<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Warga Dianiaya di Depan Mako Brimob, Jenderal Polri: Kami Tanggung Jawab!</title><description>Komandan Pasukan Brimob II, Brigjen Pol Arif Budiman, memastikan bahwa institusinya tak akan lepas tangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/21/340/3156790/heboh-warga-dianiaya-di-depan-mako-brimob-jenderal-polri-kami-tanggung-jawab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/21/340/3156790/heboh-warga-dianiaya-di-depan-mako-brimob-jenderal-polri-kami-tanggung-jawab"/><item><title>Heboh Warga Dianiaya di Depan Mako Brimob, Jenderal Polri: Kami Tanggung Jawab!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/21/340/3156790/heboh-warga-dianiaya-di-depan-mako-brimob-jenderal-polri-kami-tanggung-jawab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/21/340/3156790/heboh-warga-dianiaya-di-depan-mako-brimob-jenderal-polri-kami-tanggung-jawab</guid><pubDate>Senin 21 Juli 2025 05:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dzulfikar Ash</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/21/340/3156790/viral-ACZQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pasukan Brimob/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/21/340/3156790/viral-ACZQ_large.jpg</image><title>Ilustrasi Pasukan Brimob/ist</title></images><description>KUKAR -Warga Desa Jonggon, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur diduga dianiaya oknum Polri di depan Mako Brimob Kukar, di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong, Kaltim. Akibat penganiayaan, salah satu warga &amp;nbsp;bernama Puji mengalami luka memar di beberapa anggota tubuhnya.&#13;
&#13;
Komandan Pasukan Brimob II, Brigjen Pol Arif Budiman, memastikan bahwa institusinya tak akan lepas tangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua biaya pengobatan warga yang menjadi korban kami tanggung. Kami juga akan kunjungi langsung keluarga korban,&amp;rdquo; ujar Brigjen Arif Minggu, (20/7/ 2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menyebut peristiwa itu sebagai murni kesalahpahaman dan saat ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. &amp;ldquo;Kita saling memaafkan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Peristiwa bermula dari pengepul pisang bernama Puji Friayadi yang mengaku dipukul dan diseret ke markas setelah mempertanyakan pemasangan balok kayu di jalan.&#13;
&#13;
Namun keesokan harinya, 18 warga Desa Jonggon yang datang untuk meminta klarifikasi justru mendapat perlakuan serupa dipukul bahkan ada yang dipopor senapan oknum Brimob.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa korban mengalami luka ringan hingga berat. Dua orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit. Hingga kini, sedikitnya tiga warga sudah membuat laporan ke Polres Kukar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menegaskan, pihaknya akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan menghalangi langkah hukum para korban. &amp;ldquo;Masalah proses hukum itu hak mereka, kami tidak akan menghalangi,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kedua pihak. Menurutnya, suasana sempat memanas karena tersebarnya pesan provokatif di media sosial dan grup percakapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ini sudah lama hidup berdampingan. Hubungan baik yang sudah terjalin jangan rusak karena hoaks atau emosi sesaat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>KUKAR -Warga Desa Jonggon, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur diduga dianiaya oknum Polri di depan Mako Brimob Kukar, di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong, Kaltim. Akibat penganiayaan, salah satu warga &amp;nbsp;bernama Puji mengalami luka memar di beberapa anggota tubuhnya.&#13;
&#13;
Komandan Pasukan Brimob II, Brigjen Pol Arif Budiman, memastikan bahwa institusinya tak akan lepas tangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua biaya pengobatan warga yang menjadi korban kami tanggung. Kami juga akan kunjungi langsung keluarga korban,&amp;rdquo; ujar Brigjen Arif Minggu, (20/7/ 2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menyebut peristiwa itu sebagai murni kesalahpahaman dan saat ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. &amp;ldquo;Kita saling memaafkan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Peristiwa bermula dari pengepul pisang bernama Puji Friayadi yang mengaku dipukul dan diseret ke markas setelah mempertanyakan pemasangan balok kayu di jalan.&#13;
&#13;
Namun keesokan harinya, 18 warga Desa Jonggon yang datang untuk meminta klarifikasi justru mendapat perlakuan serupa dipukul bahkan ada yang dipopor senapan oknum Brimob.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa korban mengalami luka ringan hingga berat. Dua orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit. Hingga kini, sedikitnya tiga warga sudah membuat laporan ke Polres Kukar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menegaskan, pihaknya akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan menghalangi langkah hukum para korban. &amp;ldquo;Masalah proses hukum itu hak mereka, kami tidak akan menghalangi,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kedua pihak. Menurutnya, suasana sempat memanas karena tersebarnya pesan provokatif di media sosial dan grup percakapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ini sudah lama hidup berdampingan. Hubungan baik yang sudah terjalin jangan rusak karena hoaks atau emosi sesaat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
