<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Penyelidikan: Arya Daru Sudah Miliki Niat Bunuh Diri sejak 2013</title><description>Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), akhirnya menemui titik terang. Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/29/338/3158932/hasil-penyelidikan-arya-daru-sudah-miliki-niat-bunuh-diri-sejak-2013</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/29/338/3158932/hasil-penyelidikan-arya-daru-sudah-miliki-niat-bunuh-diri-sejak-2013"/><item><title>Hasil Penyelidikan: Arya Daru Sudah Miliki Niat Bunuh Diri sejak 2013</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/29/338/3158932/hasil-penyelidikan-arya-daru-sudah-miliki-niat-bunuh-diri-sejak-2013</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/29/338/3158932/hasil-penyelidikan-arya-daru-sudah-miliki-niat-bunuh-diri-sejak-2013</guid><pubDate>Selasa 29 Juli 2025 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/29/338/3158932/kematian_diplomat_kemlu-B6M8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kematian Diplomat Kemlu Arya (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/29/338/3158932/kematian_diplomat_kemlu-B6M8_large.jpg</image><title>Kematian Diplomat Kemlu Arya (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), akhirnya menemui titik terang. Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya.&#13;
&#13;
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama, tepatnya sejak tahun 2013.&#13;
&#13;
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email dxxx_cxxx@yahoo.com (milik ADP) dengan akun jo@sxxx.org. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,&amp;rdquo; kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wira menjelaskan bahwa akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,&amp;rdquo; jelas Wira.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Arya ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kepala terikat lakban kuning dan tubuh tertutup selimut. Namun, kondisi kamar terlihat rapi, sejuk, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kerusakan.&#13;
&#13;
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa lakban kuning tersebut dibeli sendiri oleh Arya di Yogyakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan keterangan istri korban, lakban itu dibeli pada akhir Juni di Toko Merah, Gedung Kuning, Yogyakarta,&amp;rdquo; ujar Ade Ary, Senin (28/7/2025).&#13;
&#13;
Lakban serupa juga ditemukan di rumah Arya di Yogyakarta dan akan disita sebagai barang bukti pembanding.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari keterangan rekan-rekan korban, lakban kuning itu umum digunakan oleh pegawai Kemlu RI saat bepergian ke luar negeri, agar mempermudah dalam mengenali barang bawaan di bandara.&#13;
&#13;
Arya Daru Pangayunan dikenal sebagai diplomat berdedikasi tinggi dalam urusan perlindungan WNI. Ia kerap terlibat dalam evakuasi dan pemulangan warga negara Indonesia dari luar negeri, termasuk anak-anak telantar. Arya juga pernah menjadi saksi penting dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jepang.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), akhirnya menemui titik terang. Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya.&#13;
&#13;
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama, tepatnya sejak tahun 2013.&#13;
&#13;
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email dxxx_cxxx@yahoo.com (milik ADP) dengan akun jo@sxxx.org. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,&amp;rdquo; kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wira menjelaskan bahwa akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,&amp;rdquo; jelas Wira.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Arya ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kepala terikat lakban kuning dan tubuh tertutup selimut. Namun, kondisi kamar terlihat rapi, sejuk, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kerusakan.&#13;
&#13;
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa lakban kuning tersebut dibeli sendiri oleh Arya di Yogyakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan keterangan istri korban, lakban itu dibeli pada akhir Juni di Toko Merah, Gedung Kuning, Yogyakarta,&amp;rdquo; ujar Ade Ary, Senin (28/7/2025).&#13;
&#13;
Lakban serupa juga ditemukan di rumah Arya di Yogyakarta dan akan disita sebagai barang bukti pembanding.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari keterangan rekan-rekan korban, lakban kuning itu umum digunakan oleh pegawai Kemlu RI saat bepergian ke luar negeri, agar mempermudah dalam mengenali barang bawaan di bandara.&#13;
&#13;
Arya Daru Pangayunan dikenal sebagai diplomat berdedikasi tinggi dalam urusan perlindungan WNI. Ia kerap terlibat dalam evakuasi dan pemulangan warga negara Indonesia dari luar negeri, termasuk anak-anak telantar. Arya juga pernah menjadi saksi penting dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jepang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
