<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI soal Fatwa Haram: Kalau Tak Ganggu, Bukan Sound Horeg tapi Sound System</title><description>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengamini fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jawa Timur (Jatim). Sebab, sound horeg mengganggu masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/13/337/3155014/mui-soal-fatwa-haram-kalau-tak-ganggu-bukan-sound-horeg-tapi-sound-system</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/13/337/3155014/mui-soal-fatwa-haram-kalau-tak-ganggu-bukan-sound-horeg-tapi-sound-system"/><item><title>MUI soal Fatwa Haram: Kalau Tak Ganggu, Bukan Sound Horeg tapi Sound System</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/13/337/3155014/mui-soal-fatwa-haram-kalau-tak-ganggu-bukan-sound-horeg-tapi-sound-system</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/13/337/3155014/mui-soal-fatwa-haram-kalau-tak-ganggu-bukan-sound-horeg-tapi-sound-system</guid><pubDate>Minggu 13 Juli 2025 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/13/337/3155014/mui-IkNz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/13/337/3155014/mui-IkNz_large.jpg</image><title>Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengamini fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jawa Timur (Jatim). Sebab, sound horeg mengganggu masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya ketika mengganggu orang lain, mengganggu orang lain itu tidak diperbolehkan,&amp;quot; kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (13/7/2025).&#13;
&#13;
Cholil melanjutkan, sebelum mengeluarkan fatwa haram, pihak MUI telah meminta pendapat dari pihak-pihak terkait, seperti ahli musik. Sebab, fatwa haram sound horeg bermula dari bahtsul masail Pondok Pesantren (Ponpes) Besuk, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, fatwa haram tersebut dikeluarkan MUI Jatim lantaran fenomena sound horeg banyak terjadi di daerah Pasuruan dan sekitarnya.&#13;
Ia pun kembali menegaskan, sound horeg haram lantaran mengganggu orang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karakternya sound horeg itu mengganggu, karakternya sound horeg. Kalau enggak mengganggu, nggak sound horeg lagi, menjadi sound system jadinya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengamini fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jawa Timur (Jatim). Sebab, sound horeg mengganggu masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya ketika mengganggu orang lain, mengganggu orang lain itu tidak diperbolehkan,&amp;quot; kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (13/7/2025).&#13;
&#13;
Cholil melanjutkan, sebelum mengeluarkan fatwa haram, pihak MUI telah meminta pendapat dari pihak-pihak terkait, seperti ahli musik. Sebab, fatwa haram sound horeg bermula dari bahtsul masail Pondok Pesantren (Ponpes) Besuk, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, fatwa haram tersebut dikeluarkan MUI Jatim lantaran fenomena sound horeg banyak terjadi di daerah Pasuruan dan sekitarnya.&#13;
Ia pun kembali menegaskan, sound horeg haram lantaran mengganggu orang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karakternya sound horeg itu mengganggu, karakternya sound horeg. Kalau enggak mengganggu, nggak sound horeg lagi, menjadi sound system jadinya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
