<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Ojol Memanas! Massa Nyaris Bentrok dengan Polisi di Monas</title><description>Massa ojol datang dengan satu mobil komando dengan dikawal ratusan motor di depannya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/21/338/3156912/demo-ojol-memanas-massa-nyaris-bentrok-dengan-polisi-di-monas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/21/338/3156912/demo-ojol-memanas-massa-nyaris-bentrok-dengan-polisi-di-monas"/><item><title>Demo Ojol Memanas! Massa Nyaris Bentrok dengan Polisi di Monas</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/21/338/3156912/demo-ojol-memanas-massa-nyaris-bentrok-dengan-polisi-di-monas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/21/338/3156912/demo-ojol-memanas-massa-nyaris-bentrok-dengan-polisi-di-monas</guid><pubDate>Senin 21 Juli 2025 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/21/338/3156912/demo-RNUQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Ojol Memanas! Massa Nyaris Bentrok dengan Polisi di Monas/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/21/338/3156912/demo-RNUQ_large.jpg</image><title>Demo Ojol Memanas! Massa Nyaris Bentrok dengan Polisi di Monas/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan dekat pintu Barat Daya Monumen Nasional (Monas), Senin (21/7/2025). Setibanya di lokasi aksi, peserta demo langsung terlibat cekcok dengan polisi.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, ribuan pengemudi ojol awalnya tiba sekira pukul 14.26 WIB. Massa datang dengan satu mobil komando dengan dikawal ratusan&amp;nbsp;motor di depannya.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, salah satu peserta aksi menyalakan flare sebagai bentuk kedatangan rombongan. Namun hal tersebut ternyata di larang oleh pihak kepolisian dan meminta pendemo tersebut mematikan petasan itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akan tetapi, peserta aksi tersebut tetap menyalakan flare tersebut hingga akhirnya petasan itu direbut oleh petugas kepolisian. Sempat terjadi cekcok antara peserta aksi dan polisi, namun situasi akhirnya berjalan kondusif.&#13;
&#13;
Adapun dalam aksi hari ini, ratusan pengemudi Ojol membawa lima tuntutan. Salah satunya adalah meminta agar aplikator membebankan biaya potong hanya 10 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hapus sistem perbudakan slot dan aceng. Hapus sistem driver prioritas,&amp;quot; tulis spanduk yang dibawa peserta aksi.&#13;
&#13;
Selain itu, para pengemudi juga meminta agar pemerintah menyusun undang-undang tentang tranportasi online. Mereka juga mendesak pemerintah agar merevisi aturan transportasi online.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan dekat pintu Barat Daya Monumen Nasional (Monas), Senin (21/7/2025). Setibanya di lokasi aksi, peserta demo langsung terlibat cekcok dengan polisi.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, ribuan pengemudi ojol awalnya tiba sekira pukul 14.26 WIB. Massa datang dengan satu mobil komando dengan dikawal ratusan&amp;nbsp;motor di depannya.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, salah satu peserta aksi menyalakan flare sebagai bentuk kedatangan rombongan. Namun hal tersebut ternyata di larang oleh pihak kepolisian dan meminta pendemo tersebut mematikan petasan itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akan tetapi, peserta aksi tersebut tetap menyalakan flare tersebut hingga akhirnya petasan itu direbut oleh petugas kepolisian. Sempat terjadi cekcok antara peserta aksi dan polisi, namun situasi akhirnya berjalan kondusif.&#13;
&#13;
Adapun dalam aksi hari ini, ratusan pengemudi Ojol membawa lima tuntutan. Salah satunya adalah meminta agar aplikator membebankan biaya potong hanya 10 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hapus sistem perbudakan slot dan aceng. Hapus sistem driver prioritas,&amp;quot; tulis spanduk yang dibawa peserta aksi.&#13;
&#13;
Selain itu, para pengemudi juga meminta agar pemerintah menyusun undang-undang tentang tranportasi online. Mereka juga mendesak pemerintah agar merevisi aturan transportasi online.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
