<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Dahsyat Pagi Ini, Begini Penampakannya</title><description>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi letusan 1.700 meter atau 1,7 Kilometer di atas puncak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/28/340/3158517/breaking-news-gunung-dukono-meletus-dahsyat-pagi-ini-begini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/28/340/3158517/breaking-news-gunung-dukono-meletus-dahsyat-pagi-ini-begini-penampakannya"/><item><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Dahsyat Pagi Ini, Begini Penampakannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/28/340/3158517/breaking-news-gunung-dukono-meletus-dahsyat-pagi-ini-begini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/28/340/3158517/breaking-news-gunung-dukono-meletus-dahsyat-pagi-ini-begini-penampakannya</guid><pubDate>Senin 28 Juli 2025 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/28/340/3158517/gunung-gaWp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Breaking News! Gunung Dukono Meletus Dahsyat Pagi Ini, Begini Penampakannya</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/28/340/3158517/gunung-gaWp_large.jpg</image><title>Breaking News! Gunung Dukono Meletus Dahsyat Pagi Ini, Begini Penampakannya</title></images><description>JAKARTA - Gunung Api Dukono yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus, pada pukul 09.11 WIT, Senin (28/7/2025). Belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat peristiwa ini.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi letusan 1.700 meter atau 1,7 Kilometer di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2787 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang melaporkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang mengatakan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Api Dukono yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus, pada pukul 09.11 WIT, Senin (28/7/2025). Belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat peristiwa ini.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi letusan 1.700 meter atau 1,7 Kilometer di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2787 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang melaporkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang mengatakan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
