<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD Minta Layanan JakLingko Merata hingga Pinggiran Jakarta</title><description>Saat ini kata dia, sistem JakLingko telah mencakup sekitar 83 rute Mikrotrans aktif dengan dukungan lebih dari 2.900 armada.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/27/338/3158365/dprd-minta-layanan-jaklingko-merata-hingga-pinggiran-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/27/338/3158365/dprd-minta-layanan-jaklingko-merata-hingga-pinggiran-jakarta"/><item><title>DPRD Minta Layanan JakLingko Merata hingga Pinggiran Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/27/338/3158365/dprd-minta-layanan-jaklingko-merata-hingga-pinggiran-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/27/338/3158365/dprd-minta-layanan-jaklingko-merata-hingga-pinggiran-jakarta</guid><pubDate>Minggu 27 Juli 2025 09:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/27/338/3158365/pemerintah-fZFt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPRD Minta Layanan JakLingko Merata hingga Pinggiran Jakarta</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/27/338/3158365/pemerintah-fZFt_large.jpg</image><title>DPRD Minta Layanan JakLingko Merata hingga Pinggiran Jakarta</title></images><description>JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) diminta untuk melakukan perluasan dan pemerataan sistem transportasi terintegrasi JakLingko di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Pasalnya, wilayah-wilayah pinggiran tersebut belum merasakan manfaat optimal dari sistem transportasi terintegrasi yang sudah berjalan lebih baik di Jakarta Pusat dan Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga berharap adanya penambahan rute Mikrotrans, perbaikan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan dan konektivitas layanan antarmoda,&amp;quot; ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ade Suherman, di Jakarta, Minggu (27/7/2025).&#13;
&#13;
Saat ini kata dia, sistem JakLingko telah mencakup sekitar 83 rute Mikrotrans aktif dengan dukungan lebih dari 2.900 armada yang beroperasi di berbagai wilayah Jakarta. &amp;nbsp;Selain itu, Transjakarta mengoperasikan lebih dari 4.300 armada bus pada koridor utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum seluruh rute dan wilayah terlayani secara merata, dan beberapa layanan sempat berhenti beroperasi sebelum akhirnya kembali aktif berkat dukungan subsidi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ade menekankan pentingnya alokasi anggaran melalui skema Public Service Obligation (PSO) dalam APBD Perubahan 2025, guna memastikan keberlanjutan dan perluasan layanan.&#13;
&#13;
Dalam usulan APBD Perubahan tersebut, anggaran PSO untuk sektor transportasi mencapai Rp5,9 triliun, atau setara dengan 6,4 persen dari total APBD DKI Jakarta.&#13;
&#13;
Dia menilai besarnya anggaran tersebut harus disertai dengan pemerataan layanan, terutama bagi warga di kawasan yang belum maksimal terlayani Mikrotrans dan sistem JakLingko.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, peningkatan anggaran PSO harus berdampak langsung pada kenaikan persentase masyarakat pengguna transportasi publik menuju target 60 persen, sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita butuh outcome nyata, bukan hanya output berupa jumlah rute atau armada. PSO harus menghadirkan layanan yang terjangkau, nyaman, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah (MBR),&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Ade juga mendorong percepatan penambahan rute Transjabodetabek sebagai penghubung kawasan penyangga dan pusat kota agar integrasi antarkota dan antarmoda dapat berjalan lebih optimal.&#13;
&#13;
Ia juga menilai perlu adanya penguatan regulasi melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur arah pengembangan dan pengelolaan sistem transportasi terintegrasi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Regulasi ini penting agar Dishub dan operator transportasi memiliki kepastian hukum dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan pelayanan publik, serta menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) diminta untuk melakukan perluasan dan pemerataan sistem transportasi terintegrasi JakLingko di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Pasalnya, wilayah-wilayah pinggiran tersebut belum merasakan manfaat optimal dari sistem transportasi terintegrasi yang sudah berjalan lebih baik di Jakarta Pusat dan Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga berharap adanya penambahan rute Mikrotrans, perbaikan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan dan konektivitas layanan antarmoda,&amp;quot; ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ade Suherman, di Jakarta, Minggu (27/7/2025).&#13;
&#13;
Saat ini kata dia, sistem JakLingko telah mencakup sekitar 83 rute Mikrotrans aktif dengan dukungan lebih dari 2.900 armada yang beroperasi di berbagai wilayah Jakarta. &amp;nbsp;Selain itu, Transjakarta mengoperasikan lebih dari 4.300 armada bus pada koridor utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum seluruh rute dan wilayah terlayani secara merata, dan beberapa layanan sempat berhenti beroperasi sebelum akhirnya kembali aktif berkat dukungan subsidi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ade menekankan pentingnya alokasi anggaran melalui skema Public Service Obligation (PSO) dalam APBD Perubahan 2025, guna memastikan keberlanjutan dan perluasan layanan.&#13;
&#13;
Dalam usulan APBD Perubahan tersebut, anggaran PSO untuk sektor transportasi mencapai Rp5,9 triliun, atau setara dengan 6,4 persen dari total APBD DKI Jakarta.&#13;
&#13;
Dia menilai besarnya anggaran tersebut harus disertai dengan pemerataan layanan, terutama bagi warga di kawasan yang belum maksimal terlayani Mikrotrans dan sistem JakLingko.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, peningkatan anggaran PSO harus berdampak langsung pada kenaikan persentase masyarakat pengguna transportasi publik menuju target 60 persen, sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita butuh outcome nyata, bukan hanya output berupa jumlah rute atau armada. PSO harus menghadirkan layanan yang terjangkau, nyaman, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah (MBR),&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Ade juga mendorong percepatan penambahan rute Transjabodetabek sebagai penghubung kawasan penyangga dan pusat kota agar integrasi antarkota dan antarmoda dapat berjalan lebih optimal.&#13;
&#13;
Ia juga menilai perlu adanya penguatan regulasi melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur arah pengembangan dan pengelolaan sistem transportasi terintegrasi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Regulasi ini penting agar Dishub dan operator transportasi memiliki kepastian hukum dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan pelayanan publik, serta menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
