatibel dengan Kearifan Lokal di Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) internasional yang diadakan di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1-7 Oktober 2025 dapat membuat umat semakin memperdalam kitab kuning.&#13;
&#13;
Pondok Pesantren As&amp;rsquo;adiyah memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Merangsang kepada para santri terutama dan juga masyarakat umum untuk melakukan kajian secara mendalam kitab-kitab turats,&amp;quot; ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (8/7/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, Turats merujuk pada warisan intelektual dan keilmuan Islam, khususnya kitab-kitab klasik atau kitab kuning yang ditulis oleh ulama dan cendekiawan Muslim pada masa lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nasaruddin menambahkan, membaca kitab turats memerlukan metodologi khusus dan tidak cukup hanya menguasai Bahasa Arab.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin seseorang lancar berbahasa Arab, tapi belum tentu bisa membaca kitab turats dengan benar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Penyelenggaraan MQK tahun ini kata dia menjadi tonggak sejarah, kata dia, tidak hanya karena digelar di luar Jawa, tetapi juga karena untuk pertama kalinya menghadirkan peserta dari berbagai negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sebelumnya MQK hanya dilaksanakan secara nasional dan terbatas, sekarang kita melaksanakannya dengan skala yang lebih luas, internasional,&amp;quot; ujar Nasaruddin Umar.&#13;
&#13;
Menurut Nasaruddin, Agama Islam sangat kompatibel dengan kearifan lokal yang ada di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin mendemonstrasikan bahwa Islam sangat kompatibel dengan kearifan lokal di Indonesia. Universalitas Islam tidak harus bertentangan dengan budaya lokal, bahkan bisa berjalan secara simetris,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) internasional yang diadakan di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1-7 Oktober 2025 dapat membuat umat semakin memperdalam kitab kuning.&#13;
&#13;
Pondok Pesantren As&amp;rsquo;adiyah memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Merangsang kepada para santri terutama dan juga masyarakat umum untuk melakukan kajian secara mendalam kitab-kitab turats,&amp;quot; ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (8/7/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, Turats merujuk pada warisan intelektual dan keilmuan Islam, khususnya kitab-kitab klasik atau kitab kuning yang ditulis oleh ulama dan cendekiawan Muslim pada masa lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nasaruddin menambahkan, membaca kitab turats memerlukan metodologi khusus dan tidak cukup hanya menguasai Bahasa Arab.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin seseorang lancar berbahasa Arab, tapi belum tentu bisa membaca kitab turats dengan benar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Penyelenggaraan MQK tahun ini kata dia menjadi tonggak sejarah, kata dia, tidak hanya karena digelar di luar Jawa, tetapi juga karena untuk pertama kalinya menghadirkan peserta dari berbagai negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sebelumnya MQK hanya dilaksanakan secara nasional dan terbatas, sekarang kita melaksanakannya dengan skala yang lebih luas, internasional,&amp;quot; ujar Nasaruddin Umar.&#13;
&#13;
Menurut Nasaruddin, Agama Islam sangat kompatibel dengan kearifan lokal yang ada di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin mendemonstrasikan bahwa Islam sangat kompatibel dengan kearifan lokal di Indonesia. Universalitas Islam tidak harus bertentangan dengan budaya lokal, bahkan bisa berjalan secara simetris,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
