<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKB: Kemajuan Bangsa Tidak Bisa Dilepaskan dari Kekuatan Budaya</title><description>Menurutnya, Kolakarya adalah manifestasi peran aktif partai politik dalam memberi ruang kreasi kepada seniman dan budayawan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/18/337/3156386/pkb-kemajuan-bangsa-tidak-bisa-dilepaskan-dari-kekuatan-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/18/337/3156386/pkb-kemajuan-bangsa-tidak-bisa-dilepaskan-dari-kekuatan-budaya"/><item><title>PKB: Kemajuan Bangsa Tidak Bisa Dilepaskan dari Kekuatan Budaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/18/337/3156386/pkb-kemajuan-bangsa-tidak-bisa-dilepaskan-dari-kekuatan-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/18/337/3156386/pkb-kemajuan-bangsa-tidak-bisa-dilepaskan-dari-kekuatan-budaya</guid><pubDate>Jum'at 18 Juli 2025 22:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/18/337/3156386/pkb-9iZd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PKB: Kemajuan Bangsa Tidak Bisa Dilepaskan dari Kekuatan Budaya</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/18/337/3156386/pkb-9iZd_large.jpg</image><title>PKB: Kemajuan Bangsa Tidak Bisa Dilepaskan dari Kekuatan Budaya</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash;Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan memperingati&amp;nbsp;Hari Lahir (Harlah) ke-27, dengan menggelar hajatan budaya bertajuk &amp;quot;Kolakarya&amp;quot;, atau Kolaborasi Kelola Karya, di Pos Bloc Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2025.&#13;
&#13;
Sekretaris Panitia Harlah ke-27 PKB, Abdullah, menjelaskan, Kolakarya adalah wujud nyata komitmen PKB dalam mendorong pembangunan nasional yang tidak semata bersandar pada ekonomi dan politik, melainkan juga melalui jalur budaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PKB percaya bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kekuatan budaya,&amp;rdquo; ujat Abdullah, Jumat (18/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Budaya adalah roh peradaban, bahkan di masa Orde Baru pun, budaya menjadi alat perjuangan. Di era reformasi sekarang, ia menjadi corong kritik dan aspirasi masyarakat,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Abduh--sapaan akrabnya -- menambahkan, panggung Kolakarya bukan sekadar panggung hiburan semata.&#13;
&#13;
Anggota DPR RI dari Dapil Jateng V ini menambahkan, Kolakarya akan menjadi ruang terbuka tempat masyarakat dan seniman berinteraksi aktif dalam berbagai aktivitas seperti workshop seni lintas medium, pameran seni, kolaborasi pertunjukan seni, hingga talk show budaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini ruang kreatif untuk memberikan medium interaksi para seniman dengan publik secara aktif,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, Kolakarya adalah manifestasi peran aktif partai politik dalam memberi ruang kreasi kepada seniman dan budayawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PKB sejak awal berdiri terus berusaha memberikan ruang budaya termasuk ekosistem yang terlibat terus tumbuh menjadi saluran suara publik,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Partai politik tidak boleh absen dalam urusan kebudayaan. Justru sebaliknya, harus menjadi ruang aman dan produktif bagi seniman untuk menyuarakan keresahan masyarakat,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Dalam sejarah politik Indonesia, &amp;nbsp;peran budaya kerap menjadi penggerak perubahan sosial. PKB ingin melanjutkan semangat ini dengan menjadikan budaya sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan yang merangkul keadilan sosial, ekspresi kebebasan, serta keberagaman identitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak Juni 2025, rangkaian kegiatan telah dilangsungkan. Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada resepsi utama Harlah ke-27, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash;Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan memperingati&amp;nbsp;Hari Lahir (Harlah) ke-27, dengan menggelar hajatan budaya bertajuk &amp;quot;Kolakarya&amp;quot;, atau Kolaborasi Kelola Karya, di Pos Bloc Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2025.&#13;
&#13;
Sekretaris Panitia Harlah ke-27 PKB, Abdullah, menjelaskan, Kolakarya adalah wujud nyata komitmen PKB dalam mendorong pembangunan nasional yang tidak semata bersandar pada ekonomi dan politik, melainkan juga melalui jalur budaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PKB percaya bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kekuatan budaya,&amp;rdquo; ujat Abdullah, Jumat (18/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Budaya adalah roh peradaban, bahkan di masa Orde Baru pun, budaya menjadi alat perjuangan. Di era reformasi sekarang, ia menjadi corong kritik dan aspirasi masyarakat,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Abduh--sapaan akrabnya -- menambahkan, panggung Kolakarya bukan sekadar panggung hiburan semata.&#13;
&#13;
Anggota DPR RI dari Dapil Jateng V ini menambahkan, Kolakarya akan menjadi ruang terbuka tempat masyarakat dan seniman berinteraksi aktif dalam berbagai aktivitas seperti workshop seni lintas medium, pameran seni, kolaborasi pertunjukan seni, hingga talk show budaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini ruang kreatif untuk memberikan medium interaksi para seniman dengan publik secara aktif,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, Kolakarya adalah manifestasi peran aktif partai politik dalam memberi ruang kreasi kepada seniman dan budayawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PKB sejak awal berdiri terus berusaha memberikan ruang budaya termasuk ekosistem yang terlibat terus tumbuh menjadi saluran suara publik,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Partai politik tidak boleh absen dalam urusan kebudayaan. Justru sebaliknya, harus menjadi ruang aman dan produktif bagi seniman untuk menyuarakan keresahan masyarakat,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Dalam sejarah politik Indonesia, &amp;nbsp;peran budaya kerap menjadi penggerak perubahan sosial. PKB ingin melanjutkan semangat ini dengan menjadikan budaya sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan yang merangkul keadilan sosial, ekspresi kebebasan, serta keberagaman identitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak Juni 2025, rangkaian kegiatan telah dilangsungkan. Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada resepsi utama Harlah ke-27, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
