<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter</title><description>Gunung Api Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Rabu pagi (16/7/2025) pukul 07.52 WIT.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/16/340/3155620/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-kolom-abu-capai-1-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/16/340/3155620/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-kolom-abu-capai-1-000-meter"/><item><title>Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/16/340/3155620/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-kolom-abu-capai-1-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/16/340/3155620/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-kolom-abu-capai-1-000-meter</guid><pubDate>Rabu 16 Juli 2025 07:13 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/16/340/3155620/gunung_dukono_erupsi-BVeH_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Erupsi (foto: dok PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/16/340/3155620/gunung_dukono_erupsi-BVeH_large.JPG</image><title>Gunung Dukono Erupsi (foto: dok PVMBG)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Gunung Api Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Rabu pagi (16/7/2025) pukul 07.52 WIT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa tinggi kolom abu letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Rabu, 16 Juli 2025, pukul 07.52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;1.000 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.087 meter di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono.&#13;
&#13;
Bambang menjelaskan, kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Dukono, serta para pengunjung dan wisatawan, diminta untuk tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati area Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang menambahkan, bahwa karena letusan disertai abu vulkanik terjadi secara periodik, dengan arah sebaran yang tergantung pada arah dan kecepatan angin, maka area terdampak abu dapat berubah sewaktu-waktu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat diperlukan, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Gunung Api Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Rabu pagi (16/7/2025) pukul 07.52 WIT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa tinggi kolom abu letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Rabu, 16 Juli 2025, pukul 07.52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;1.000 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.087 meter di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono.&#13;
&#13;
Bambang menjelaskan, kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Dukono, serta para pengunjung dan wisatawan, diminta untuk tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati area Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang menambahkan, bahwa karena letusan disertai abu vulkanik terjadi secara periodik, dengan arah sebaran yang tergantung pada arah dan kecepatan angin, maka area terdampak abu dapat berubah sewaktu-waktu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat diperlukan, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
