<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Buka Suara soal Data Pribadi WNI Jadi Bahan Negosiasi Tarif Trump</title><description>Prabowo menjelaskan, saat ini pemerintah masih terus melakukan negosiasi dengan pihak AS. Namun, dirinya tidak berbicara banyak mengenai nasib data-data tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/24/337/3157583/prabowo-buka-suara-soal-data-pribadi-wni-jadi-bahan-negosiasi-tarif-trump</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/24/337/3157583/prabowo-buka-suara-soal-data-pribadi-wni-jadi-bahan-negosiasi-tarif-trump"/><item><title>Prabowo Buka Suara soal Data Pribadi WNI Jadi Bahan Negosiasi Tarif Trump</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/24/337/3157583/prabowo-buka-suara-soal-data-pribadi-wni-jadi-bahan-negosiasi-tarif-trump</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/24/337/3157583/prabowo-buka-suara-soal-data-pribadi-wni-jadi-bahan-negosiasi-tarif-trump</guid><pubDate>Kamis 24 Juli 2025 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/24/337/3157583/prabowo-dVAk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Buka Suara soal Data Pribadi WNI Jadi Bahan Negosiasi Tarif Trump</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/24/337/3157583/prabowo-dVAk_large.jpg</image><title>Prabowo Buka Suara soal Data Pribadi WNI Jadi Bahan Negosiasi Tarif Trump</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menanggapi rencana transfer data pribadi Warga Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Hal ini ini menjadi salah satu klausul bagi pemerintah untuk menegosiasikan tarif resiprokal 19 persen.&#13;
&#13;
Prabowo menjelaskan, saat ini pemerintah masih terus melakukan negosiasi dengan pihak AS. Namun, dirinya tidak berbicara banyak mengenai nasib data-data tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, nanti itu sedang (negosiasi). Negosiasi jalan terus,&amp;rdquo; kata Prabowo kepada awak media usai menghadiri puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi mengatakan perlindungan data pribadi warga Indonesia tetap berada di tangan pemerintah Indonesia.&#13;
&#13;
Kabar ini disampaikan Hasan menyikapi pernyataan Gedung Putih soal rencana pemindahan atau pengelolaan data pribadi RI ke Amerika Serikat (AS) sejalan dengan negosiasi tarif resiprokal 19 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasan menjelaskan, kesepakatan yang dibahas adalah pertukaran data terbatas untuk kepentingan pengawasan komoditas tertentu. Termasuk mengenai golongan dual use bukan hanya bermanfaat, namun juga berpotensi disalahgunakan.&#13;
&#13;
Menurutnya, tujuan kerja sama ini bersifat komersial. Dirinya pun memastikan data warga ini tidak dikendalikan penuh data ke pihak asing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tujuan ini adalah semua komersial, bukan untuk data kita dikelola oleh orang lain, dan bukan juga kita kelola data orang lain. Kira-kira seperti itu,&amp;rdquo; tukasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menanggapi rencana transfer data pribadi Warga Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Hal ini ini menjadi salah satu klausul bagi pemerintah untuk menegosiasikan tarif resiprokal 19 persen.&#13;
&#13;
Prabowo menjelaskan, saat ini pemerintah masih terus melakukan negosiasi dengan pihak AS. Namun, dirinya tidak berbicara banyak mengenai nasib data-data tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, nanti itu sedang (negosiasi). Negosiasi jalan terus,&amp;rdquo; kata Prabowo kepada awak media usai menghadiri puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi mengatakan perlindungan data pribadi warga Indonesia tetap berada di tangan pemerintah Indonesia.&#13;
&#13;
Kabar ini disampaikan Hasan menyikapi pernyataan Gedung Putih soal rencana pemindahan atau pengelolaan data pribadi RI ke Amerika Serikat (AS) sejalan dengan negosiasi tarif resiprokal 19 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasan menjelaskan, kesepakatan yang dibahas adalah pertukaran data terbatas untuk kepentingan pengawasan komoditas tertentu. Termasuk mengenai golongan dual use bukan hanya bermanfaat, namun juga berpotensi disalahgunakan.&#13;
&#13;
Menurutnya, tujuan kerja sama ini bersifat komersial. Dirinya pun memastikan data warga ini tidak dikendalikan penuh data ke pihak asing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tujuan ini adalah semua komersial, bukan untuk data kita dikelola oleh orang lain, dan bukan juga kita kelola data orang lain. Kira-kira seperti itu,&amp;rdquo; tukasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
