<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Sita 20 Rekaman CCTV Terkait Kematian Diplomat Kemlu</title><description>Teka-teki penyebab kematian Arya Daru Pangayunan atau ADP (39), diplomat Kementerian Luar Negeri di kamar kosnya, masih ditelusuri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/24/338/3157724/polisi-sita-20-rekaman-cctv-terkait-kematian-diplomat-kemlu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/24/338/3157724/polisi-sita-20-rekaman-cctv-terkait-kematian-diplomat-kemlu"/><item><title>Polisi Sita 20 Rekaman CCTV Terkait Kematian Diplomat Kemlu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/24/338/3157724/polisi-sita-20-rekaman-cctv-terkait-kematian-diplomat-kemlu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/24/338/3157724/polisi-sita-20-rekaman-cctv-terkait-kematian-diplomat-kemlu</guid><pubDate>Kamis 24 Juli 2025 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/24/338/3157724/ade-JzaF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi/Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/24/338/3157724/ade-JzaF_large.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi/Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Teka-teki penyebab kematian Arya Daru Pangayunan atau ADP (39), diplomat Kementerian Luar Negeri di kamar kosnya, masih ditelusuri. Hingga saat ini, 20 rekaman CCTV yang berhubungan dengan peristiwa tersebut disita polisi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setidaknya penyelidik telah mengambil rekaman dari 20 titik,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).&#13;
&#13;
Puluhan CCTV tersebut berasal dari tempat kos korban, kemudian dari beberapa lokasi yang didatangi korban, termasuk gedung Kementerian Luar Negeri RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dimulai dari circle terkecil dari TKP, yaitu lingkungan kos korban, kemudian beberapa tempat yang pernah dikunjungi korban sampai tujuh hari terakhir. Lokasi-lokasi tempat kerja korban,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
Saat ini, bukti-bukti tersebut diperiksa Tim Digital Forensik dan Analisis dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Berada di Rooftop Gedung Kemlu&#13;
&#13;
Polisi menjelaskan, malam sebelum ditemukan tewas, korban sempat ke rooftop Gedung Kemlu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi hasil pendalaman terhadap CCTV yang ada di Gedung Kemlu, tempat korban bekerja. Diduga 7 Juli 2025, pukul 21.43&amp;ndash;23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit, diduga korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemlu,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Berdasarkan rekaman CCTV, korban membawa tas gendong dan tas belanja. Ketika korban turun dari rooftop, tas tersebut tidak dibawanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, korban Arya Daru Pangayunan atau ADP (39) ditemukan pertama kali pada Selasa (8/7/2025) pukul 08.30 pagi. Ia ditemukan tewas dengan kondisi terlilit lakban.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Teka-teki penyebab kematian Arya Daru Pangayunan atau ADP (39), diplomat Kementerian Luar Negeri di kamar kosnya, masih ditelusuri. Hingga saat ini, 20 rekaman CCTV yang berhubungan dengan peristiwa tersebut disita polisi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setidaknya penyelidik telah mengambil rekaman dari 20 titik,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).&#13;
&#13;
Puluhan CCTV tersebut berasal dari tempat kos korban, kemudian dari beberapa lokasi yang didatangi korban, termasuk gedung Kementerian Luar Negeri RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dimulai dari circle terkecil dari TKP, yaitu lingkungan kos korban, kemudian beberapa tempat yang pernah dikunjungi korban sampai tujuh hari terakhir. Lokasi-lokasi tempat kerja korban,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
Saat ini, bukti-bukti tersebut diperiksa Tim Digital Forensik dan Analisis dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Berada di Rooftop Gedung Kemlu&#13;
&#13;
Polisi menjelaskan, malam sebelum ditemukan tewas, korban sempat ke rooftop Gedung Kemlu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi hasil pendalaman terhadap CCTV yang ada di Gedung Kemlu, tempat korban bekerja. Diduga 7 Juli 2025, pukul 21.43&amp;ndash;23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit, diduga korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemlu,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Berdasarkan rekaman CCTV, korban membawa tas gendong dan tas belanja. Ketika korban turun dari rooftop, tas tersebut tidak dibawanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, korban Arya Daru Pangayunan atau ADP (39) ditemukan pertama kali pada Selasa (8/7/2025) pukul 08.30 pagi. Ia ditemukan tewas dengan kondisi terlilit lakban.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
