<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peredaran Ganja Semakin Marak, Pemerintah Rekrut Penyuluh Informasi Publik di Tanah Papua</title><description>Oleh karena itu, perlu adanya edukasi yang masif terkait bahaya narkoba terutama kepada generasi muda Papua.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/11/340/3154645/peredaran-ganja-semakin-marak-pemerintah-rekrut-penyuluh-informasi-publik-di-tanah-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/11/340/3154645/peredaran-ganja-semakin-marak-pemerintah-rekrut-penyuluh-informasi-publik-di-tanah-papua"/><item><title>Peredaran Ganja Semakin Marak, Pemerintah Rekrut Penyuluh Informasi Publik di Tanah Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/11/340/3154645/peredaran-ganja-semakin-marak-pemerintah-rekrut-penyuluh-informasi-publik-di-tanah-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/11/340/3154645/peredaran-ganja-semakin-marak-pemerintah-rekrut-penyuluh-informasi-publik-di-tanah-papua</guid><pubDate>Jum'at 11 Juli 2025 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dilla Nur Fadhilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/11/340/3154645/pemerintah-QCjR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peredaran Ganja Semakin Marak, Pemerintah Rekrut Penyuluh Informasi Publik di Tanah Papua</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/11/340/3154645/pemerintah-QCjR_large.jpg</image><title>Peredaran Ganja Semakin Marak, Pemerintah Rekrut Penyuluh Informasi Publik di Tanah Papua</title></images><description>JAYAPURA &amp;ndash; Peredaran narkoba khususnya ganja di Papua semakin marak. &amp;nbsp;Aparat penegak hukum terus melakukan pemberantasan barang haram tersebut dari Bumi Cenderawasih.&#13;
&#13;
Penyuluh Narkotika Ahli Muda BNN Provinsi Papua, Nurjana mengatakan, penyalahgunaan narkotika, &amp;nbsp;jenis ganja, merupakan permasalahan yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Papua.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, perlu adanya edukasi yang masif terkait bahaya narkotika&amp;nbsp;terutama kepada generasi muda Papua. Terlebih peredaran narkoba telah masuk ke berbagai wilayah di pulau Papua baik melalui jalur udara, laut maupun darat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Generasi muda kita perlu dijaga dari bahaya narkotika,&amp;rdquo;ujar Nurjana saat Bimbingan Teknis Rekrutmen Khusus Penyuluh Informasi Publik (PIP) di wilayah Papua, Jumat (11/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sakit karena narkotika itu tidak bisa sembuh, hanya bisa pulih meskipun sudah direhabilitasi. Kami berharap Bapak Ibu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi tentang pemakaian dan pencegahan peredaran gelap narkoba,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ciptakan kegiatan-kegiatan positif, berikan pelatihan, dan yang paling penting, Bapak Ibu harus terlibat dalam menyampaikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angki Kusuma Dewi, menekankan pentingnya komitmen dan kedekatan Penyuluh Informasi Publik (PIP) dengan kebutuhan lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil penelitian kami terkait evaluasi program PIP di wilayah Indonesia Timur, keberadaan&amp;nbsp; Bapak Ibu ternyata berdampak dan sangat efektif sebagai perpanjangan tangan pemerintah menyampaikan informasi publik kepada masyarakat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga kata dia, Kementerian Komdigi melakukan rekrutmen khusus kepada 30 orang dari Tanah Papua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Atas dasar itu kami dari Komdigi berharap agar Bapak Ibu untuk berkomitmen pada program ini agar kebermanfaatan kebijakan prioritas Asta Cita bisa diketahui dan dirasakan manfaatnya&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAYAPURA &amp;ndash; Peredaran narkoba khususnya ganja di Papua semakin marak. &amp;nbsp;Aparat penegak hukum terus melakukan pemberantasan barang haram tersebut dari Bumi Cenderawasih.&#13;
&#13;
Penyuluh Narkotika Ahli Muda BNN Provinsi Papua, Nurjana mengatakan, penyalahgunaan narkotika, &amp;nbsp;jenis ganja, merupakan permasalahan yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Papua.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, perlu adanya edukasi yang masif terkait bahaya narkotika&amp;nbsp;terutama kepada generasi muda Papua. Terlebih peredaran narkoba telah masuk ke berbagai wilayah di pulau Papua baik melalui jalur udara, laut maupun darat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Generasi muda kita perlu dijaga dari bahaya narkotika,&amp;rdquo;ujar Nurjana saat Bimbingan Teknis Rekrutmen Khusus Penyuluh Informasi Publik (PIP) di wilayah Papua, Jumat (11/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sakit karena narkotika itu tidak bisa sembuh, hanya bisa pulih meskipun sudah direhabilitasi. Kami berharap Bapak Ibu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi tentang pemakaian dan pencegahan peredaran gelap narkoba,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ciptakan kegiatan-kegiatan positif, berikan pelatihan, dan yang paling penting, Bapak Ibu harus terlibat dalam menyampaikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angki Kusuma Dewi, menekankan pentingnya komitmen dan kedekatan Penyuluh Informasi Publik (PIP) dengan kebutuhan lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil penelitian kami terkait evaluasi program PIP di wilayah Indonesia Timur, keberadaan&amp;nbsp; Bapak Ibu ternyata berdampak dan sangat efektif sebagai perpanjangan tangan pemerintah menyampaikan informasi publik kepada masyarakat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga kata dia, Kementerian Komdigi melakukan rekrutmen khusus kepada 30 orang dari Tanah Papua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Atas dasar itu kami dari Komdigi berharap agar Bapak Ibu untuk berkomitmen pada program ini agar kebermanfaatan kebijakan prioritas Asta Cita bisa diketahui dan dirasakan manfaatnya&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
