<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Ratusan Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi, Gagal Liburan ke Bali Usai Ditipu Travel Bodong</title><description>Mereka berbondong-bondong mendatangi Polsek Matraman untuk melaporkan peristiwa penipuan tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/18/338/3156117/viral-ratusan-emak-emak-geruduk-kantor-polisi-gagal-liburan-ke-bali-usai-ditipu-travel-bodong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/18/338/3156117/viral-ratusan-emak-emak-geruduk-kantor-polisi-gagal-liburan-ke-bali-usai-ditipu-travel-bodong"/><item><title>Viral! Ratusan Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi, Gagal Liburan ke Bali Usai Ditipu Travel Bodong</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/18/338/3156117/viral-ratusan-emak-emak-geruduk-kantor-polisi-gagal-liburan-ke-bali-usai-ditipu-travel-bodong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/18/338/3156117/viral-ratusan-emak-emak-geruduk-kantor-polisi-gagal-liburan-ke-bali-usai-ditipu-travel-bodong</guid><pubDate>Jum'at 18 Juli 2025 00:07 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/18/338/3156117/viral-AMUK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi, Gagal Liburan ke Bali Usai Ditipu Travel Bodong</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/18/338/3156117/viral-AMUK_large.jpg</image><title>Ratusan Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi, Gagal Liburan ke Bali Usai Ditipu Travel Bodong</title></images><description>JAKARTA - Kasus penipuan modus jasa travel terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Korban yang mayoritas emak-emak gagal berangkat liburan setelah duit mereka dibawa kabur oleh pelaku.&#13;
&#13;
Mereka berbondong-bondong mendatangi Polsek Matraman untuk melaporkan peristiwa penipuan tersebut.&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Matraman AKP Moch Zen mengatakan, seluruh korban akan membuat laporan. Saat ini, perwakilan mereka masih mendata jumlah korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban akan membuat laporan polisi. Yang jelas saat ini sedang kita lakukan lidik,&amp;rdquo; kata Zen kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia memastikan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. &amp;ldquo;Intinya sedang kita lakukan lidik,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Dari video yang viral di media sosial, dinarasikan ada ratusan orang menjadi korban penipuan. Seluruh korban disebut dijanjikan berlibur ke Bali selama 5 hari dengan biaya murah.&#13;
&#13;
Korban diminta untuk membayar Rp 1,7-2 juta. Akan tetapi, setelah menyetorkan uang itu korban tak kunjung diberangkatkan. Pelaku disebut merupakan pasangan suami istri (pasutri).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus penipuan modus jasa travel terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Korban yang mayoritas emak-emak gagal berangkat liburan setelah duit mereka dibawa kabur oleh pelaku.&#13;
&#13;
Mereka berbondong-bondong mendatangi Polsek Matraman untuk melaporkan peristiwa penipuan tersebut.&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Matraman AKP Moch Zen mengatakan, seluruh korban akan membuat laporan. Saat ini, perwakilan mereka masih mendata jumlah korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban akan membuat laporan polisi. Yang jelas saat ini sedang kita lakukan lidik,&amp;rdquo; kata Zen kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia memastikan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. &amp;ldquo;Intinya sedang kita lakukan lidik,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Dari video yang viral di media sosial, dinarasikan ada ratusan orang menjadi korban penipuan. Seluruh korban disebut dijanjikan berlibur ke Bali selama 5 hari dengan biaya murah.&#13;
&#13;
Korban diminta untuk membayar Rp 1,7-2 juta. Akan tetapi, setelah menyetorkan uang itu korban tak kunjung diberangkatkan. Pelaku disebut merupakan pasangan suami istri (pasutri).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
